Bleach: We Are Do Knot Always Love You (chapter 1 part 2)

Font Size :
Table of Content

“Dari Abarai-kun. Bisa tidak kita berkumpul malam mini?”

Kira menggumam apa yang tertulis di ponsel roh-nya Nama Hinamori Momo juga tertera di daftar penerima pesan itu.

“Hinamori juga diajak. Kau sendiri bagaimana?”

Langsung mengerti kalau Kira sedang mengajaknya bicara, Genji mengangkat wajahnya, tersenyum tipis lalu menepuk-nepuk tumpukan tumpukan kertas yang ada di mejanya.

“Anda tak melihat ini, Kira Fukutaichou?”

Kira langsung membalas senyum,

“… Aku kusampaikan salam Anda, Pak Kepala Sekolah.”

Saat kedua Shinigami itu hendak menyelesaikan pembicaraannya, seseorang datang dengan kecepatan yang luar biasa, seorang perempuan berambut hitam dengan lincahnya melompat melewati jendela yang sedang terbuka. Rambutnya yang dikuncir kuda menderai mengikuti lankah cepatnya.

“Sepertinya kalian sedang bersenang-senang.”

Shihoin Yoruichi, tertawa dengan kedua tangan di pinggangnya.

“Apa kabar, Shihoin Sensei,” Sapa Genji

“Sudah lama sekali ya, Shihoin-san,” Timpal Kira

Kira dan Genji mecoba untuk berdiri memberikan salam. Tapi kedua langsung ditahan oleh Yoruichi.

“Sudah setengah tahun ya, Kira. Kau masih bersama Otobarashi?”

Rojuro Otobarashi, Sanbantai Taichou, begitu sangat tertarik pada music, tak hanya mengenai nada-nadanya, Rose juga punya hobi memainkan alat-alat musik.

Saat Yoruichi masih menjabat sebagai kepala Klan Shihoin, Rose juga ikut andil dalam Kelompok Gagaku di keluarga Shihoin. Ya, hubungan Yoruichi dan Rose sudah terjalin sejak ratusan tahun, mereka sudah bersahabat dari dulu. Yoruichi juga sekali atau dua kali selalu mengunjungi Sanbantai dalam setahun, dia membawakan hadiah dari dunia manusia untuk Rose. Karena Kaptennya itulah Kira menjadi kenal lebih dekat dengan Yoruichi.

“Masih baik, saya juga sudah terbiasa dengan pertujuan musik Rose Taichou selama jam kerja”

“Kau sudah terbiasa?”

Kira mengangkat bahunya. Di Sanbantai begitu banyak alat musik, berderet berdampingan sepanjang lorong. Sesuka Rose mau memainkan yang mana, sesuka hatinya memilih dan memainkan alat musiknya, menghiraukan pekerjaannya maupun orang lain. Awalnya Kira menegurnya, tapi karena hal itu sama sekali tak menganggu hasil pekerjaannya, Kira bisa menolerirnya.

“Kau membiarkannya?”

“Aku akan membiarkannya.” Jawab Kira.

Yoruichi hanya terkekeh kecil melihat kedua shinigaminya begitu akrab.

“jadi, bagaimana dengan kelas anda, Shihoin Sensei?”

“Hah… anak anak muda itu menyenangkan…”

Sebelum lupa, Yoruichi buru buru membrikan selembar kertas pada Genji.

“Ini list mereka yang sudah cukup mampu untuk masuk.”

Genji langsung melihat dengan wajah yang bersemangat.

“Yang dilingkari ini—”

“Oh, kau bisa menempatkan mereka ke Divisi 9. Hakuda mereka tak begitu bagus, tapi mereka cukup pandai dalam hal menulis.”

“Oh, Baiklah.”

Genji buru-buru mengambil buku kecilnya dan mencatat apa yang baru saja dikatakan oleh Yoruichi dan melepitkan kertas dari yoruichi ke dalam catatannya.

“Cukup mengejutkan kalau Yoruichi-san bisa seserius seperti ini menjadi guru.”

Yoruichi mengangkat satu alisnya—entah bagaimana caranya, tapi dia bisa melakukannya. Matanya menyipit ke arah Kira.

“Oh, jadi kau sekarang berani mengolokku?”

“Tidak— bukan begitu, serasa tidak masuk akal. Karena Taichou bilang kalau anda tak begitu senang menerima tawaran ini.”

“Sekarang aku juga masih gak senang kok.”

“Shihoin sensi, ayolah jangan seperti itu di depan para murid.”

“Bukannya sudah kukatakan. Aku tak begitu tahu ukuran dalam mengajar yang baik. Setengah bulan sekali aku harus memberikan pelajaran khusus di akademi. Kalau aku setuju menjadi Kapten Divisi 8 setelah pemulihan ini, aku sudah tak ada di tempat ini.”

Kyoraku memberikan sebuah pilihan pada Yoruichi, kalau dia menolak menjadi Kapten setelah masa pemulihan Gotei 13, dia harus mengajar Hakuda dan Hohou pada murid tahun 5 dan 6 setiap setengah bulan.

“Yah, mana mungkin orang berbakat seperti Yoruichi-san dibiarkan menganggur. Setiap Divisi setidaknya juga sudah memilih satu orang untuk mengajar di Akademi.” Celetuk Kira

“—Karena banyak Guru yang meninggal data Perang Melindungi Soul King”

Selama perang berlangsung, semua murid di evakuasi di satu tempat. Justru karena itulah reiatsu mereka berkumpul dan membuat para musuh mudah menemukan mereka. Para Soldat dengan mudahnya mengalahkan mereka, bahkan para guru-guru seniorpun gugur di hadapan para murid karena kalah jumlah.

Di saat sudah putus asa, seorang bertopeng meluncur ke arah mereka.

“Pahlawan telah datang!” Teriak Wakil Kapten Super Divisi 9, Kuna Mashiro sambil menginjak-nginjak beberapa Soldat.

Sebelumnya, dia bersama dengan Kensei, pergi untuk melawan Sternritter. Tapi Kensei merasakan reiatsu di Akademi yang semakin menipis, Kensei melarang Mashiro untuk ikut denganya. Seperti biasa, Mashiro guling-guling sambil mengumpat—bayangkan saya dia mengambek ke Kensei—tak jelas.

Kensei duduk di depannya.

“Pergi ke Akademi, Mashiro. Pergi dan lindungi masa depan Shinigami.”

Kensei meraih lengan Mashiro dan membantunya berdiri, ada lencana yang dibuat sendiri oleh Mashiro. Kensei meliriknya.

“Kau itu bukan Fukutaichou Biasa, kan?”

Mashiro langsung bersemangat, langsung melompat ke arah langit dan menghilang.

Meskipun para murid berhasil dilindungi oleh Mashiro—dalam bentuk Hollownya, Mashiro belum sempat menolong sepertiga dari para guru yang sudah dikalahkan oleh Soldat. Karena itulah sekarang Akademi Shinigami dalam keadaan kritis, dan merupakan saalah satu hal yang paling utama untuk segera dibenahi.

“Perang Melindungi Soul King… Mendengarnya saja sudah membuatku tak tahan.” Gumam Yoruichi

“Kalau anda menceritakan sebenarnya.. kekacauan pasti akan terjadi.” Ucap Kira.

Setelah Ichigo berhasil mengalahkan Yhwach, Mayatnya dia bawa ke Istana Raja Roh oleh para Royal Guard. Ratusan segel diciptakan untuk melindungi tubuh Yhwach. Bagaimanapun, tubuh Yhwach adalah Pengganti Soul King, masih meluapkan reiatsu yang begitu besar. Bila dibiarkan, keseimbangan dunia akan goyah. Karena itulah, untuk saat ini tubuh Yhwach dijadikan pengganti Soul King.

Kematian Soul King disembunyikan, dan memberikan nama perang saat invasi Wandenreich itu dengan “Perang Melindungi Soul King”

“Istana Roh berhasil dilindungi dan Soul King tidak terbunuh, itu yang kita ajarkan pada mereka. Kalau saya pikir, ini sama halnya dengan pemalsuan sejarah.” Ucap Genji tak senang, sambil menggelang-gelengkan kepalanya

“Yah, begitulah sejarah!” Gumam Yoruichi.

Dia ingat bagaimana dirinya dulu dianggap pengkhianat dan diburu oleh Soul Society. Keduanya pun diam.

“Jangan berwajah seperti itu. Sejarah bukan hanya tentang aku saja!” ucap Yoruichi.

Tiba tiba terdengar ketukan pintu.

“Sensei, Saya diminta untuk mengumpukan tugas.” Terdengar suara murid laki-laki dari ruangan sebelah.

“Baik, aku akan ke sana. Kita juga harus membicarakan masalah pendaftaran.”
Genji langsung meninggalkan mereka berdua.

“Jadi, hanya ada kita bedua…”

Yoruichi tersenyum licik, melihat Yoruichi yang menguasai keadaan, kira sedikit gugup. Yoruichi langsung mendekat ke arah Kira, bersandar ke sofa di samping Kira.

“Kudengar, tubuhmu berlubang cukup besar…”

“Kenapa tiba-tiba…”

Kira langsung meletakkan tangannya di dada kananya, tepat ditempat lubang di tubuhnya. Sebelum menjalani operasi dari Mayuri, dia harus membiarkan lubang di dadanya tidak tertutup untuk mengeluarkan panas tubuhnya. Tapi setelah perang selesai Mayuri sudah membedahnya sehingga Kira tak perlu pergi dengan lubang terbuka—yang bisa dilihat oleh semua orang. DIa bisa memakai Shihakushou seperti biasa lagi.

“Kurotsuchi bilang Nemu adalah Maha Karyanya dalam Teknologi Jiwa Buatan. Kira adalah Maha Karyanya dalam Pembedahan—Pembentukan Kembali—tubuh. Biar aku lihat lubannya.”

“Hah, aku belum dengar hal gituan!”

“Aku tak akan kasar loh, aku Cuma ingin lihat seperti apa bentuknya, seperti apa lebarnya. Tak akan mempengaruhi lebar lubangnya kok.”

Melihat Kira yang bercelah, Yoruichi langsung memegang tangan kanan Kira dan melompat ke tubuh Kira.

“Tolong hentikan!”

Kira mencoba untuk menarik tangannya dan membenarkan kerahnya yang sudah ditarik oleh Yoruichi.

“Kira, anak-anak ini punya pertanyaan dan—”

Renji kembali dengan dua orang murid perempuan. Tapi dia dan kedua murid itu membeku saat melihat Yoruichi dan Kira seperti itu. Shihakushou—seragam Shinigami—Kira acak-acakan dan longgar, sedangkan Yoruichi duduk di atas tubuh Kira—mengangkanginya.

“Ma—maaf Kira!”

“Jangan minta maaf, ini bukan seperti yang kalian kira.”

Genji menutup pintunya kembali. Kira sedikit mendorong Yoruichi dan berlari mengejar Genji. Tapi mereka sudah pergi, dari koridor masih terdengar anak perempuan meneriakkan “maaf!” dengan jelas.

“Kenapa jadi seperti ini—”

Yoruichi hanya mengengung pelan, seakan dia memperdulikan keadaan. Sama seperti dia datang, Yoruichi langsung menghilang melewati jendela.

Keesokan harinya, berita tentang “Hubungan Terlarang Atara Shihoin Sensei dan Kira Fukutaichiu” tersebar begitu cepat di Akademi. Dan dikatakan kalau Kira takut begitu dia bertemu dengan Suifeng. Suifeng selalu memandang dan memelototi Kira dengan pandangan—kutukan—mematikan. Sudah menjadi rahasia umum kalau Kapten Divisi 2, Suifeng Taichou adalah pemuda Yoruichi.

*) Gagaku: jenis musik klasik yang telah ada pada istana Kekaisaran sejak zaman Heian (Wikipedia)

Table of Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *