Demon King & Hero – Bab 1

Font Size :
Table of Content

Apa kau Raja Iblis? Bukan, aku sudah berhenti?!

Jadi begini rumornya.

Dikatakan bahwa di Kekaisaran Artian, negara terkuat di benua, ada lima ‘pedang’.

Memiliki skill berpedang yang sangat maju yang bahkan vetaran swordmaster pun tidak mampu mengikutinya, dikombinasikan dengan sebuah bilah yang dikatakan mampu menghancurkan apapun dalam satu serangan, bersama dengan pertahanan yang tak terkalahkan, kombinasi sempurna dari sihir dan teknik berpedang, dijuluki sebagai ‘Magic Blade’.

Dan dikatakan salah seorang diantara mereka setara dengan keempat lainnya, hampir mustahil untuk mengikutinya dengan mata, ia mampu membelah gunung dengan pedangnya tanpa menunjukan kelemahan, dan mampu bertarung melawan tipe sihir apapun tanpa halangan.

Orang-orang memuji ‘pedang’ itu, Ashrien House, sebagai klan pendekar pedang terbesar di kekaisaran.

Dipuji, seperti di masa lalu.

Teknik berpedang yang Ashrien House miliki, Gaya ‘Azure Flame’.

Karena merupakan teknik yang sangat luar biasa, orang biasa tidak mampu memahaminya bahkan jika mereka melihatnya, dan mereka yang memanggil dirinya jenius gagal untuk bisa mengerti.

Oleh sebab itu, setelah pendiri Ashrien House meninggal, Ashrien House mulai goncang, berakhir dengan penurunan drastis dua generasi yang lalu, kepala klan saat itu gugur dalam pertempuran melawan organisasi kejahatan.

Akan tetapi, apakah para dewa sudah menelantarkan Ashrien House ini?

Di klan tersebut, seorang jenius terlahir.

Meninggalkan keluarga yang hancur, sambil berpetualang mengelilingi dunia, dia mampu memahami dan menguasai ‘Azure Flames,’ sebuah prestasi yang tidak mampu seorang pun buat selain sang pendiri, ketika berumur 21 tahun.

Dalam petualangannya, dia menyelamatkan banyak orang, menghancurkan organisasi kejahatan yang tak terhitung jumlahnya, dan, di tengah-tengah bencana yang terjadi sebagai hasil dari benturan dimensi, dia mengalahkan iblis-iblis yang mengambil kesempatan untuk menginvasi dunia melalui celah dimensi.

Bagi orang-orang yang tidak mempu mengikuti pergerakannya, ketika mereka melihat pedangnya, yang serupa dengan kobaran api biru, kemudian dia dijuluki ‘Penjaga Azure Flames,’ atau ‘Azure Flame Yuria.’

***

“Apa, ini benar tempatnya?”

Dengan rambut merah tergerai sampai bahu, seorang gadis melihat ke arah kabin, memiringkan kepalanya.

Namanya adalah Yuria Ahrien.

Karena permintaan sang Kaisar dan Paus, dia memulai sebuah perjalanan untuk membasmi Iblis. Peralatan sihir yang mampu mendeteksi jejak-jejak kekuatan sihir telah membimbingnya kemari, sebuah kabin yang sangat normal untuk tujuan pertanian, membuatnya memiringkan kepala karena bingung.

“Kelihatannya bukan alatnya yang rusak… mungkin ada ruang rahasia di basemen.”

Kompas suci yang beroperasi untuk tujuan melawan kekuatan sihir iblis, melacak keberadaan iblis, telah bekerja untuk generasi ke generasi dan sebuah pertahanan melawan raja iblis, dan sebagai harta yang tak terhitung harganya, tidak mungin bisa salah.

Ditambah lagi, berdasarkan pengalamannya, dia sudah menjumpai basemen dengan ruang-ruang rahasia, oleh sebab itu, ia dengan erat menggenggam pangkal pedangnya.

Sang Kaisar telah berjanji.

Jika ia berhasil menyelesaikan tugas ini, wilayah yang dimiliki Ashrien House yang telah dijual ke kaisaran akan dikembalikan ke mereka.

Wilayah itu tidak bisa disebut tanah biasa.

Itu adalah tanah yang digarap semenjak alam liar, dan masing-masing bagiannya tersemat dengan roh-roh keluarga Ashrien.

Menutup matanya sejenak, dia mencoba menenangkan diri.

Lawannnya adalah seorang Raja Iblis. Seorang Pemimpin para iblis, dengan jutaan iblis di bawah komandonya.

Bahkan iblis peringkat rendah dengan mudah mampu mengubah rumah kecil menjadi limbah kejahatan.

Raja Iblis mungkin sudah menyadari keberadaannya dan menyiapkan jebakan, atau sihir pemanggilan dengan puluhan iblis kelas tinggi yang siap dalam posisi siaga.

Tapi dia harus pergi.

Jika tidak, keluarganya sendiri, atau bahkan lebih buruk, semua orang akan menderita di bawah kebangkitan raja iblis!

Berdiri di depan kabin, Yuria mengalirkan garis cahaya biru yang tak terhitung jumlahnya melewati pintu, dan dengan cepat melompat ke belakang.

Bisa jadi ada banyak jebakan disana, bagaimanapun juga.

Ketika Yuria mendarat, pintu terbelah menjadi sembilan bagian, jatuh ke atas tanah.

Melalui ambang pintu, dia melihat seorang pria muda dengan rambut hitam

Dengan penampilan yang mampu menjatuhkan hati wanita manapun, tersembunyi dibalik pakaian hitamnya adalah sosok berotot yang tidak terlalu besar namun terlihat lebih elok. Meskipun Yuria telah bertarung melawan banyak iblis yang menggunakan kecantikan mereka untuk merayu orang-orang agar melakukan sesuatu yang mengerikan, tapi ia masih tersipu samar karena wajah pria elok ini.

‘Tenanglah diriku! Musuhmu adalah Raja iblis!’

Tapi seperti yang diharapkan dari seorang pendekar yang sudah menempa dirinya melalui banyak kerja keras, Yuria mampu menenangkan dirinya dalam waktu singkat dan mengambil kuda-kuda yang memungkinkannya menarik pedang kapanpun, dia mengunci tatapannya pada pria itu dan berteriak.

“Apa kau raja iblis?”

“Bukan, aku sudah berhenti?!”

Table of Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *