Bleach: We Do Knot Always Love You (chapter 1 part 3)

Font Size :
Table of Content

Akademi Shinigami—Perpustakaan

Selama liburan panjangnya, Nanao lebih memilih untuk menghabiskan waktunya di sini, untuk membaca. Perpustakaan ini memang masih baru, amat sangat baru, kesan perpustakaan lama sudah hilang, segalanya dibangun mulai dari awal. Walaupun bau kayu yang baru dipernis masih begitu menyengat hidung, sama sekali tak mengganggu keseriusan Nanao untuk membaca.

Nanao mengambil salah satu buku. Melihat judulnya, itu adalah salah satu buku favoritnya, dia sudah membacanya berkali-kali. Saat membuka sampulnya, terdapat lambing divisi delapan di sana.

“Ah, tanda ini…”

Dia baru sadar kalau buku itu adalah buku yang dia tulis dulu. Di samping lambing Divisi Delapan, tertulis dengan cukup jelas Nanao Ise di sana.

Dulunya setiap divisi di Gotei 13 di sediakan perpustakaan yang dikelola oleh masing-masing divisi. Namun, saat perang besar terjadi kerusakan terjadi dimana-mana, dan perbaikan pertama difokuskan pada bangunan-bangunan yang lebih penting. Nanao sedikit-sedikit merasa perpustakaan dilupakan begitu saja. Karena itulah dia meminta pada Kyoraku Soutaichou untuk memperbaiki Perpustakaan utama di Akademi.

Perbaikan dilakukan dengan cukup cepat, buku-buku yang masih selamat dari perang dikumpulkan dan ditata kembali di Perpustakaan Pusat Akademi.

“Syukurlah yang ini selamat…” Gumamnya dalam hati.

Nanao yang menjadi anggota Divisi 8 di saat umurnya masih kecil, dia langsung dipercaya untuk mengelola perpustakaan saat itu.

Yadomaru Lisa yang seorang Fukutaichou waktu itu juga dikenal sebagai penggila buku. Bahkan tidak jarang dia menggunakan uang divisinya untuk membeli buku yang dia mau. Saat ditanya pasti jawabannya untuk koleksi perpustakaan. Buku-buku yang sudah di abaca langsung dia masukkan di Perpustakaan Divisnya. Hampir semua isi perpuustakaan divisi delapan itu adalah koleksi pribadi milik Lisa.

Penghargaan dari Perpustakaan Pusat, adalah penghargaan yang diberikan oleh Akademi untuk pada lulusan yang telah menyumbangkan lebih dari 1000 buku dalam setahun. Lisa yang mendengar Nanao mendapatkan penghargaan itu, langsung meminta Kyoraku untuk merekrut Nanao agar masuk divisi delapan. Saat itu Nanao akan dipromosikan untuk menjadi anggota Kidoushuu.

Kyoraku hanya tersenyum sambil menunjukkan formulir pendaftaran divisi delapan atas nama Nanao. Lisa cukup senang dengan kebetulan itu. Kyoraku juga sudah merencanakan Nanao untuk mengurus perpustakaan, demi kebaikan bersama kedepannya. Dan tentu saja Lisa tidak tahu alasan Kyoraku merekrut Nanao karena Shinken Hakkyouken.

Mengeluarkan buku dari kardus, mengecap dengan lambing divisi, menginput ke dalam komputer, lalu mengatur letaknya. Pekerjaan yang sangat menyenangkan bagi seorang Nanao yang sangat menyukai buku. Kadang-kadang Lisa datang menemui Nanao membawakan koleksi buku terbarunya, mereka menjadi akrab dan sangat dekat. Sebulan sekali, mereka mebawa satu buku untuk dibaca bersama di kantor divisi.

Namun, malam itu Lisa menjadi korban Hollowfication Aizen.

Setelah beberapa hari Lisa menghilang, Kyoraku memberikan sebuah buku yang ditinggalkan Lisa untuk Nanao. Buku itu berisi tentang Kidou tingkat atas dan hanya para Buntaichou—shinigami berpangkat saja yang boleh membacanya. Nanao masih ingat betul bagaimana Kyoraku memberikannya dengan cukup diam-diam.

“Tanpa buku ini, bagaimana kau akan jadi Fukutaichou…” Gumam Kyoraku saat itu.

Khawatir pada kemampuan Zanjutsu Nanao, Lisa bermaksud untuk mengajari Nanao merapal mantra Kidou. Nanao sangat unggul dalam Kidou, dan bermaksud mengabaikan Zankensoki—Empat Teknik Dasar Shinigami—yang haru seimbang, Lisa ingin membuat Nanao jauh lebih unggul dalam kidou dari pada Shinigami lain. Karena itulah dia membutuhkan buku Kidou itu.

Sampai sekarang, buku using itu masih Nanao simpan. Itulah kekuatannya.

“Hai, Nanao-san. ”

Sapaan kecil medikit mengagetkan Nanao. Hinamori datang mendekatinya.

“Tidak sedang bertugas?” Hinamori duduk di kursi diseberang Nanao.

“Iya. Hinamori-san, bukannya ini masih jam kerja?”

Nanao melihat jam dinding yang terpasang di salah satu pilar Perpustakaan di sana. Jam menunjukkan kalau masih ada dua jam sebelum jam kerja habis.

“Hirako Taichou yang menyuruh. Sudahi saja untuk hari ini, anak kecil sepertimu tidak baik kalau kerja terus, bolos sajalah sekali-kali. Begitu katanya” Hinamori mengulangi ucapakan Hirako. “Tiap hari marah-marah terus.”

“Oh… begitu…”

“Nanao-san juga begitu, kan? Saat Nanao-san lembur pasti Kyoraku Taichou datang terus marah-marah. Nanao-san sedikit terganggu, kan? Entahlah, tapi sepertinya Kyoraku Taichou maupun Hirako Taichou terlalu sering menyuruh kita untuk bersantai.”

“Memang!” sebuah suara nyeletuk di samping mereka. ”Jadi kalian lebih suka banyak pekerjaan?”

Tiba-tiba Yadomaru Lisa mengintip dari balik lemari di dekat mereka.

“Lisa-san! Eh—”

Hinamori cepat-cepat menutup mulutnya.

“Santai saja, Cuma ada aku kok.” Lisa duduk di samping Nanao, Hinamori masih gugup bukan kepalang.

“Kau masih suka membaca?” Tanya Lisa pada Nanao.

Mata Lisa mengintip tumpukan buku yang ada di depan Nanao. Nanao terkajut, tentu saja. Nanao memang tipe yang sedikit berekspresi, tapi matanya bisa menjelaskan semuanya. Dias emakin gugup.

“Yadomaru-san! Terima kasih untuk semuanya.”

“Tak perlu berterima kasih. Lihat Nanao sedang gelisah dan Hinamori tegang begitu!” Teriak Lisa menarik perhatian orang orang di sana.

“Jangan… jangan… tolong jangan— Bisa-bisa nanti saya membaca buku di pojokan.” Gumam Nanao.

Hinamori melambai-lambaikan tangannya lalu berdiri hendak pergi.

“Hinamori! Duduk! ” Teriak Lisa.

“I—Iya!” Tak berani menatap Lisa, Hinamori kembali pada tempatnya. Melihat Hinamori yang masih gemetar dan Nanao salah tingkah, Lisa menghela nafas pelan.

“Aku tak mengerti kenapa Nanao tiba-tiba berterima kasih. Kalau masalah yang dulu, apa yang kulakukan itu hanyalah hal sepele dalam hidupmu, aku hanya memberimu kesempatan. Kau menjadi Fukutaichou karena dirimu sendiri, karena kau memang giat belajar, tak ada hubungannya denganku. Kau tak perlu berterima kasih segala. Mengerti?” ucap Lisa.

“Yadomaru-san—” Gumam Nanao.

“Mengerti, tidak?” Lisa mempertegas pertanyaannya.

“I—iya!”

Nanao sangat rindu percakapan seperti ini, Air matanya hendak mengucur mengingat waktu yang dia habiskan dengan Lisa beberapa ratus tahun lalu. Setiap kali Nanao berterima kasih, wajah Lisa langsung seram, alisnya langsung menyatu. Lisa memang tak suka ada yang berterima kasih padanya kalau masalah kecil. Nanao hanya menunduk.

Lisa hanya diam sambil melihat kedua Shinigami di depannya diam.

Tiba-tiba—

“Hiks…. Hiks… Hiks…”

Hinamori menangis.

“Hah? Kenapa Hinamori-san?” Nanao langsung bangkit dari dudukny menghampiri Hinamori, mengelus-elus punggungnya dan memberikan saputangannya. Nanao bingung.

“Ma—af! Hal seper—ti ini. Ikatan kalian berdua… perasaan kalian berdua… kalian pasti begitu dekat… kalian pasti begitu rindu!”

“Hinamori-san, rasa empatiku berlebihan…”

Nanao yang sedang menghibur Hinamori sedikit membuat Lisa tersenyum. Dia ingat dulu Nanao hanya seroang anak kecil. Dia hanya seorang anak kecil yang tak ahli dalam hal Zanjutsu, tapi bukan berarti dia tidak bisa menjadi seorang Gotei 13. Buku Kido yang dulu dia berikan pada Nanao sepertinya telah merubahnya. Dia sekarang adalah seorang Fukutaichou Divisi Satu.

Tanpa sadar, Lisa tersenyum masam.

Menunggu Hinamori berhenti menangis. Lisa menggelar kertas yang berisi daftar Buntaichou Gotei 13. Mulai dari Taichou hingga Kursi ke-20 setiap Divisi.

“Aku butuh bantuan kalian—”

“Lisa-san, ini kan—”

“Sudah setengah tahun aku jadi kapten Divisi 8, selalu saja diminta untuk mencalonkan wakil kaptenku sendiri.”

Setelah Kyoraku dan Nanao pindah Divisi, Nanao ditugaskan untuk mengerjakan pekerjaan Kapten dan Wakil Kapten Divisi 8 sekaligus. Lisa baru resmi menjadi Kapten Divisi 8 Enam bulan lalu. Dia sudah senang kalau saat itu Nanao hanya mengerjakan tugas Kaptennya dan pekerjaan Wakil Kapten tetap dikerjakan Nanao, bahkan sampai sekarang Nanao masih mendapat tugas ganda.

“Aku akan cukup senang, kalau ada yang mengerjakan tugas sebagai tugas wakil kaptenku!”

Walaupun Nanao bersama dengan Okikiba Genshirou sebagai Wakil Kapten Divisi Satu, tetap saja belum cukup waktu untuk melakukan tugas dengan cepat seperti saat ini. Perbaikan di sana-sini, kebutuhan mendesak di sana-sini. Bahkan Nanao sendiri bisa kewalahan bila tugas datang dalam waktu bersamaan.

“Kalau aku bilang ke Soutaichou, ’Anda sudah punya dua kapten, biarkan Nanao bersamaku!’ Dia pasti menjawab, mana mungkin.”

Lisa sudah meminta Nanao menjadi wakil Kaptennya, agar dia focus saja pada pekerjaan Divisi Delapan. Tapi tentu saja Kyoraku menolaknya mentah-mentah.

Pipi Nanao memerah, dia batuk-batuk kecil mecoba menenangkan dirinya.

“Awalnya aku ingin mengambil Yonbantai Daiyonseki—Kursi ke-4 Divisi 4 Iemura Yasochika sebagai Wakil Kaptenku. Tapi ternyata telah, dia sudah ditarik dari Divisi Empat.”

Pada saat itu, Kursi ke-7 Yamada Hanatarou juga dipromosikan jadi Kursi Ke-3 saat Iemura keluar.

“Tapi, setelah perang berakhir, Iba-san dipromosikan menjadi Kapten Divisi 7 dan mengangkat Iemura sebagai Wakil Kaptennya.” Sambung Lisa.

Kapten setiap Divisi mempunyai hak untuk memilih anggotanya dari Kursi-9 ke atas. Dia juga punya hak untuk membantah Central 46 dalam hal ini.

Awalnya, memindahkan Iemura ke Divisi 8 adalah keputusan Central 46. Tapi Iba sebagai Kapten Divisi 7 memintanya sebagai Wakil Kapten dirinya. Karena itulah Central 46 sekalipun tak berhak melarangnya.

“Aku juga sudah melirik Akon, tapi Mayuri keduluan mengambilnya. Dan dia, Kursi ketiga Divisi 8… Enjouji, Aku tak ingin mempromosikannya, entahlah!”

Lisa menujuk foto Enjouji dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya memainkan ujung rambut yang sedang dia kepang. Bahkan, setelah setengah tahun menjadi Kapten, dia bahkan tidak hafal siapa nama panjang kursi ke-3nya sendiri, Enjouji Tatsufusa.

“Enjouji Daisanseki tidak bagus?” Hinamori mencoba bertanya.

Lisa menggeleng-geleng kepalanya pertanda tidak suka.

“Kalian tidak lihat wajahnya seperti orang tak penting gitu. Dia tidak cocok jadi Fukutaichou.”

“Aha… hahaha…” Hinamori dan Nanao hanya tertawa.

“Nah, aku ingin pendapat kalian, walaupun dari pangkat rendah, sebutkan saja. Yang penting bisa mengerjakan tugasnya dan bisa membiarkanku untuk bolos kerja.” Ucap Lisa.

Telunjukkanya mengetuk-ngetuk meja menunggu jawaban dari Nanao dan Hinamori.

“Bagaimana dengan Hanatarou-ku? Dia pekerja keras walau temperamennya seperti itu, dia juga sangat berbakat!” Ucap Hinamori.

“Yamada dari Divisi 4… apa dia ada hubungannya sama Seinosuke?” tanya Lisa.

Hinamori bingung, dia baru mendengar nama itu. “Seinosuke— san?”

“Aku ingat betul namanya. Yamada Seinosuke, Yonbantai Fukutaichou. Dia kakaknya Hanatarou, kan?” Tanya Lisa balik.

“Hah?! Hanatarou-kun punya kakak seorang Fukutaichou?” Hinamori Kaget.

Nanao hanya mengangguk pertanda iya.

“Saat itu Yadomaru-san masih Wakil Kapten Divisi Delapan, dan Seinosuke-san adalah Wakil Kapten Divisi 4. Ketika dia meninggalkan Gotei 13. Kotetsu Isane-san kemudian dipromosikan menjadi Wakil Kapten Divisi Empat.” Nanao menjelaskan.

“Kalau kau adinya Seinosuka, harusnya kau berbakat, tapi—”

Lisa bicara pada foto Hanataro yang ada di sana. Melihat fotonya langsung membuat Lisa tak yakin. Senyumnya canggung, terbuka setengah. Lisa tak bisa menjelaskannya.

“Wajahnya seperti orang depresi begitu, seperti orang mau mati saja. Nggak, dia tak cocok jadi Wakil Kapten” Lanjut Lisa.

Lisa kembali pada daftar Shinigami di depannya.

“Orang seperti apa Ayasegawa Yumichika ini? Walau Narsis begitu nampanya masih bisa diandalkan juga.” Lisa menunjuk Kursi ke-3 Divisi Sebelas.

“Yumichika-san tentu cukup baik—” Nanao menghela nafas.

“—Tapi kemungkinan besar dia akan menolak. Dia selalu menolak kalau mau ditransfer ke divisi lain.” Sambung Hinamori.

Mendengar jawaban keduanya. Lisa mengetuk-ngetuk dagunya.

“Sudah kuduga kalau aku masih tidak kenal orang-orang ini…” Lisa kembali memandang daftar shinigami yang ada disana. “Aku baru diangkat beberapa waktu lalu. Sejak perang itu, banyak buntaichou yang harus digantikan.”

Pada saat perang, para Buntaichou berada di garis depan. Akibatnya, banyak yang menjadi korban dan kedudukan Buntaichou tak sedikit yang harus digantikan dengan orang baru.

“Hah, Kalau Nanao sudah terbiasa dengan pekerjaan Divisi Satu. Boleh tidak aku merekrut Okikiba?” Tanya Lisa.

“Saya tak begitu yakin… Kami tak bisa melakukannya tanpa Okikiba-san, acara minum teh bulanan sekarang Okikiba-san yang bertanggung jawab.” Jawab Nanao.

Saat Yamamoto Genryusai Shigekuni masih menjabat di Gotei, dia mengumpulkan para anggota Gotei untuk melakukan acara minum tek hijau—Matcha di Divisi satu. Setelah Yamamoto Genryusai gugur, acara tersebut sempat terhenti, namun Okikiba-san memperbaiki ruang minum teh yang sempat hancur dan mengadakan kembali acara itu.

“Acara Minum Teh Divisi Satu ada lagi? Aku baru tahu…” Ucap Lisa.

“Okikiba-san juga mengatakan kalau dia belum tentu bisa bekerja untuk divisi lain. Jadi, biarkan saya menanyakan kepastiannya dulu… Lagipula saya juga baru belajar cara membuat Koucha—Teh Hitam. Saat acara nanati saya berencana tidak hanya menyajikan Matcha saja, tapi juga Koucha.”

“Aku mengerti… Sasakibe-san—” Lisa menggumam kecil.

“Saya membaca berkas milik Sasakibe-san setelah dia tak bekerja di sini lagi. Semakin saya pelajari, ternyata dunia teh begitu mendalam.” Gumam Nanao.

Wakil Kapten Divisi 1 yang gugur dalam perang, telah mempelajari tentang Britania dan sangat menyukai Koucha. Pengetahuan tentang teh yak seperti yang dibayangkan. Lebih rumit dari yang dibayangkan. Bahkan Genryusai yang tidak menyukai hal-hal barat, suka dengan Koucha.

“Andai saja mereka berada bersama kita sekarang. Jii-san, Sasakibe-san, semoga mereka bisa tenang di sana.”

Dari bayang bayang rak buku, Hirako Shinji muncul dari sana.

Liked it? Take a second to support admin on Patreon!
Table of Content