Duke’s Daughter Bab 95

Font Size :
Table of Content

Negosiasi

Marquis Rudolf adalah salah satu bangsawan yang menjadi bagian dari faksi pangeran kedua.

Aku tidak tahu apa yang dipikirkannya tapi setelah dia mengunjungi perayaan berdirinya kerajaan, dia mengirimiku undangan untuk pesta yang ia adakan.

… Lalu sekarang, ada satu hal yang menggangguku. Kenapa dia bereaksi sampai segitunya setelah mendengar nama Marquis Rudolf?

Jawabannya sederhana. Dia ingin menyembunyikan hubungannya dengan Marquis Rudolf.

“… Maaf, tapi kenapa membawa-bawa nama Marquis Rudolf disini?”

“Anda dekat dengannya bukan? Begitu dekat sampai anda bisa meminta Edward-sama untuk permintaan anda.”

“……!!”

Vuld begitu terkejut sampai-sampai ia membuka mulutnya lebar. Ah, reaksinya sungguh menarik.

Menyembunyikan mulutku dengan kipas lipat, aku hanya diam menatapnya.

“… Lebih penting lagi, mari kita langsung saja ke topik utama.”

“Topik utama, anda bilang?”

“Ya, itu benar. Ini tentang kerjasama manajemen kita antara Benel Conglomerate dan Azuta Conglomerate.”

“Kalau tidak salah ingat, kami harus menyediakan dana dalam pertukaran untuk tempat Benel Conglomerate dan personelnya di Royal City dan tempat-tempat lain… bukan?”

“Ya, anda benar ”

“… Saya minta maaf tapi, kami tidak bisa menyetujui itu.”

“…Apa!??”

“Memang benar bahwa kami memerlukan tempat dan pekerja. Tapi alangkah baiknya jika kami mendapatkannya dari sumber lain… Rasanya tidak mungkin jika kami harus membayar sesuai jumlah yang anda minta.”

“Itu mungkin benar. Namun… Jika boleh saya mengatakan sesuatu, Iris-sama, saya punya asumsi bahwa Azuta Conglomerate juga ingin memiliki koneksi dengan Edward-sama.”

Ini dia. Menggunakan ‘koneksi Edward-sama’ sebagai perisai dan tombaknya, dia mencoba membawa keunggulan yang dia punya.

Namun, aku tidak berencana menyetujui permintaan mereka.

Lagipula, jumlah dana yang mereka minta sangatlah tinggi. Sampai titik kau bertanya-tanya bagaimana mereka meminjam uang sebanyak itu.

“Ya, itu persis seperti yang anda asumsikan, Vuld-sama, Azuta Conglomerete, ingin membuat koneksi dengan Edward-sama untuk membuat pijakan di ibu kota…Akan tetapi, setelah memikirkannya masak-masak, kami memutuskan bahwa sebaiknya kami meminta konsuktasi orang lain. Sebagaimana perusahaan anda meminta konsultasi dengan Marquis Rudolf.”

“Bagaimana kau…!”

Dia bahkan tidak berusaha menyembunyikannya lagi. Dia mengungkapkan ekspresinya seperti itu.

“Fufufu, perusahaan kami memiliki banyak telingan, anda tahu? Saya sarankan agar anda tidak mencari-cari kesalahan dari pegawai anda. Bagaimanapun juga, jika mereka suka mengeluh di tempat minum, itu akan menyebar dengan mudah.”

Itulah kenapa aku mengagumi Tanya. Sungguh, kemampuannya dalam mengumpulkan informasi sangat luar biasa.

“Kkkuh….”

“Kita sudah menyimpang dari topik, bukan? Bahkan setelah semua usaha yang anda buat demi meminta bantuan Marquis Rudolf untuk membuat koneksi dengan Edward-sama dan mendapatkan pekerja dari Azuta Conglomerate, sekarang kondisi internal perusahaan anda sendiri sangat kacau. Sudah sampai titik yang membahayakan…. Jika saya menolak permintaan anda hari ini, anda akan menutup toko-toko anda besok, bukan?”

Permintaan itu adalah membuat Ed-sama sedikit memihak kepada perusahaannya. Dengan kata lain, dia membutuhkan perlindungan Ed-sama untuk mendapatkan pegawai dari perusahaan kami.

Jika itu terjadi, akan lebih sulit bagiku, yang tidak ingin memperburuk situasi dengan keluarga kerajaan.

Yah…bukan berarti aku satu-satunya yang tidak ingin membuat masalah dengan keluarga kerajaan… itu sama untuk para pelaku usaha lainnya.

Dengan kata lain, jika serikat dagang merasa tidak puas, tidak ada yang perlu mereka takutkan.

Dalam keadaan normal, jika mereka mencoba mengambil para pekerja dari perusahaan kami seenaknya begitu, kami juga bisa mengajukan keberatan kami melalui serikat dagang

Akan tetapi, kami tidak bisa melakukan itu karena mereka di bawah perlindungan keluarga kerajaan, mengesampingkan hukuman pengucilanku.

Dan karena itu, keberatan kami semuanya ditolak.

Tentu saja dia tidak ingin aku mengetahui ini.

Sekarang mari kembali ke topik utama.

Kemungkinan ini juga merupakan kesepakatan yang menguntungkan bagi Marquis Rudolf. Bagaimanapun juga, dia akan membuat keuntungan hanya dengan menjadi perantara antara Ed-sama dan para pelaku usaha.

Dan karena hubungan mereka hanya berdasarkan ‘keuntungan’, ketika kinerja perusahaan menjadi seburuk ini, itu jelas bahwa mereka akan disingkirkan.

“………..”

Keadaannya saat ini jelas sangat gelisah.

“… Jika keadaannya terus begini, anda tidak bisa melakukan apapun karena hutang anda. Anda mempunyai dua pilihan, entah itu mengehentikan kesepakatan dengan saya dan melakukan bunuh diri beserta perusahaan anda, atau memotong senua ikatan anda dengan hutang dan perusahaan dan memulai yang baru.”

Dia menatapku dengan kebencian. Yah, kukira itu wajar.

Dia berusaha lagi dan lagi untuk mengatakan sesuatu, tapi tidak jadi… Akan tetapi, seolah dia baru saja menyadari sesuatu, ekspresi tegangnya berubah jadu tenang

….Apa dia menyadarinya?

“… Artinya, anda ingin agar saya pensiun, benar begitu?”

“Ya. Sebagai syarat menyediakan dana untuk perusahaan anda, anda tidak boleh lagi memiliki ikatan apapun dengan perusahaan anda. Itulah syarat saya.”

Vuld menghela nafas dan menyunggingkan senyum. Seolah dia baru saja melepaskan semua beban pikiran di kepalanya, ekspresinya sekarang terlihat menyegarkan.

Tapi melihat itu, apa yang kupikirkan tentangnya adalah…

Tak tahu malu–adalah ungkapan yang cocok untuknya.

Matanya bersinar cerah, tidak sebanding dengan ekspresi itu.

Bahkan dalam situasi ini, yang dia pikirkan hanyalah bagaimana menghasilkan keuntungan.

“….Saya mengerti. Saya akan patuh pada syarat itu.”

* * *

Table of Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *