Bab 5 – Keberangkatan / Peluang Pertemuan (bagian II)

Font Size :
Table of Content

Aku segera memberikan pertolongan pertama pada wanita muda itu. Tidak, daripada memanggilnya wanita muda, lebih tepat jika menyebutnya seorang gadis. Kuperkirakan usianya sekitar 16 atau 17 tahun. Sebenarnya saat ini dia bersimbah darah, bukan waktunya untuk berlama-lama.

(Apa yang harus kulakukan?)

[Mohon sentuh darahnya.]

Advertisements

Aku segera bergerak seperti yang diinstruksikan.

(Bagaimana?)

(Tidak salah lagi. Genetiknya sangat mirip dengan manusia.]

Jadi memang benar. Ini penemuan yang mengejutkan, berdasarkan penampilannya saja, tidak salah lagi.

[Tolong ikat lukanya dengan sesuatu untuk menghentikan pendarahan.]

Sesuatu? “Sesuatu” apa yang harus kupakai?

Saat aku mencoba memeriksa sekitar, aku menemukan kuda mati dengan topeng kulit mengikat mulutnya. Tali panjang membelitnya, jadi aku memotongnya dengan pisauku. Sepertinya ini digunakan sebagai kendali kuda.

Aku dengan rapat mengikat 3 sentimeter di atas pergelangan kakinya yang putus. Aku juga melakukannya hal yang sama pada lengannya.

[Sebagian nanom sudah berkumpul di pergelangan tangan kirimu. Tolong sayat dan biarkan dia meminum darahmu.]

Menyayat tanganku?

Nanom ini terkadang kejam juga.

Lagipula bagaimana caranya aku membuat gadis ini meminumnya? Aku tidak bisa menyia-nyiakan nanomku yang berharga.

Iti dia! Aku ingat cangkir sementara yang kubuat dengan memotong botol air mineral. Sekarang mari kita tuangkan beberapa darah dan biarkan dia meminum dari ini.

Aku mengambil cangkir itu, menyiapkaannya, dan meletakan tanganku diatasnya. Fu~u. Aku membenci kenyataan bahwa pisau elektromagnetikku memotong sangat baik.

[Mohon sayat alteri sebelah sini.]

Pembuluh darah tiba-tiba berwarna hijau terang dan titik yang dimaksud bersinar membentuk garis merah.

Tidak bisakah kau melakukan ini sedikit lebih cepat?! Aku nyaris saja menyayat pergelangan tanganku tanpa panduan barusan sialan.

Ini sedikit menakutkan, jadi aku putuskan menyayat tanganku pelan-pelan. Ugh. Hah? Rasanya nggk sakit.

[Rangsangan rasa sakitmu saat ini ditiadakan.]

Bedebah kau! Kau sengaja bukan? Darah mulai mengalir ke dalam cangkir.

“Oh, cukup banyak juga…. Hey, apa belum cukup?”

Tepat setelah mengatakan ini, aliran darah berhenti. Darah yang terkumpul sepertinya sekitar 100 cc.

[Aku juga memiliki fingsi transfusi darah ]

Kau bahkan punya kemampuan seperti itu? Keren bro.

Aku mengangkat bagian atas tubuh gadis itu dan membuka mulutnya. Bisakah dia meminum ini? Aku perlahan-lahan menuangkan darah ke mulutnya yang terbuka. Darah di dalam cangkir berkurang sedikit demi sedikit.

[Seharusnya itu cukup. Tuangkan darah sisanya langsung ke atas lukanya.]

Oh begitu. Aku tuangkan darah sisanya ke atas lukanya yang terbuka.

[Tolong ambil tablet material langka. Berikan dia delapan buah.]

Jadi metodenya seperti ini ya. Aku mengambil kotak pil dari ranselku dan mengeluarkan 10 tablet.

Aku langsung menelan dua buah. Tapi bagaimana caranya aku membuat gadis ini menelan 8 buah sisanya?

[Tidak perlu secara langsung membuat gadis itu menelannya. Cukup letakkan saja di mulutnya.]

Oke, aku paham. Aku meletakkan 8 buah tablet ke dalam mulut gadis ini.

Tablet-tablet ini berisi sejumlah ekstrak logam-logam langka. Gabungan dari berbagai material yang dibutuhkan untuk mengisi ulang nanom. Jika seseorang tanpa satu nanom-pun di dalam tubuhnya menelan ini, maka tidak ada bedanya dengan racun.

Sebaliknya, pada tubuh yang diinfuskan nanom, nanom-nanom itu akan segera mengamankan logam-logam itu sebelum terserap langsung oleh tubuh dan akan menggunakannya untuk meningkatkan jumlah mereka.

Biasanya, nanom bisa menghancurkan dan mengubah material langka itu dan mengubahnya menjadi copy-an nanom dalam waktu yang relatif singkat.

[Terdapat masalah pada bagian organ gadis itu yang terkoyak. Mohon memotongnya dengan bersih menggunakan pisau.]

Yaks, kelihatannya mengerikan, dengan tulang-tulang yang menyembul keluar.

[Reseptor rasa sakitnya sudah ditekan.]

Gila, bener-bener cepat tanggap. Aku dengan segera mengeluarkan pisau elektromagnetikku.

Supaya memotongnya dengan bersih pada luka-luka itu, aku memulainya beberapa sentimeter diatas titik awal luka.

Pisau elektromagnetik melesat cepat dan segera memotong secara vertikal dari titik asal luka. Hanya ada sedikit darah yang keluar sebelum pendarahan itu berhenti, meski begitu ini memang pengalaman yang bikin ngeri. Kuharap ini tidak muncul dalam mimpiku.

[Perlu memasang perban pada lukanya.]

Yeah, udah pasti sih. Masalahnya aku tidak punya. Sepertinya aku harus menggeledah barang bawaannya.

Sekali lagi aku memeriksa sekitar dan berhasil menemukan sesuatu. Ada tempat terbuka kecil dekat sisi jalan. Apakah itu tempat istirahat?

Yeah, kayaknya emang gitu. Ada sisa-sisa api unggun juga disana. Asapnya juga masih mengepul tuh. Terdapat pasak berbentuk U disana, dan kuda-kuda mati disekitarnya. Jadi begitu ya… akhirnya aku bisa menghubungkan semua potongan dan memperkirakan bagaimana mereka diserang.

Mereka di tengah-tengah istirahat dan kemungkinan berencana berkemah di tempat ini dengan pertimbangan hari sudah gelap.

Mereka mengikat kuda-kuda itu di pasak, menyalakan api unggun dan berada di tengah-tengah istirahat ketika sekelompok serigala itu menyerang.

Dua kuda yang terikat pada kereta diserang, dan kereta langsung terbalik ketika kuda-kuda itu melonjak panik.

Kuda-kuda yang lain diikatkan pada pasak, jadi mereka tidak bisa lari dan mati. Manusia terbunuh satu per satu hingga menyisakan mereka berdua sampai akhir.

Seperti itu kejadiannya, kurasa.

Mungkin ada sesuatu yang bisa kugunakan sebagai perban di dalam kereta.

Aku melompat ke atas kereta yang terbalik itu dan memeriksa ke dalam, namun tidak ada apapun yang mirip barang bawaan disana.

Ternyata, semua barang bawaan mereka disimpan di atap. Ada empat kotak besar yang terbuat dari kulit berserakan di dekatnya.

Untuk saat ini, aku membawa semua kotak itu dan mengangkutnya di sebelah si gadis. Tidak ada lubang kunci disana dan hanya diikat menggunakan sabuk kulit, jadi aku bisa membukanya dengan mudah.

Hm, pakaian huh? Sepertinya ada banyak pakaian pria. Aku bisa saja memotongnya dan memakai ini untuk perban, namun untuk rombongan dengan jumlah orang sebanyak ini, seharusnya ada perban asli.

Hmm. Ada juga pakaian wanita juga. Beberapa mirip sejenis gaun. Mungkin milik gadis ini.

Oh. Akhirnya dapat juga. Ada berbagai macam barang seperti cairan disimpan dalam botol kecil dan beberapa tanaman herbal kering di dalamnya.

Ini dia. Tentunya ini perban. Tiga gulungan kain tipis berwarna putih. Ketika aku mengambilnya dan memeriksanya, kulihat ini memang kain tipis panjang yang digulung. Tidak elastis, namun cukup bersih.

(Bagiamana caranya aku membelitkan perban pada luka-lukanya?)

[Mohon lepaskan dahulu ikatan tali yang kau gunakan untuk menghentikan pendarahannya.]

Oh, benar juga. Darahnya sudah lama berhenti dari lukanya yang terbuka. Aku memotong ikatan itu dengan pisauku. Kemudian, empat dari jendela virtual yang dimunculkan oleh nanom memperlihatkan ilustrasi tentang tatacara yang benar menggunakan ikatan perban di sekitar kaki.

Mari kita coba. Pertama-tama begini (beralih ke ilustrasi berikutnya), lalu begini (beralih ke ilustrasi berikutnya), dan terakhir begini (beralih ilustrasi terakhir)… Daaaaan selesai. Tidak buruk juga.

[Tindakan pertolongan pertama berhasil diterapkan.]

Fu~u, akhirnya selesai. Aku duduk dan mengambil nafas. Setelah dilihat sekali lagi, aku perhatikan bahwa tempat di dekat api unggun terdapat ruang terbuka yang lebih luas.

Sebaiknya aku membaringkan gadis ini disana. Aku tidak bisa begitu saja membiarkannya di tempat penuh mayat.

Aku menggelar selimut di tempat itu dan membawa si gadis ke sana. Sekarang sudah malam, jadi kami akan tinggal di tempat ini sementara.

(Berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai dia tersadar?)

[Dia perlu istirahat satu hari penuh.]

Yeah, gitu toh.

Jika memang begitu, maka sebaiknya aku membersihkan tempat ini. Tidak baik menghabiskan sehari atau dua hari di tempat penuh mayat. Kurasa aku harus begadang.

Pertama-tama, kita nyalakan api unggunnya dulu. Tempat ini perlu diterangi sekaligus untuk mengusir hewan-hewan liar. Karena api sebelumnya belum benar-benar padam, aku cuma perlu menambahkan kayu bakar untuk menyalakannya kembali.

Aku juga perlu menyalakan satu lagi di sisi berlawanan ruang terbuka. Aku mengambil kayu yang sudah terbakar dan merapikannya untuk membuat api unggun yang baru.

Saat memeriksa bangkai-bangkai serigala itu, aku mengkonfirmasi seberapa besar mereka. Panjangnya lebih dari dua meter dari atas kepala sampai ujung ekor. Terdapat tiga puluh lima ekor bangkai serigala total. Aku membunuh lima belas diantaranya, jadi kurasa sisanya dibunuh oleh kelompok ini. Namun bayaran untuk itu sangatlah besar.

Sempat terpikir sambil meningkatkan kemampuan fisikku aku buang saja bangkai-bangkai itu ke jurang, namun setelah melihat mereka sekali lagi, kelihatannya cukup berat. Kuperkirakan rata-rata beratnya sekitar 150 kg.

Apa boleh buat, seret satu-satu kemudian baru melemparnya ke jurang. Lerengnya cukup curam dan bangkai-bangkai yang bergelimpangan jatuh cukup menarik untuk disimak. Wokeh, lanjut masalah lain.

Aku berhasil menemukan tangan kiri dan kaki kanan gadis itu yang putus di tengah-tengah proses pembersihan. Haruskah aku menyimpannya? Oh, dan aku harus melepaskan sepatu boot yang rusak juga.

Selanjutnya adalah mayat-mayat manusia. Mana mungkin aku melempar mereka ke jurang begitu saja. Tapi aku juga tidak punya peralatan untuk menggali. Apakah ada perkakas seperti sekop di dalam bagasi?

Sekarang sudah cukup gelap, namun berkat nanom aku bisa melihat dengan baik. Fungsi ini tidak akan bekerja dalam keadaan gelap total, namun berkat cahaya api unggun, aku tidak punya masalah melihat saat malam.

Aku langsung menemukan sekop tak lama setelah memulai pencarianku. Perkakas ini diletakan di bagian belakang gerbong. Kurasa ini adalah bagian dari persediaan mereka.

Pertama kita kumpulkan mayat-mayat itu dulu. Aku juga tidak bisa menyeretnya begitu saja, jadi aku mengangkutnya satu persatu. Titik perkuburan yang kupilih adalah di sisi berlawanan area terbuka dimana si gadis sedang memulihkan diri.

Saat aku membariskan mayat-mayat itu, aku baru menyadari sesuatu. Masing-masing dari mereka mengenakan benda yang mirip pelindung di tangan dan kaki mereka, kecuali gadis yang kuselamatkan, dia tidak memilikinya. Kenapa begitu?

Tapi yah, serigala-serigala itu memilih mengincar leher mereka karena perlengkapan itu sih. Nasib baik buat si gadis.

Menggali kuburan untuk semua orang-orang ini memang cukup melelahkan. Yosh, kita masukan mereka.

Setelah dua jam semenjak aku mulai menggali, Nanom tiba-tiba mengirimkan pesan: [Gadis itu mulai siuman.]

Table of Content