Bleach: We Do Knot Always Love You (chapter 2 part 3)

Font Size :
Table of Content

Yonbantai.

Setelah selesai berkeliling pusat medis, Kotetsu Isane kembali ke kantornya.

“Aku kembali~” Ucapnya sambil membuka pintu.

“Se—la—mm—mat d—da—ttta—ng— k—ka—k.”

Kiyone, sang adik sedang sibuk dengan tumpukan laporannya di atas meja, mengangkat wajahnya dan menjawab dengan mulut yang penuh dengan suzu castilla.

“Makan permen sambil kerja lagi?”

“Tak apa-apa, kan cuma ada kita! Aku butuh asupan gula agar bisa kerja ekstra.”

“Di Juusanbantai kau bisa melakukannya kan? Tanpa makan permen pula—”

“Beda dong. Berkas di Yonbantai banyak banget. Aku gak bisa kerja kalau gak makan ini—” Ucap Kiyone sambil melempar Suzu Castella ke udara dan menangkapnya dengan mulutnya.

“Hey—awas mengotori berkasnya loh—” Ucap Isane. “Oh iya, tadi aku bertemu Kuchiki-san dan Abarai-kun.”

“Oh! Mereka akan segera menikah, kan?!”

“Ya, mereka akan tetap menjadi fukutaichou, mereka berterima kasih atas dukungan kita semua. Sepertinya mereka sedang mengurus pernikahan mereka di Bagian Pencatatan Resimen.”

“Ah, dekat sini dong—”

“Kubilang di sana akan sedikit antri, makanya ku minta mereka agak cepat datang ke sana.”

Seperti namanya, Biro Administrasi Bagian Pencatatan Resimen adalah kantor administrasi yang mengelola informasi dan data tentang para pasukan Gotei 13. Dibandingkan dengan Bagian Personalia, bagian ini lumayan lebih pendek dalam hal antriannya.

“Saat menjadi Fukutaichou, aku juga pergi ke sana untuk mengurus berkas-berkasku— sudah tiga tahun ya sejak saat itu—” Gumam Kiyone.

Setelah Unohana Retsu meninggal, Isane ditunjuk untuk menjadi Taichou menggantikannya. Yonbantai adalah divisi yang bertugas dalam hal medis, bahkan mempunyai Pusat Medis yang merupakan Rumah Sakit Shinigami, tidak mungkin mereka akan membiarkan Yonbantai tanpa taichou di saat banyak orang terluka akibat perang.

“Mungkin ini pilihan sulit, tapi kami tak punya pilihan selain dari darimu—maaf—”

Kyoraku sendiri yang mengunjungi Isane, dia memberikannya surat penunjukan secara tertulis. Isane hanya menatap kosong kertas dalam genggamannya itu. Isane mengejar Kyoraku hingga ke depan Yonbantai, dia ingin menjadi taichou asalkan adiknya—Kiyone juga dilantik menjadi fukutaichounya.

“Oh iya, Fukutaichoumu, kenapa harus aku, kak?” Tanya Kiyone dengan tangan masih sibuk dengan dokumennya.

“Kenapa tiba-tiba?!”

“Kalau dipikir-pikir, aku belum nanya masalah ini. Sejak kita jadi satu kantor kita hanya kerja sebaik yang kita bisa—”

“—itu yang aku harapkan.” Gumam Isane yang sudah ikut sibuk dengan dokumen di mejanya. “Saat itu aku hanya ingin tetap bersama denganmu, dan Kiyone dekat denganku hingga kita bisa ada satu sama lain.”

Isane dengan Unohana, Kiyone dengan Ukitake. Mereka sama-sama kehilangan sosok yang begitu mereka hormati. Isane pikir mereka tidak akan bisa mengatasinya kecuali mereka saling mendukung.

“Tentu saja tak hanya itu.” Lanjut Isane. “Kaido-mu juga diperhitungkan kok.”

“Terima kasih—tapi apa cukup dengan Kaidouku bisa dipromosikan jadi Fukutaichou.” Kiyone tertawa sedikit malu.

“Lah, bukannya kaidoumu justru paling hebat dibandingkan murid seangkatanmu?!”

“Iya sih~ tapi belajar di kelas sangat beda kalau sudah terjun di lapangan.”

“Sebenarnya tertulis di data akademi kalau kemampuan kaidou-mu terlalu tinggi dibandingkan murid seangkatanmu… Unohana Taichou memang tak mengatakannya, sebenarnya, Kiyone, seharusnya kau ditugaskan di Yonbantai—”

“Benarkah? Kalau gak salah aku sudah mengajukan diri untuk bergabung dengan Yonbantai saat ujian terakhir.”

Isane juga sempat memberitahukan Unohana kalau adik perempuannya ingin berada di divisi yang sama dengannya, Unohana hanya tersenyum saat itu dan memberitahukan keadaan sebenarnya.

“Tepat sebelum pengumuman di keluarkan, Genryuusai-sama mengusulkan pada kepala akademi dan Unohana Taichou untuk menempatkanmu ke Juusanbantai. Unohana memang sedang berencana menugaskan Shinigami muda yang ahli kaidou di dekat Ukitake Taichou. Kesehatan Ukitake Taichou sedang memburuk kala itu sehingga Unohana Taichou harus bolak-balik pergi ke Ugendo.”

“Begitu?! Waktu itu aku juga curiga dan sempat tanya ke kakak. Aneh sekali lulusan baru sepertiku malah jadi ajudannya seorang taichou. Ternyata Genryuusai-sama—”

Membicarakan hal ini membuat Kiyone kembali teringat akan Ukitake. Bagaimana dia begitu menyukai sosok taichounya itu. Tak hanya dirinya, bahkan Shinigami veteranpun sangat menyukai sosok seorang Ukitake.

“Nah, setelah Kiyone bergabung dengan juusanbantai kesehatan Ukitake taichou perlahan membaik. Unohana taichou juga sering membicarakan kehebatanmu–‘Sungguh adik yang luar biasa—’” ucap Isane mengingat-ingat sanjungan Unohana. “Jadi, karena Kiyone sudah diakui oleh Unohana Taichou, itu sudah lebih dari cukup untuk menjadikanmu Fukutaichou di sini—”

“—terima kasih, kak!”

Kiyone tersenyum, tangannya meraih bungkus Suzu Castelllanya, tapi ternyata kantongnya sudah kosong.

“Yaah, sudah habis! Kau punya manisan lain gak, kak?”

“Kau masih mau nyemil? Bukannya kau sudah makan malam?!”

“Sudah kenyang sih~ tapi kalau buat cemilan perutku masih muat kok.”

Terlalu baik pada adiknya, Isane berdiri dan membuka lemarinya yang penuh dengan manisan.

“Banyak banget! Aku baru tahu kakak begitu suka makan manisan.”

“Ini cemilan saat kelas Ikebana. Semuanya dapat teh dan manisan—”

Unohana biasanya menyelenggarakan kelas Ikebana setiap bulan, sampai saat ini Isane terus melanjutkannya. Kiyone memang tidak ikut karena dia tidak kuat duduk terlalu lama. Namun, kelas ini begitu popular di kalangan Shinigami perempuan divisi empat.

“Tapi—bukannya itu terlalu banyak?!” Ucap Kiyone.

“—Aku harus membelinya. Ini adalah permen-permen yang sangat disukai Yachiru-chan.”

Isane adalah orang terakhir yang bertemu dengan Yachiru.

Saat itu Isane sedang mengobati lengan Yaichiru yang dipatahkan oleh Sternritter V, The Visionary, Bremmy Thoumeaux.

“Huuft—harusnya sudah bisa digerakkan sekarang.”

“Terima kasih, Kote-chin.”

Yachiru tersenyum dan kemudian berdiri, menatap panggung pertempuran yang dibuat oleh imajinasi Gremmy. Zaraki dan Gremmy bertempur di atas kubus besar yang terbuat dari tanah.

“Aku harus pergi—” Ucap Yaichiru.

“Ah, jangan Kusajishi Fukutaichou!” Isane meraih lengan Yachiru. “Di sana terlalu berbahaya.”

Yachiru melepaskan genggaman Isane dan berlari pelan.

“Akhirnya—akhirnya Ken-chan bisa memanggilku—” Gumam Yachiru.

Itu adalah kata-kata terakhir Yaichiru yang Isane dengar

“Karena sang ketua tidak ada, Asosiasi Shinigami Perempuan sedang macet, Wakil KEtua, Nanao-san juga dengan sibuk. Nemu-san saat ini juga masih bayi.” Kiyone melanjutkan pekerjaannya sambil menelan Konpeito.

“Eh?!” Isane terkejut. “Nemu-san sudah tumbuh menjadi bayi?! Terakhir kali aku melihatnya masih belum apa-apa—”

Dia ingat benar saat dikenalkan dengan Menuri Hachigou, seonggok daging yang mengambang dalam tabung penuh cairan.

“Yah, karena semua orang takut untuk melihat hasil pemeriksaan mereka, mau tak mau aku yang mengambilkan catatan medis mereka di Litbang. Waktu itu aku melihat Nemu-san dengan merangkak nakal di sana. Saat kusapa ternyata memang Nemu-san dan dia mengenaliku—ah, lucu sekali pokoknya.”

Hachigou diciptakan berdasarkan otak yang diambil dari tubuh buatan Nemuri nanagou, meski tubuhnya berbeda, ingatan dan semangat Nanagou tetap ada di sana.

“Haaa—aku mau lihat! Tak apa-apa kan menemuinya?!”

“Kenapa tidak?!” Ucap Kiyone. “Kurotsuchi Taichou tak sampai begitunya melarang seharusnya.”

“Kapan ya bagusnya kesana?” Isane langsung tersenyum dan membalik buku kerjanya, dia mengangkat wajahnya. “—bagaimana kalau kita ajak semuanya menjenguk Nemu?”

Table of Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *