Ban 4 – Penjelajahan

Font Size :
Table of Content

Aku mulai menjelajahi area sekitar dengan tujuan mendapatkan makanan. Aku mulai dengan mondar-mandir di sekitar danau.

Dalam situasi ini, jenis makanan yang pertama terpikirkan dan bisa didapatkan adalah ikan, namun aku tidak yakin jika disana ada dan aku juga kekurangan peralatan memancing untuk menangkapnya. Aku bisa menembaknya menggunakan senapan jika spesimen yang cukup besar muncul, namun mengambilnya akan sulit. Mari simpan dulu rencana itu untuk nanti.

Jadi kupikir aku akan mencari jenis tanaman saja. Namun sulit memilah-milah mana yang bisa dimakan dan tidak jika tanpa pengetahuan yang benar.

Aku terpaksa menggunakan Nanom untuk mengeceknya dengan meremas daun-daun diantara jari-jariku sampai muncul cairan dan menyuruh Nanom men-scannya setelahnya.

Aku mulai dengan tanpa pandang bulu meremas daun-daun dari berbagai jenis tanaman yang bisa kutemukan.

(Apakah mungkin mendapatkan nutrisi yang bisa dikonsumsi dari tanaman-tanaman lokal ini?)

[Itu bisa dilakukan. Namun tanaman yang kau pegang saat ini tidak bisa dimakan.] [Tidak cocok untuk dikonsumsi.] [Tidak cocok untuk dikonsumsi.]

……

[Memungkinkan untuk diambil dan dicerna.]

Baiklah! Namun ketika aku memasukannya ke dalam mulutku, rasanya benar-benar mengerikan. Aku dengan segera memuntahkannya dan menyuruh Nanom hanya menunjuk benda-benda yang bisa dianggap sebagai makanan.

[Cocok sebagai makanan.]

Bagus, akhirnya dapat satu! Aku mencoba daunnya, namun rasanya tidak enak. Sama halnya dengan batangnya. Aku mencabutnya dari tanah dan melihat umbi kecil mirip lampu bohlam tumbuh dari akar-akarnya dengan ukuran sekitar tiga sentimeter. Ketika aku mencicipinya, rasanya seperti kentang mentah.

Tidak terlalu enak sih, namun rasanya mungkin akan berubah jika aku memanggangnya sedikit. Yosh, mari kumpulan ini untuk sekarang.

Selagi aku asyik dengan mengumpulkan umbi-umbian mirip kentang tersebut, seekor hewan pengerat yang mirip perpaduan kelinci dan tikus muncul dari jarak 30 meter. Aku mematung di tempat saat mata kami bertemu. Apakah hewan itu bisa dimakan?

Oke kawan. Kau memang imut, tapi aku masih membutuhkanmu sebagai makananku.

Aku sengan cepat mengambil senapan dan membunuhnya dengan sekali tembakan. Aku perkirakan hewan yang mirip kelinci-tikus ini memiliki berat sekitar 5 kilogram setelah melihatnya dari dekat. Telinganya terlalu kecil untuk ukuran kelinci namun terlalu besar untuk ukuran tikus.

Saat aku memasukkan jariku ke dalam luka yang yang terbuka akibat tembakan, Nanom menilai bahwa ini cocok sebagai makanan jadi aku membawanya.

Aku putuskan menamainya ‘kelinci-tikus’ ketimbang ‘tikus-kelinci’ karena kedengarannya lebih bisa dimakan. Tapi yah, keduanya adalah hewan pengerat jadi apapun boleh lah.

Aku berhasil mengumpulkan 21 buah umbi-umbian mirip kentang serta seekor hewan buruan kelinci-tikus. Ini sudah waktunya untuk kembali ke bukit batu.

Tak kusangka aku bisa mendapatkan makanan dengan mudah. Jika kedepannya terus seperti ini, aku mungkin bisa bertahan hidup.

Aku putuskan menguliti hewan buruanku di tepi danau sebelum kembali ke bukit batu untuk memasaknya. Aku memotong-motong hewan buruanku selagi mendengarkan instruksi yang Nanom berikan.

Hmm, bagian yang layak konsumsi jauh lebih sedikit dari yang diperkirakan. Hanya dua kaki depan dan dua kaki belakang yang diekstrak. Sekitar sekilo daging kurasa. Jika aku mengambil tulangnya juga, akan terisa 700 gram, kurang lebih. Bisakah aku memanfaatkan bulunya untuk sesuatu? Aku tidak bisa memikirkan kegunaan yang jelas saat ini. Lebih lagi, aku bahkan tidak tahu harus menggunakannya untuk apa. Ini disayangkan, namun aku harus membuangnya.

Kemudahan aku teringat sesuatu.

(Kapsul penyelamatan, tolong merespon.)

Aku coba menghubungi kapsul itu sekali lagi, namun masih belum ada tanggapan. Yah, karena Iris sekarang tidak ada, aku tidak kecewa tentang hasil ini.

Aku kembali ke bukit bebatuan dan mulai menyiapkan kelinci-tikus untuk dimasak. Aku belum pernah mencoba memasak di luar ruangan semenjak SMP. Aku agak bersemangat soal ini.

Aku mengumpulkan beberapa kayu bakar dan menyalakannya menggunakannya senapan laserku.

Memasak bisa dibilang satu-satunya hobiku. Aku tidak benar-benar melakukan selama pelayaran kapal, namun terkadang aku meminjam ruangan serbaguna kapanpun kami berlabuh di pangkalan dan mentraktir sisa-sisa squadku dengan masakanku.

Pada saat-saat aku masih belum bisa memasak, aku meneliti berbagai resep dan menjelajahi situs-situs gourmet untuk mendapatkan info yang berguna.

Aku mungkin hanya memanggang beberapa potong daging, namun tentunya itu bukan tugas yang sederhana. Kupikir memang sulit memasak dengan benar kalau tanpa alat-alat dapur ya?…. Yah, secara teknis, aku tidak benar-benar memasak, hanya sekedar memanggang daging diatas api.

Aku akhirnya selesai memanggang satu potong kaki yang ditusuk menggunakan satu batang kayu. Rasanya agak kuat, namun lumayan.

Tapi sejujurnya, sulit menilai rasanya. Jika seseorang bertanya apakah ini enak atau tidak, aku mungkin akan menjawab ‘entahlah’. Rasanya tidak buruk, namun tidak bisa dikatakan enak juga.

Biar bagaimanapun juga, satu-satunya rasa yang ada hanyalah daging alami karena aku tidak menambahkan rempah atau bumbu apapun seperti garam. Aku mungkin terlalu berharap karena aku terlalu menempatkan sedikit usaha untuk mengikutinya, mengumpulkan kayu bakar, dan memasaknya.

Tapi kupikir rasanya akan jauh lebih enak jika aku menambahkan beberapa garam.

Garam, ya… apakah mungkin jika mengumpulkan beberapa batu garam di dekat sini?

Sekarang sudah malam. Aku akan mencarinya besok pagi. Karena mubazir, aku putuskan memasak daging sisanya dan memakan semuanya.

Aku kenyang hanya dengan menyantap daging. Apa yang harus kulakukan dengan umbi-umbi mirip kentang yang sudah kukumpulkan? Aku menguburnya di bara sisa-sisa pembakaran dan sedikit menutupnya dengan tanah.

Harusnya itu cukup untuk membakar mereka. Yah, kukira tidak masalah sekalipun itu tidak berhasil.

Karena ini sudah cukup gelap, aku putuskan untuk pergi tidur.

(Mode siaga dinyalakan. Bangunkan aku saat fajar)

[Dikenali.][Sekarang sudah fajar. Mohon bangun.]

Hah. Kelihatannya aku tidur cukup pulas semalam. Matahari pagi begitu menyilaukan. Tunggu, itu mengingatkanku…!

(Hey Nanom, tepatnya berapa lama sehari di planet ini.)

(Sekitar 24 jam.)

Jadi sepertinya sama dengan planet asalku.

Mari periksa umbi-umbi mirip kentang itu yang kukubur semalam. Beberapa bagian ada yang hangus dan sebagainya lagi ada yang tidak. Aku mengusapnya satu dan mencicipinya.

Hey, ini cukup enak! Rasanya seperti kentang bakar biasa. Ini akan menjadi sarapanku untuk hari ini.

“Aku sangat berharap punya garam dan beberapa peralatan memasak saat ini,” gumamku pada diriku di tengah-tengah menyantap umbi bakar itu. Orang memang suka berharap sesuatu yang mereka tidak punya.

Aku berencana menjelajahi dan melakukan pencarian makanan lagi hari ini. Aku akan lakukan yang terbaik.

Untuk permulaan, aku akan terus menjelajahi area sekitar danau. Seluruh area tepi danau harusnya membentang lebih dari lima belas kilometer. Ada jalur bekas rombongan hewan-hewan liar, jadi tidak begitu sulit berjalan di sekitar tempat itu.

Setelah aku menemukan beberapa tanaman jenis baru, aku dengan segera meremasnya diantaranya jari-jariku

Sebuah tanggapan[Cocok sebagai makanan] muncul setelahnya. Penampilannya seperti rumput biasa, namun mengeluarkan aroma yang tidak kentara, jadi mungkin ini tipe obat. Aku memasukan lima ikat tanaman itu ke sakuku.

Ketika aku berjalan sekitar setengah bagian danau, aku berhasil mencapai sungai besar tepat di bagian hulu. Yah, karena ini adalah danau besar, menemukan sebuah sungai tidak terlalu mengherankan.

Aku memandang sungai itu lekat-lekat. Jika ada sungai disini, maka jika aku mengikutinya akan mengantarkanku ke laut. Aku sudah memastikan keberadaan laut sewaktu aku berada di kapsul penyelamatan dengan memeriksanya melalui layar eksternal.

Jika aku pergi ke laut, harusnya aku bisa mendapatkan beberapa garam. Tentunya ini perlu dipertimbangkan.

Aku menyebrangi sungai besar itu dengan melompatinya. Dengan bantuan peningkatan otot nanom, lompat sejauh lima meter jadi cukup mudah, bahkan tanpa berlari sekalipun.

Aku akan berjalan-jalan sejenak selagi meremas-remas tanaman sampai akhirnya menemukan sesuatu yang cocok dimakan.

Sepertinya itu sejenis dedaunan sayur. Rasanya juga enak ketika aku mencicipinya. Aku mungkin bisa menggunakannya untuk salad atau semacamnya.

Aku juga mengantongi lima ikat dari mereka.

Setelah berjalan lebih lama, aku berhasil menemukan mahluk mirip babi-hutan sedang minum air di tepi danau. Jauhnya sekitar 400 meter.

Meskipun aku merasa agak kasihan, aku akan menjadikannya sebagai makan malam nanti. Aku harus mengamankan makanan sebanyak mungkin bagaimanapun juga.

Aku menarik senapan dan menguncinya. Jaraknya yang 400 meter bukanlah apa-apa dihadapan fungsi zoom senapan ini.

Setelah mendapatkan pembesaran yang cukup, aku dengan segera menarik pelatuk. Mahluk mirip babi-hutan itu langsung terkapar sesaat setelah suara plasma yang terbakar meledak.

Ketika aku mendekati buruanku, aku mendapati ukurannya lumayan besar dari perkiraan. Ini pastinya lebih dari seratus kilogram.

Taringnya jauh lebih lebar dari babi-hutan liar yang kukenal. Tidak salah jika kau menyebut hewan ini babi-hutan bergading karena taring-taringnya memiliki panjang lebih dari 30 sentimeter. Kau tentunya akan terkoyak jika sampai tertusuk oleh gading-gading itu.

Alam memang tidak bisa dianggap remeh. Biar bagaimanapun juga, ada mahluk berbahaya seperti ini berkeliaran.

Nanom menilainya cocok sebagai makanan.

Namun mendapatkan sesuatu yang begitu besar akan jadi masalah buatku. Sekalipun aku bisa memperoleh banyak daging, aku tidak bisa membekukannya ataupun mengawetkannya. Aku juga tidak bisa menghabiskan semuanya dalam satu kali santap. Dan satu-satunya metode masak yang tersedia saat ini adalah memanggangnya diatas api.

Karena apa boleh buat, aku hanya memotong satu kaki belakangnya dengan pisauku dan hanya mengambil bagian itu. Bahkan satu kaki belakang sudah bernilai 10 kilogram daging.

Setelah berjalan cukup jauh selagi melihat-lihat sekitar, aku tiba-tiba mendengar suara cipratan air. Ketika aku berbalik ke belakang, aku melihat sisa-sisa babi-hutan liar itu diambil oleh ‘sesuatu’ dari dalam danau. ‘Dia’ dengan mudah menarik babi-hutan besar itu tanpa kesulitan.

Aku terkejut dan cepat-cepat mengambil beberapa jarak menjauh dari danau.

Ada babi-hutan raksasa dan mahluk misterius itu juga. Alasan aku tetap aman sampai sekarang bisa dikatakan murni karena keberuntungan. Aku putuskan lebih waspada mulai sekarang.

Aku berhasil kembali selamat ke bukit batu itu selagi tetap waspada dari berbagai ancaman yang mungkin terjadi.

Saat aku bangun tidur sebelumnya, aku punya rencana untuk mandi di danau. Namun setelah melihat apa yang terjadi barusan, aku tidak mau melakukannya sekalipun ditawari uang dalam jumlah besar.

Tapi sesuai dugaan, orang memang tidak bisa menahan rasa tidak nyaman setelah tidak mandi selama dua hari. Apa yang harus kulakukan?

Untuk sekarang, aku cuma perlu makan dulu.

Api tidak akan bisa mematangkannya secara merata jika aku membakar seluruh bagian kaki begitu saja, jadi aku memotongnya kecil-kecil dan menusuknya dengan batang kayu.

Daging matang tak berlangsung lama. Aku mengambil beberapa tanaman obat yang kudapat sebelumnya dan memotongnya kecil-kecil. Aku mencampurkannya dengan daging dan sayuran-sayuran dan memakannya bersama-sama.

Yang ini cukup enak! Sangat melimpah dengan daging yang juicy dikombinasikan bersama bumbu ‘liar’. Masih belum ada garam, tapi ini masih cukup enak. Tanaman obat dan sayurannya tentu membuat perbedaan.

Aku makan dengan rakus dan langsung kekenyangan. Sekarang aku bisa menganggap ini hidangan yang sebenarnya.

Masih ada banyak daging yang tersisa jadi aku akan menyimpannya untuk besok. Tidak baik menghabiskannya untuk satu hari.

Setelah memuaskan perutku, aku memikirkan hal-hal yang kutemukan hari ini: sungai besar, babi-hutan bergading dan mahluk misterius yang tinggal di dalam danau.

Setelah sukses memperoleh beberapa air dan makanan kemarin, aku merasa bahwa area sekitar danau tidak berbahaya seperti yang dipikirkan. Namun sepertinya aku terlalu cepat menyimpulkan.

Jika aku mengikuti arah sungai besar, aku akan mencapai laut. Garam dan makanan laut adalah prospek yang menarik.

Namun aku masih belum familiar dengan planet ini. Jika aku terburu-buru akan sesuatu tanpa info yang cukup, itu mungkin akan membuatku kehilangan nyawa.

Selama pengalaman dua hari ini, kemungkinan aku hidup dan mati sendirian di planet ini cukup tinggi.

Tidak ada internet. Tidak ada orang lain untuk diajak bicara. Tidak ada hiburan. Yang bisa diharapkan mungkin cuma makanan.

Saat aku memikirkan ini, sebuah dorongan untuk melakukan petualangan tiba-tiba datang.

Untuk hidup yang menyenangkan dan tanpa penyesalan, aku perlu mengambil beberapa resiko. Yeah, kedengarannya tidak buruk.

Aku benar-benar bersemangat sekarang.

Baiklah! Aku akan mengikuti aliran sungai dan pergi ke laut! Aku tidak berniat menghabiskan hidupku seperti seorang petapa di tempat seperti ini. Aku akan pergi melakukan petualangan! Aku sekarang sudah pensiun dari kemiliteran. Mulai dari sekarang, aku seorang petualang!

Setelah memutuskan ini, aku berkemas menyiapkan keberangkatanku besok. Aku berencana mengantongi daging yang tersisa untuk bekal makananku selama perjalanan.

Aku tidak bisa langsung memasukkannya ke dalam tas, jadi aku memeriksa sekitar melihat apakah ada sesuatu yang berguna untuk mengikatnya, dan akhirnya menemukan tanaman dengan daun yang panjang dan lebar. Aku mencoba meremasnya diantara jari-jariku.

[Tidak cocok untuk makanan.]

(Apakah tidak masalah jika aku hanya menggunakannya untuk membungkus sesuatu?)

[Tidak ada masalah.]

Aku mencabut beberapa daun dan melakukan trial dan error. Akhirnya aku berhasil membuat sesuatu yang bisa digunakan untuk membungkus makanan setelah beberapa kali percobaan. Kuncinya adalah menenunnya bersama-sama.

Aku mengiris sisa-sisa daging. Aku khawatir tentang keracunan makanan, jadi aku putuskan memasaknya dengan benar besok.

Selanjutnya, aku mengumpulkan beberapa umbi mirip kentang selama perjalanan ke danau. Aku mengamankan beberapa air minum dari danaunya juga.

Hey! Benar juga. Aku mungkin bisa mandi jika aku hanya mengambi beberapa air dari danau untuk digunakan. Aku tidak perlu benar-benar mandi di danaunya.

Aku berhasil menyelesaikan semua persiapan tepat waktu. Hari sudah cukup gelap, jadi kupikir sudah waktunya tidur.

Table of Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *