Demon King & Hero – Prolog

Font Size :
Table of Content

Surga memberikan bakat kepada orang-orang dengan beragam cara.

Beberapa, sebuah bakat untuk bertani.

Beberapa, sebuah bakat untuk berdagang.

Beberapa, sebuah bakat untuk bermusik.

Beberapa, sebuah bakat untuk pedang.

Beberapa, sebuah bakat untuk sihir.

Tapi tak jarang, surga memberikan kemampuan spesial untuk orang-orang tertentu.

Dengan kecerdasan yang tak tertandingi, orang bisa dipanggil jenius.

Dengan kebulatan hati dan tekad, kemauan keras yang terus berlanjut dimana orang biasa sudah menyerah seratus kali.

Dengan keengganan untuk sombong atas kemampuannya sendiri, terus mengasah bakatnya dengan tekun.

Sebuah tekad yang tak pernah hancur, tidak pernah menyerah pada kejahatan di situasi terburuk.

Diberkati oleh para dewa, mereka yang menempa jalan mereka sendiri, tidak pernah menyerah pada kejahatan di situasi terburuk, selamanya bertarung untuk membuktikan bahwa keadilan ada di dunia ini. Tanpa mengharapkan imbalan dan kehormatan, orang-orang memberi mereka gelar ini.

Sang “Pahlawan,” atau sang “Pemberani”.

Bukankah disebutkan bahwa raja dipilih oleh surga?

Ada orang yang terlahir untuk memenuhi takdir sebagai raja.

Kegelapan paling murni.

Mereka yang memerintah kegelapan ini yang akan menelan dunia.

Mereka yang melihat kegelapan sebagai kawan, terlahir untuk menelan cahaya.

Diberkati oleh dewa iblis, menghancurkan mereka semua yang berusaha merintangi, mengawasi kejahatan terlepas dari situasinya.

Di dalam kegelapan tak berujung, sang penguasa dari sepuluh ribu kejahatan.

Dengan kehormatan dan kebanggaan, semua “kejahatan” merujuk pada dirinya dengan gelar ini.

Sang Raja Iblis.

Table of Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *