The Legendary Rebuilding of a World by a Realist Demon King – Bab 1 Kebangkitan Sang Raja Iblis

Font Size :
Table of Content Link

Bangkitlah!!!

Kata itu bergema di kepalaku saat aku bangun.

Kesadaranku terasa bercampur seperti aliran lumpur.

Semua jenis pengetahuan dan kebijaksanaan mengisi otakku, dan kesadaranku menjadi jelas.

Meski begitu, aku tidak tahu dimana aku berada.

Karena aku tidak mempunyai ingatan.

“….Dimana ini?”

Aku menatap sekitar.

Bebatuan. Sebuah ruangan yang gelap. Sebuah lingkaran sihir di bawah kakiku.

Apa ini goa?

Gumamku pada diri sendiri, dan entah dari mana,

‘Bingo,’

Sebuah suara menimpali.

Suara riang yang jelas dan aneh. Namun aku tidak melihat seorang pun saat menatap sekitar.

Siapa itu?

Tanyaku, lalu suara seorang perempuan menjawabnya.

“Hai, Raja Iblis Ashtaraoth. Atau mungkin aku harus memanggilmu Ashta. Manapun yang kau suka.”

Nama Ashta terdengar familiar. Kurasa ini namaku dulu.

Memikirkannya terlalu keras membuatku sakit kepala, aku tidak punya ingatan menjadi Tuan di sebuah desa atau apa.

Saat aku memikirkan itu, gadis itu bilang, ‘bingo’ sekali lagi.

“Itu benar. Namamu Ashta. Tapi itu masa lalu. Sekarang kau Raja Iblis Ashtaroth, yang dipilih olehku, sang agung. Tentu saja, kau boleh dipanggil apapun sesukamu. Ashta adalah nama panggilan untuk Ashtaroth, jadi kau boleh memilih salah satu yang menurutmu paling bagus.”

Mana yang kau suka? Tanyanya dengan ceria. Akupun menjawab, ‘Ashta, Ashta saja,’ kemudian dia tersenyum.

Tidak, aku tidak bisa melihatnya, jadi aku tidak tahu secara pasti apakah dia tersenyum atau tidak.

“Oh, apakah lebih baik jika kau bisa meilhatku?”

Tanyanya seolah membaca pikiranku. Jawabannya adalah iya..

Esensi suatu benda tidak diperlukan dalam bentuknya itu, namun aku bisa tahu bahwa kami akan membicarakan sesuatu yang penting.

Oleh sebab itu, kami harus duduk berhadapan dari mata ke mata.

Gadis itu sekarang mulai membentuk dirinya setelah membaca pikiranku.

Menciptakan sebuah raga di dunia ini.

Mulanya, ruang kosong seakan terdirtorsi, kemudian meluap-luap dengan energi. Ruang tampak berputar dan tercabik-cabik.

Dua tangan kemudian sebuah kepala muncul, secara bertahap membentuk seorang gadis muda dengan rambut perak.

Penampilannya sekitar 13 sampai 14 tahun.

Sangat muda. Dia nampak lebih seperti seorang bangsawan ketimbang orang desa.

Dia mengenakan pakaian sederhana tanpa pola dan sebuah jubah.

Secara keseluruhan, kesanku untuknya bukanlah manis tapi lebih ke cantik berwibawa.

Jika memang ada yang dinamakan Dewi, maka dia sangat cocok dengan gambaran itu.

Gadis itu terkekeh.

“Jadi kau pikir aku seorang dewi. Yah, aku memang di atas segalanya. Tapi aku bukan dewa. Aku bisa membawa manusia kembali dari kematian, mengirim atau mereinkarnasikan, namun aku tidak bisa campur tangan di dunia ini. Yang membuatku sedikit tidak sempurna.”

Dia melanjutkan.

“Tapi aku punya kekuatan yang membuat manusia sepertimu berpikir aku adalah dewa. Terlalu merepotkan jika menjelaskannya sih, jadi kau boleh memanggilku dewa jika kau mau.”

Dia memberikan persetujuannya, dan aku tidak bisa memikirkan sebutan lain yang cocok untuknya, jadi aku putuskan memakai itu saja mulai sekarang.

“Oh Dewi, aku telah dibangkitkan. Dan aku telah diberikan semua jenis kebijaksanaan. Namun, aku tidak punya masa lalu. Aku tidak punya ingatan. Siapa aku?”

“Tentu aku bisa menjawab pertanyaannmu, tapi apakah semua masa lalumu sepenting itu?”

“Itu..”

“Aku tidak melihatnya. Apa yang penting bagi manusia adalah sekarang dan masa depan. Meskipun memang, kau bukan manusia. Sekarang kau Raja Iblis.”

“Aku Raja Iblis?”

“Tepat. Kau adalah raja iblis. Salah satu dari 72 Raja Iblis di dunia ini. Sang Raja Iblis Ashtaroth yang sukses.”

“Jadi aku terlahir kembali menjadi raja iblis ya.”

“Ya. Aku yang melakukannya agar kau bisa merformasi dunia ini. Well, para dewa yang melakukannya sih.”

“Jadi, maksudmu aku harus hidup sebagai Raja Iblis mulai hari ini?”

“Ya. Apa kau tidak mau?”

“Bukan itu maksudnya. Malahan aku senang.”

“Bagus. Kau sangat menjanjikan. Dewa-dewa lain tidak ingin kau ditempatkan, karena kau tidak memiliki keahlian khusus. Tapi aku terkesan dengan bakatmu dan memilihmu.”

“Bakat?”

“Karena kau seorang realist. Normalnya, orang yang bangun di situasimu saat ini akan sedikit panik. Mereka akan kebingungan. Mereka tidak akan mempu menjawab dengan benar. Tapi kau dengan mudah menerima kenyataan, dan mampu menyesuaikan diri. Kupikir hal semacam itu adalah bakat. Aku telah mengambilmu setelah kematian yang malang, dan kau terlahir kembali ke dunia ini.”

“Kelahiran kembali….”

“Apa kau ingin tahu bagaimana kau mati?”

“Terdengar menyedihkan, jadi aku tidak perlu mendengarnya.”

“Itu bijaksana.”

Sang Dewi terkekeh.

“Sekarang, kau telah terlahir kembali sebagai Raja Iblis, dan ada banyak hal yang Raja iblis harus lakukan.”

“Dominasi dunia?”

“Itu juga termasuk. Kurasa kau akan menjadi raja yang hebat. Tapi pertama, hal yang harus kau lakukan adalah membangun tentaramu.”

“Tentara Raja Iblis.”

“Ada 72 Raja Iblis di dunia ini, dan masing-masing dari mereka memiliki tentaranya sendiri. Kota-kota dan kastil juga. Raja-raja iblis yang lain menjalankan kota-kota itu dan mengumpulkan dana militer untuk membagun kekuatan mereka dan bertempur melawan raja iblis lain.”

“Raja-raja Ibis itu bertempur satu-sama lain?”

“Apa itu aneh untukmu?”

“Ya. Mereka adalah ras yang sama.”

“Lalu apakah orang-orang di kehidupan masa lalumu tidak saling bertarung? Manusia tidak bertarung satu sama lain demi tanah mereka? Mereka tidak saling membunuh?”

“….”

Aku tidak bisa menjawab itu.

“Disini juga sama. Ini terjadi di setiap dunia. Perang adalah permainan tanpa akhir bagi setiap mahluk berakal. Dunia ini tidak terkecuali. Di dunia ini, mereka yang disebut Raja Iblis bertarung demi kekuasaan. Kau akan menjadi salah satu dari mereka dan melakukan yang terbaik.”

“Jadi aku harus membunuh raja iblis lain?”

“Itu terserah padamu. Kau bisa membuat mereka menjadi bawahanmu atau memusnahkan mereka. Tentu saja, kau bahkan juga bisa bekerja dibawah mereka. Tapi sebagai Dewi yang menunjukmu, aku berharap kau bisa lebih baik dari itu.”

Aku pikir itu bisa menaikan reputasinya diantara dewa-dewa, jika aku menjadi salah satu Raja Iblis Agung.

Aku tidak berniat bekerja keras agar dia bisa menyombongkan diri, tapi ada juga kemungkinan aku bisa langsung terbunuh. Aku akan melakukan yang terbaik untuk bertahan hidup. Pertama-tama, aku menanyakan tentang kemampuanku.

“Kenali musuhmu dan dirimu sendiri. Kau cerdas. Pertama-tama, soal kemampuanmu.”

Kata sang Dewi, dan mulai melantunkan sesuatu.

Itu adalah bahasa yang tidak pernah kudengar sebelumnya.

Dan kemudian secara tiba-tiba, sebuah batu besar terbentuk berpuluh-puluh meter jauhnya.

Sang Dewi berkata aku harus menghancurkannya.

Tapi aku telanjang. Bagaimana aku bisa menghancurkannya? Tanyaku.

“Kau mempunyai kekuatan untuk mengubah dunia. Jika kau bertindak dengan maksud menghancurkan batu itu, maka itu akan menjadi kenyataan.”

Katanya.

Dan lalu aku pun membayangkan batu itu hancur, aku mengepalkan tinjuku.

Kemudian tangan kananku mulai bersinar merah menyilaukan.

Tanganku melepaskan api yang berkobar-kobar.

Aku menembakan sihir berskala besar yang menghantam batu itu.

Batu besar itu terbelah dua karena sihir dari tinjuku.

Tidak, sebenarnya itu hancur menjadi bubuk.

“… Ini kekuatanku? Kekuatan sang Raja Iblis Ashtaroth…?”

Aku bergumam, dan sang dewi tersenyum senang.

Dan kemudian dia memberiku pakaian.

Baju hitam dan jubah hitam.

Pakaian yang memberikan kesan ancaman yang memang cocok bagi seorang Raja Iblis.

Aku mengenakannya, dan kemudian dia memujiku karena terlihat cocok.

Dan akhirnya, dia membisikkan sesuatu yang tidak mampu aku dengar.

“Suatu hari kau akan dikenal sebagai Raja Iblis paling kuat dalam sejarah.”

Table of Content Link
Advertise Now!

Please wait....
Disqus comment box is being loaded