Bleach: We Do Knot Always Love You (chapter 1 part 5)

Font Size :
Table of Content

Rokungai Barat, Distrik 1; Juunrinan.

Juubantai Taichou, Hitsugaya Toushirou menghabiskan liburannya dengan mengunjungi neneknya. Makan Natto manis bersama sambil bercakap.

Natto adalah makanan kesukaan nenek nenek tua yang menjaganya di Rukongai, dan sejak dahulu kala dia memakannya, dia tetap menyukainya sampai sekarang. Kadang-kadang neneknya akan mengirimkan makanan ini ke kantor divisinya.

Mentari mulai tenggelam, gelap mulai menyapa Soul Society. Bell pertanda berakhirnya jam kerja berdenting cukup keras hingga terdengar ke distrik terdekat. Hitsugaya yang berbaring di atas tatami beranjak dan menggulungnya rapi.

“Aku kembali dulu, Nek. Aku kan pulang lagi besok.” Ucapnya yang sudah berada di balkon sambil mengikat jarawi di kakinya.

“Pulanglah kapan saja. Besok akan kubelikan Natto manis lagi.” Jawab sang nenek pelan.

“Tak usah, biar aku saja yang beli sebelum ke sini.”

“Benarkah? Terima kasih kalau begitu.”

“Iya, kalau begitu, sampai jumpa~”

Tangan kecil Hitsugaya melambai ke arah neneknya. Kakinya beranjak bersama dengan mentari yang mulai menghilang. Ketika Hakutomon sudah terlihat olehnya, kakinya berhenti mendengar sesuatu.

“Hiyaaaaaat!!!”

“Ugiya— sialan! Aku tak punya pilihan lain selain melakukan ini!”

“Takkan kubiarkan! Shu—ba—ba—ba—”

“Woaaaaa! Sougyo kupret! Akan kubalas kau—”

Dari jalan seberang Hitsugaya, dia mendengar seorang pemuda dan anak-anak sedang bermain. Hitsugaya sedikit kenal dengan suara orang yang berperan jadi orang jahat itu.

“Hahahaha… Ganju nii-chan pinter sekali acting! Huh, apa karena Kuukaku-sama sekalu memarahinya, ya?”

“Ye—ah. Sampai jumpa lagi, Ganju nii-chan!”

“Yoo! Hati-hati!”

Mereka menyelesaikan permainan mereka. Semuanya kembali kecuali Ganju yang mengurungkan niatnya untuk pulang setelah melihat ada Hitsugaya lewat daerah sana.

“Kau— Si Juubantai itu, kan?” Teriak Ganju.

“Hitsugaya Toushirou!” Koreksi Hitsugaya. “Kau… Shiba Ganju?”

“Walau pertama kali bertemu. Kau bahkan sudah tahu nama lengkapku—”

Seingatnya, dia memang belum pernah bertemu dengan Hitsugaya secara langsung seperti ini. Hitsugaya memang cukup terkenal di majalah Seireite Communication. Ganju Cuma melihatnya beberapa kali dari jauh. Tapi walau di dekat sekalipun Hitsugaya memang tidak jauh seperti anak-anak. Setidaknya, begitulah pemikiran Ganju.

“Hmmm…. Apa aku memang seterkenal itu di kalangan Shinigami?” Ganju mengkhayal. “Tidak mungkin, apa karena saking terkenalnya dia mau bertemu denganku?”

Ganju semakin mengkhayal, menjadi ketua para Shinigami. Tak ada yang berani melawan perintahnya. Setidaknya, dia memerintah Hitsugaya dalam khayalannya.

“Adik Shiba Kaien?”

Sementara menyeringai dan menggaruk-garuk dagunya. Tiba-tiba dia membuka mulutnya, “Tidak—tidak—tidak— Mana mungkin aku jadi Shinigami!”

“Apa maksudmu?” Hitsugaya semakin tak mengerti. Ganju di depannya hanya terus geleng-geleng kepala.

“Aku cuma mengingatmu dari Klan Shiba, apalagi tadi anak itu memanggil namamu—”

“Oh, ternyata begitu—”

Khayalannya langsung buyar. Bahunya melorot. “Oh iya, jangan salah sangka, apa yang kau lihat itu— kami main Sougyo.”

“Sedang main Sogyo?!” Hitsugaya sedikit tak mengerti.

“Ya ampun, kau Shinigami dan tidak tahu?! Sougyo no okotowari, karya Ukitake-san!” Jawab Ganju.

Sougyo no Okotowari adalah Novel Petualangan yang ditulis oleh Ukitake Juushiro di Seiretei Communication.

“Owh— cerita itu—” Gumam Hitsugaya.

“Reaksimu gitu banget— Ini sangat pupoler, ‘kan!”

Ukitake menulis suatu seri petualangan bernama “Sougyou no Okotowari! (Penolakan Ikan Kembar!)”, yang bercerita tentang protagonisnya, Sougyou, yang bertarung untuk menyelamatkan desa-desa dari orang jahat. Frase yang sering digunakannya adalah, “Aku akan menolaknya!” dan novel tersebut sangat terkenal di kalangan anak-anak Seiretei. Walaupun publikasinya pernah terhenti sesaat, saat seri ini muncul lagi, novel ini selalu berhasil menggapai salah satu dari posisi tiga besar pada ranking popularitas.

Setelah peperangan, karya Ukitake ini juga semakin terkenal. Akses antara Rokungai dan Seireitei semakin gampang, begitupula penyebaran buku-buku dan majalah yang ada di Seireite. Sekarang, hampir setiap took buku di Rukongai selalu ada Sougyo no Okotowari! Setiap hari selalu menghibur anak-anak, bahkan dicaca berapa kalipun walau sudah usang.

“Kita tak bisa membaca kelanjutannya lagi—” gumam Ganju.

Seireite Communication terakhir terbit sebulum Invasi para musuh. Sougyo no Okotowari diterbitkan kembali tiga bulan lalu yang menceritakan seorang perempuan desa diculik oleh musuh, Sougyo terluka parah ketika menyemalamatkannya.

“Luka yang kuterima memang menyakitkan, Namun terluka demi orang lain tak ada artinya sama sekali!” Frase yang terkenal dalam cerita itu.

Kata-kata yang sangat mencerminkan Ukitake sendiri. Hitsugaya sesaat teringat Shinigami yang rambutnya senada dengannya itu.

“Itu cerita yang terbit sekali tamat, aku tak begitu mengerti apa yang harus kukatakan kalau sudah tak berlanjut lagi—”

Ganju menghela nafas beberapa kali.

“Kakakku, Shiba Kaien, dia menjabat sebagai Juusanbantai Fukutaichou, saat dia pulang dia selalu certita tentang Ukitake-san. Waktu itu aku masih kecil— aku hampir tak ingat sama sekali. Namun yang pasti saat itu kakakku menceritakannya dengan sangat bangga!” Ucap Ganju.

“Aku mengerti—” Gumam Hitsugaya.

Walaupun sudah tiga tahun kepergiannya, semangat Ukitake tak memudar dalam ingatan semua orang, bersama dengan cerita-cerita yang dia tinggalkan.

“Maaf sudah menahamu, sepertinya kau sudah mau kembali.” Ucap Ganju.

“Tak masalah. Tidak buruk juga bicara denganmu.”

Melihat Hitsugaya yang sedikit tersenyum, Ganju juga tersenyum.

“Hehehe— sampai jumpa lagi, Taihcou-san!”

Melihat punggung Ganju yang semakin menjauh, Hitsugaya sedikit teringat masa lalu.

“Tolong urus ya sementara aku pergi, Toshiro!”

Ucapan itu tiba-tiba terngiang di kepala Hitsugaya. Mantan Juubantai Taichou adalah orang yang tersenyum tulus. Kurosaki Isshin, sebelumnya Shiiba Isshin, ayah Kurosaki Ichigo dan paman Ganju.

Hitsugaya berbalik dan melanjutkan langkahnya.

Kita tak pernah tahu, mungkin suatu hari nanti kita akan bersatu kembali dengannya, sebagao Shinigami di Seireite—Hitsugaya berharap.

Table of Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *