Bab 8 – Melarikan Diri (bagian I)

Font Size :
Table of Content

Baiklah. Aku sudah selesai mengemasi semua barang dan merapikan semua senjataku.

Nanom ingin memeriksa luka Cleria, jadi aku harus memberitahunya. Aku menjelaskan maksudku melalui gerakan tubuh seperti biasa dan membuatnya duduk.

Aku melepas kaki palsunya, lalu balutan kain dan perban. Lukanya sudah memiliki lapisan kulit tipis yang menutupinya. Tulangnya tidak mencuat seperti sebelumnya, namun aku bisa secara samar merasakannya di bawah permukaan kulit yang tidak rata.

Advertisements

(Dia sama sekali tidak merasakan sakit bukan?)

[Reseptor rasa sakit di sekitar lukanya saat ini sudah diputus.]

(Berapa lama kau bisa menumbuhkan anggota badannya lagi?)

[Tidak bisa dipastikan. Tingkat regenerasi sangat tergantung pada penyerapan nutrisi dan ketersediaan material yang cukup.]

Ternyata benar, huh? Kau tidak bisa meregenerasi anggota tubuh tanpa material yang cukup.

[Saat ini proses sedang dijalankan dengan secara perlahan membongkar sel-sel dari anggota tubuhnya yang lain sebagai pengganti.]

(Asumsikan jika kita mendapat nutrisi dan material yang cukup, berapa lama yang dibutuhkan?)

[Tiga minggu.]

(Berapa lama waktu yang dibutuhkan jika kakinya yang menjadi prioritas utama?)

[Dua minggu.]

Itu lumayan cepat. Untuk sekarang mari prioritaskan kakinya dulu.

Normalnya, sekalipun seseorang mengkonsumsi banyak makanan, jumlah nutrisi yang bisa ia serap dalam satu kali makan terbatas, dan sebagian besar nutrisi malah terbuang dari tubuh. Itu karena tubuh manusia dirancang untuk tidak mengambil jumlah nutrisi lebih dari yang dibutuhkan untuk menunjang fungsinya secara normal.

Namun, jika nanom ambil bagian dalam proses alami, menyerap nutrisi dalam jumlah maksimum bisa dilakukan dan menyimpannya di dalam tubuh. Memanfaatkan nutrisi tersebut, memungkinkan nanom untuk meregenerasi anggota tubuh dengan membuat bagian-bagian sel berakselerasi.

(Jenis makanan apa yang dibutuhkan?)

[Daging, umbi mirip kentang dan bahan makanan lain yang kaya akan vitamin dan mineral.]

Hmm. Itu penjelasan yang terlalu umum. Namun kukira apa boleh buat karena kami tidak banyak tahu tentang bahan makanan di planet ini. Sepertinya aku perlu mencari dan mengumpulkan beberapa makanan lagi. Namun aku tidak berpikir ada sekumpulan umbi mirip kentang di area sini.

Hmm? Tinggu dulu! Jika kakinya secara bertahap mulai tumbuh, maka dia tidak akan bisa menggunakan model kaki palsu yang sekarang!

(Bisakah kau mengembangkan kaki palsu yang lain untuknya?)

[Kita hanya bisa membuat tipe yang ini dengan bahan-bahan yang tersedia sekarang.]

Nanom menunjukkan desain kaki palsu pada jendela virtual. Desainnya terlalu sederhana – hanya menyisakan penyangga untuk menahan seluruh berat Cleria dan akan menggangu pusat gravitasinya. Dia tidak akan bisa banyak berjalan jika seperti ini.

Tapi setidaknya ia bisa berkeliling memakai ini. Kabar baiknya, aku berhasil menghindari skenario terburuk sekali lagi. Dengan kata lain, Cleria tidak akan bisa berjalan untuk sementara waktu sampai kaki Cleria beregenerasi secara penuh.

(Sudahkan kita mengumpulkan semua bahan yang dibutuhkan untuk model kaki palsu yang baru?)

[Ada di dalam tas.]

Baiklah, itu bagus.

Aku tidak tahu seberapa jauh kami harus melakukan perjalanan, nanum kemungkinan perlu untuk menyiapkan kemah lain tergantung jumlah hari sampai mencapai tempat tujuan kami. Aku akan memastikannya dengan Cleria nanti.

Mari pasang kembali kaki palsunya untuk sekarang. Aku membalut kembali tungkainya dengan perban dan lembaran kain.

(Tolong akses reseptor peraba Cleria dan tentukan metode balutan optimum dari itu.)

Aku kembali membalutkan lembaran kain kemudian memasang kaki palsunya. Aku tidaklah puas dengan hasilnya, jadi aku melepasnya lagi dan mengulangi proses. Aku mencobanya beberapa kali sampai mendapatkan balutan paling optimal.

Selanjutnya adalah lengannya. Saat ini juga ditutupi oleh lapisan kulit tipis, seperti kakinya. Sepertinya tidak ada masalah.

(Prioritaskan regenerasi untuk kakinya.)

[Dipahami.]

……

Setelah menunjukkan kemampuan berpedangnya, Lord Corinth menurunkan pedang dan membungkuk padaku. Sepertinya dia berterimakasih padaku. Aku senang. Kupikir sebelumnya aku terlalu pongah, namun tampaknya bukan begitu. Kupikir dengan status bangsawan Lord Corinth, dia akan bisa mendapatkan pedang kualitas tinggi sebanyak yang dia mau dengan mudah. Tapi mungkin dia tidak membawanya karena berbagai keadaan.

Dia sepertinya ingin aku memperlihatkan lukaku. Dia mungkin berniat memeriksanya. Aku juga ingin melihat seperti apa tangan dan kakiku yang putus.

Ketika kaki palsu dan perban dilepas, yang nampak di depanku adalah tungkai yang menyedihkan. Aku hampir menangis. Lord Corinth menunjukkan ekspresi pahit saat memeriksa kakiku yang putus. Apakah berarti lebih parah dari yang diperkirakan? Dia membalutkan perban dan memasang kembali kaki palsu itu, namun pada akhirnya berulang-ulang bongkar pasang mengulangi proses yang sama. Sekarang dia nampak puas setelah mencoba beberapa kali dan memberi isyarat padaku untuk berdiri.

Ah, sangat menakjubkan! Aku sedikit merasakan sakit sebelumnya saat melangkah. Kupikir ini wajar karena kakiku sudah putus, namun sekarang aku tidak merakan sakit apapun. Sepertinya aku bisa melangkah dengan lebih mantap mulai dari sekarang.

Dia juga memeriksa lenganku, yang sekarang juga sudah buntung. Saat aku melihatnya sendiri, aku melihat bahwa lapisan kulit tipis sudah terbentuk diatas luka ketimbang keropeng. Mustahil! Aku mendapatkan luka ini kemarin, dan sekarang sudah ditutupi dengan kulit?

Apakah Lord Corinth memakai sesuatu yang lebih dari sekedar sihir penyembuh sederhana?

Lord Corinth tidak terlalu terkejut ketika dia melihat keadaan lenganku dan membalutkan kembali perban seperti biasa.

Selanjutnya, dia menunjuk ke arah tanah dan menggambar sebuah lingkaran di atasnya. Dia kemudian menunjuk ke arah jalan di depan dan menggambar garis dari lingkaran itu ke arah jalan. Dia menggambar tanda X setelah mencapai poin tertentu. Dia menempatkan dua jari diatas baris itu dan menggerakkannya seperti orang berjalan.

Apakah dia bertanya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tempat tujuan kami? Harusnya menghabiskan waktu 21 hati, jadi aku mengangkat kelima jariku di depannya lalu membuka dan menutupnya sebanyak empat kali. Apakah pesanku ini tersampaikan?

Lord Corinth sekali termenung memikirkan sesuatu. Apakah ada masalah?

Dia sepertinya mengajakku makan. Dia membuka manisan yang dibalut bungkusan metalik itu lagi dan memberikannya padaku. Ini sangat enak! Ini sedikit kurang sopan, namun aku menghabiskannya hanya dalam beberapa saat.

Kami akhirnya siap untuk keberangkatan. Aku mengenakan pelindung lengan dan tulang keringku. Sayangnya, bagian untuk tubuhku yang putus hanya bisa aku buang.

Saat Lord Corinth melihatku berusaha melakukan itu, dia menghentikanku dan mulai menyimpannya ke dalam tas. Aku memberi isyarat padanya beberapa kali bahwa itu tidak diperlukan, namun ia masih bersikeras melakukannya ke dalam barang bawaannya. Akan lebih jika membuat tas seringan mungkin.

Yah, sebenarnya itu terbuat dari myrthil. Jadi masih bernilai jual. Namun kurasa tidak akan terlalu mahal karena cuma sepasang.

Kami membawa masing-masing barang bawaan kami dan berangkat.

…….

Saatnya pergi. Masih ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan, namun untuk sekarang, terlalu berbahaya tetap disini. Mari pikirkan itu nanti.

Cleria dengan sedih membelai salah satu kuda yang mati itu. Mungkin itu kendaraan pribadinya? Oh, untunglah aku tidak jadi mengulitinya semalam.

Aku meletakkan pedangku di pinggang dan memanggul ranselku. Aku menarik tali tas panggul di atas kepalaku agar aku bisa membawa satu di setiap sisi. Selimut aku taruh di atas ransel. Senapanku menggantung di bahu. Ada cukup banyak barang, namum aku masih bisa membawanya dengan mudah.

Cleria juga meletakkan pedangnya di bahu dan menggantungkan tas di salah satu bahunya. Tas itu nampak penuh, namun harusnya tidak terlalu berat.

Baiklah! Aku juga akan mempelajari bahasa dengan benar selagi dalam perjalanan. Aku sudah lelah terus menggunakan bahasa isyarat. Aku juga perlu mencari bahan makanan.

Aku menunjuk diriku sendiri dan berkata ‘Alan’. Kemudian menunjuk Cleria dan menyebut namanya. Kemudian, aku menunjuk ke arah kereta yang ambruk dan menunggu Cleria untuk bicara. Dia menjabmwab ‘Canter’.

Jadi kereta itu disebut ‘canter’ ya? Aku akan meminta nanom mencatat ini. Setelah memiliki cukup data, aku akan mengupdate database bahasa saat ini.

Aku menunjuk benda-benda satu persatu. Ini mungkin sedikit merepotkan bagi Cleria, namun aku perlu dia melakukan itu.

(Jika terdapat spesies tanaman baru, tolong tandai dengan merah untuk yang tidak bisa dimakan dan biru untuk yang bisa dimakan.)

Tanaman yang sudah familiar bisa dimakan saat ini cuma umbi mirip kentang, herbal tidak bernama, dan daun sayuran-sayuran itu.

Seluruh area tiba-tiba berwarna merah. Sepertinya aku melakukannya secara manual. Aku ingat jika nanom hanya bisa menilai bahwa suatu tanaman bisa dimakan jika aku meremas daun-daunnya.

Tapi sekarang kalau dipikir lagi, aku masih belum bertanya tentang umur Cleria. Apakah menanyakannya secara langsung sedikit kurang sopan? Yah, dia terlihat cukup muda, jadi aku tidak berpikir dia akan keberatan.

Aku menunjuk diriku sendiri dan menngangkat dua jari, diikuti dengan lima jari. Aku kemudian beralih ke Cleria dan mengangkat satu jari dari tangan kiriku. Ketika dia melihat gerakan tubuhku, ekspresinya berubah sedih entah kenapa. Ups, sepertinya aku keliru. Tapi setidaknya ia lebih tua dari 15 tahun.

Saat aku menghitung sampai tujuh selagi masih mengangkat satu jariku, dia mengangguk senang. Jadi dia 17 tahun huh? Dia masih remaja, sesuai dugaan.

Oh. Aku menemukan beberapa umbi mirip kentang. Ayo kumpulkan. Aku memasukan umbi itu ke dalam tas kecil yang sengaja kukosongkan untuk menyimpan bahan makanan. Sepertinya ini disebut ‘poto’ ketika aku bertanya soal namanya.

[Cocok sebagai makanan.]

Akhirnya! Sudah lama semenjak aku menemukan sesuatu yang baru. Aku akhirnya menemukan sesuatu setelah meremas-remas tanaman selama kurang lebih dua jam. Tanaman ini didominasi oleh warna putih pada batangnya. Saat aku coba menggigitnya, tekstur renyak menyebar melalui mulutku. Harusnya ini lezat bila dimasak. Aku akan menyimpan yang ini juga. Akan sia-sua jika kami tidak menghabiskan semuanya, namun kami bisa membuang kelebihannya nanti.

Sepertinya Cleria tidak mengetahui namanya. Apa boleh buat karena kami memulai perjalanan saat hari sudah sore, dan kami harus membuat kemah setelah dua jam lagi.

Table of Content