Bleach: We Do Knot Always Love You (chapter 3 part 2)

Font Size :
Table of Content

Delapan Hari sejak Rukia mengumumkan Nyuseki.Saat Kurosaki Ichigo baru saja pulang dari kelas sorenya, genkan di rumahnya sudah dipenuhi oleh sepatu berbagai ukuran.“Mereka sudah berkumpul semua ya… Aku pulang!”Sambil melepaskan sepatunya, dia menuju ruang tamu. Namun, sebelum dia membuka pintu, gagang pintu itu sudah bergerak dari dalam, pintu terbuka dan Arisawa Tatsuki melompat dari dalam.“Whoooa—hati-hati.”“Maaf Ichigo. Aku ad akelas karate, aku harus pergi dulu.”“Oh, kau mengajar di pusat komunitas itu, kan?!”“Ya! Sampai jumpa!”Tatsuki tergesa-gesa menyelinapkan kakinya ke lubang sepatu. “Terima kasih—” Ucapnya sambil berlari menuju genkan.“Ah, onii-chan, selamat datang.”Ichigo berhenti melangkah saat Yuzu menyapanya dari dalam.“Orihime-chan membawa banyak kue dari ABCookies untuk kita, kami sudah memakannya. Onii-chan bisa mengambil yang disuka di kulkas.”“Oke—”Dengan anggukan kecil Ichigo memasuki ruangan, semuanya duduk melingkar di atas bantal saat mereka menoleh ke arah ichigo. Di tengah mereka adalah kain tile yang sudah setengah jadi veil.“Kurosaki-kun, selamat datang—”Orihime tersenyum padanya sambil menggenggam sepiring kue cokelat di tangannya. Sado Yasutora yang berada di sampingnya memegang cupkace berbentuk kelinci penuh dengan krim di atasnya dengan satu tangan. Tangan satunya mengangkat ke arah Ichigo. “Sudah lama ya, Ichigo.”“Kau terlambat Ichigo! Arisawa baru saja pergi.”“Selamat datang Ichigo. Kau mengambil kelas hari sabtu juga? Hebat banget—”Asane Keigo dan Kojima Mizuiro yang nampaknya sudah selesai dengan kuenya sedang bersantai minum teh hitam sambil merentangkan kaki mereka.“Ichi-nii selamat datang… Ishida-san, bagaimana dengan bordiran bagian yang ini?”Sambil mengangkat wajahnya, Karin melirik ke arah Ishida Uryuu yang berada di sampingnya, dia memperlihatkan hasil jahitannya sebelum dia melanjautkan lebih jauh. Di samping Uryuu, Isshin juga mengintip bagaimana Uryuu memperlihatkan cara menjahit.“Kau ikut mengerjakannya?!”“Ayah juga ingin mengucapkan selamat pada Rukia-chan, kali—”Setelah membalas Ichigo, Isshin terus menusuk kain di depannya dengan tatapan serius.“Ini bagian Onii-chan!”Yuzu menyerahkan secangkir teh hitam pada Ichigo, kemudian dia duduk di samping Karin sebelum melanjutkan pekerjaannya.Saat itu pagi hari, seminggu yang lalu, Ichigo menerima pesan singkat dari Orihime. Tak hanya Ichigo, semua yang ada di rumahnya juga mendapatkan pesan yang sama dari orihime. Orihime menceritakan kalau dia ingin memberikan veil sebagai hadiah untuk Rukia atas pernihakannya dengan Renji, dan menanyakan semuanya apa mereka bisa membantu menambahkan bordirannya. Orihime membandingkan dan menyesuaikan jadawal semuanya, Ichigo juga menawarkan agar mereka menggunakan rumahnya untuk berkumpul. Karena itulah mereka ada sini sekarang.“Wow— kalian sudah menyelesaikan cukup banyak, ya?”Saat melihat jam dinding, waktu sudah menunjukkan jam tiga sore. Mereka sudah berkumpul sejak jam satu siang. Sudah dua jam berlalu. Namun veil sudah selesai sekitar tujuh pulun persen.“Selama seminggu ini, Inoue-san berkeliling ke semua orang untuk meminta membantu membordir.” Ucap Mizuiro.“Semua?” Tanya Ichigo ke Orihime.“Eh iya, kalau tidak salah ingat aku mulai dari Hiyori-san, kemudia ke Hachi-san dan Love-san, setelah itu ke Toko Urahara—Urahara-san, Tessai-san, Ururu-chan dan Jinta-kun! Lalu kemaren lusa aku pergi ke tempat Kuukaku-san…”“kau pergi ke Soul Society juga?!”“Iya—” Orihime dengan santai mengangguk mengagetkan ichigo. “Urahara-san meminjamkanku jubah anti reaiatsu, jadi kami tidak ketahuan saat pergi ke sana—”“Bukan itu yang aku khawatirkan… tapi yasudahlah! Lalu gimana?”“Saat aku meminta Ganju-kun membordir, Yoruichi-san datang dan bilang kalau sudah tahu semuanya dari Urahara-san. Yoruichi-san menggendongku dipunggungnya dan bershunpo mengelilingi Seireitei, jadi aku bisa menemui hampir semua orang yang kukenal.”“Inoue, aku tak terlalu mengharapkannya sih… apa Kuchiki Byakuya juga ikut memjahit?!”Atas pertanyaannya Sado, Orihime menggelengkan kepalanya dengan sedih.“Byakuya-san… dia hanya melihat.”“Melihat?!” Uryuu menggumam sambil memiringkan kepalanya.“Pelayannya, Seike-san. Seike-san bilang kalau dia tak bisa membiarkan kepala keluarga Kuchiki melakukan sesuatu seperti menjahit, jadi Seike-san menjahit untuk Byakuya-san dan Byakuya-san sendiri hanya melihat… Lihat, ini hasil milik Seike-san, cantik sekali.”Melihat sulaman yang ditunjukkan oleh Orihime, semuanya berkata, “Woooooh~”“Permisi~” Tiba-tiba seuara panggilan terdengat dari arah pintu masuk klinik.Yuzu buru-buru bergegas ke luar. “Iya—kami datang~”“Ayaaaah! Ada pasien!” Teriaknya sedetik kemudian.“Iya—iya—” Isshin berdiri dan bergegas. “Tolong simpan punyaku!”“Siapa juga yang mau mencuri punyamu, Si Janggut Keranjang! Sana cepat!” Karin dengan dingin meneriaki Isshin yang kemudian berlari ke arah klinik. Yuzu kembali bergabung di sana.Ichigo baru saja selesai makan kue tar sementara yang lain terdiam bekerja. “Jadi, dari mana aku bisa mulai?”“Sini, ada tutorialnya di sana, kau bisa menjahitnya di sekitar sini, Kurosaki-kun!”Dibagian atas secarik kertas yang diserahkan Orihime tertulis Teknik Menjahit Bunga Strawberry.“Bordiran ini—ini Bunga Strawberry?!”Ditengah lingkaran putih yang menunjukkan kelopak bunga, ada pola yang dijahit dengan benang emas mewakili benang sari dan putik.“Ini bunga kesukaanku sejak dulu.”Orihime menambahkan jahitan benang emas di tengah kelopak yang sudah dijahit oleh semua orang, satu persatu dia menyelesaikan pola bunga itu.“Bunga strawberry dalam hanakotoba—bahasa bunga jepang berarti ‘Keluarga Bahagia’ dan ‘Penghormatan dan Cinta’ kupikir keduanya sangat cocok sebagai motif untuk dipakai pengantin.”Uryuu bicara sambil menjahit motif kelopak bunga yang hasilnya sangat sempurna—hampir mirip dengan mesin jahit.Terkejut, orihime kemudian berkata, “Aku cuma tahu bagian ‘Keluarga Bahagia’-nya.”“Kenapa kau sampai tahu Bahasa bunga segala? Kok aku merinding gini ya?!”“Jangan begitu ke temanmu!” Teriak Yuzu pada Ichigo.“Bego! Aku akan selalu ingat sesuatu dengan sekali lihat!”“Benarkah?!” Teriak Keigo mendengar Uryuu. “Apa ada trik atau caranya? Akhir-akhir ini aku jadi pelupa. Kemaren aku mencari kata Kaus Kaki dalam Bahasa inggris, tapi aku lupa, jadi aku menggabungkan kata Kaki, pakai dan bungkus—pokoknya membingungkan.”Saat Orihime dan Yuzu tertawa keras, Mizuiro tersenyum dan nyeletuk. “Oh, kayaknya itu tanda-tanda penyakit otak.”“Berhenti mengatakan yang seram-seram! Dokter Ishida~ tolong beritahu sikampret ini kalau tidak boleh mendiagnosis orang sembarangan.” Teriak Keigo.Uryuu mengabaikannya dan melanjutkan jahitannya.“Jangan menangis Asano-kun!” Yuzu yang duduk di sampingnya menghibur sambil menempuk punggungnya.“Oh iya, aku jadi ingat. Kau jadi masuk ke Sekolah Kedokteran… sekolah di sana membutuhkan banyak uang, kan? Apa kau baik-baik saja dengan biayanya?” Tanya Ichigo sambil melanjutkan jahitannya dengan hati-hati.“Aku berusaha untuk mendapatkan beasiswa, tapi ayahku membayarkan kuliahku saat ini. Kalau aku yang dulu, mungkin aku sudah menolaknya… tapi hubunganku dengan ayahku sudah membaik, karena itulah aku menerimanya.”Mendengar Uryuu bicara dengan tenang masalah itu, Ichigo hanya mengangguk.“Ishida yang dulu orangnya sangat menyebalkan, ya?” Ucap Keigo yang kembali diabaikan oleh yang lain. Yuzu kembali menghiburnya.“Maaf… tapi aku juga harus pergi…” Melihat jam tangannya, Sado berdiri.“Apa? Chad juga?” Kata Ichigo kecewa.“Ya, aku diminta jadi lawan latih tanding… juara kelas berang Jepang.”“Huh?! Andou Daniel, ‘kan? Apa kalian dari gym yang sama?”“Tidak, kami dari gym yang beda… sepertinya ketua gym kami saling kenal. Katanya dia ingin latih tanding dengan orang besar.”“Jadi karena itu dia memanggilmu… sebaiknya jangan biarkan sang juara itu kehilangan kepercayaan dirinya.” Kata Mizuiro sambil mengangkat bahunya.“Muu… tidak akan… kayaknya…”Sado beranjak dan pergi menuju genkan.“Hati-hati padanya!” Ichigo berteriakPada hari ini, Andou didampingi oleh pelatih legendarinya terpikat oleh bakat Sado. Perlu beberapa tahun persuasi sebelum Sado memutuskan untuk menjadi Pro. Dalam satu kesempatan akhirnya Sado bisa dipandu menjadi juara dunia—tapi itu kisah sedikit maju ke masa depan.Seiring berjalannya waktu, Keigo, Mizuiro dan Uryuu juga pulang ke rumahnya. Hanya tinggal keluarga Kurosaki dan Orihime yang ada di ruangan itu. Saat Uryuu ingin pulang, Orihime juga mencoba untuk pulang dan mengatakan kalau akan menyelesaikan sisanya di rumahnya. Tapi yuzu menahannya dan mengatakan kalau dia akan membantunya sedikit lagi.Sekarang, Yuzu berdiri di samping Orihime di dapur, menikmati dirinya sendiri dan orihime menyiapkan makan malam. Ichigo dan Karin terus melanjutkan menjahit. Karin mengambil alih tugas Orihime menjahit benang emas.“Yuzu sepertinya sangat senang, ya?” Karin bergumam pelan yang hanya bisa didengar Ichigo.“Iya, rasanya dia lebih semangat dari biasanya.”“Gadis itu, dia keibuan dan dari pada melakukan sendiri dia justru senang kalau yang lain membantunya. Karena itulah Yuzu senang saat Orihime-chan datang.”Tawa riang terus terdengar dari arah dapur.“Bagaimana dengamu sendiri?”“Aku? Kalau buatku… aku juga senang… karena Orihime-chan sedikit mengingatkanku pada Ibu—sedikit.”Tangan Karin berhenti bergerak, dia melihat poster yang menempel di dinding. Poster itu adalah potret mendiang Masaki yang tertawa terbahak-bahak.“Haaa… tidak mungkin sama persis dengan poster itu—”“Tentu saja tidak seperti gambar itu—”Keduanya saling pandang, mereka tertawa bersamaan. Pintu yang terhubung ke klilik terbuka dan Isshin kembali.“Apa kita akan segera makan malam?”“Yap, Orihime-chan juga membantu! Kau sangat senang kan, Yuzu?!”“Uh Huh! Sebagian besar sudah disiapkan oleh Orihime-chan! Benarkan Orihime-chan?!” Yuzu Tersenyum“Aku cukup percaya diri dengan masakan ini—” Ucap Orihime terengah-engah dengan bangga.“Kalian sepertinya bersenang-snenag, jadi apa yang kalian masak?”“Hidangan utamanya, Omelet Kentang Salad—”“Ah kedengarannya enak~” Isshin menyela.“—saus kecap dan mentega.”Orihime tersenyum penuh percaya diri, menu yang agak tidak diketahui itu mendidih di depannya.“Ke—ke—kedengarannya e—enak, ya kan ‘Ichigo?”“—Jangan tanya aku!!”Akhirnya kelima orang itu mengepung Omelet kentang salad saus kecap dan mentega. Mereka memakannya, katanya hidangan yang disajikan itu sangat lezat.…Note:
*) Ichika, yang juga berarti Bunga Strawberry menjadi nama Rukia dan Renji.

Table of Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *