Bab 2 – Pendaratan Darurat (bagian 1)

Font Size :
Table of Content

Aku terus berada di dalam kapsul penyelamatan yang saat ini di tengah-tengah perjalanan turun ke permukaan planet. Aku masih belum bisa menerima bahwa serangan misterius dan kematian dari semua teman-temanku adalah kenyataan.

Di atas kapal, kebanyakan aku hanya bertindak menuruti instruksi yang Iris berikan. Semuanya berlalu begitu saja saat aku menjadi satu-satunya yang berada di dalam kapsul penyelamatan ini dan akhirnya sekarang mendapatkan kesempatan untuk tenang sedikit.

Wajah semua orang dari peletonku dan komandanku muncul kembali satu persatu di kepalaku. Tanpa sadar, aku sudah basah oleh air mata

“Sialan!”

Pada waktu ini, kapsul mulai berguncang hebat.

“Apa yang terjadi?”

AI dari kapsul penyelamatan yang saat ini memasuki atmosfer merespon.

“Apa ada masalah?”

[Tidak ada masalah yang ditemukan. Semuanya sesuai dengan parameter.]

Goncangan terasa semakin kuat.

“Hey, apa benar tidak ada masalah?”

[Tidak ada masalah yang ditemukan. Semuanya sesuai dengan parameter.]

Goncangan makin bertambah kuat.

“Hee~y!”

[Tidak ada masalah yang ditemukan. Semuanya sesuai dengan parameter.]

Tentu ada yang tidak beres. Meskipun ini dipasang pada sebuah kapsul penyelamatan sekali pakai, ini bukanlah sewajarnya sebuah AI merespon. Dia mungkin mengalami kerusakan atau semacamnya.

Apakah semuanya benar-benar baik-baik saja? Kalau dipikir lagi, aku belum mendengar sebuah kapsul penyelamatan dipakai secara langsung untuk mendarat ke suatu planet sebelumnya. Mari periksa menggunakan nanomku.

“Nanom, berapa banyak kasus sebuah kapsul penyelamatan mendarat ke suatu planet sejauh ini?”

[12 kali dalam kurun seribu tahun terakhir. Catatan paling akhir adalah kejadian 320 tahun yang lalu.]

Hanya ada beberapa kasus, seperti yang kupikir. Yah, kukira ini wajar mengingat pertempuran tidak biasanya sedekat ini ke sebuah planet.

Aku penasaran berapa waktu yang sudah terlewat? Ketika aku akhirnya kehilangan kesadaran akan waktu, goncangan tiba-tiba mereda.

Saat pendorong menyala dan rotasi berhenti. Setelah beberapa saat, sebuah hentakan datang bersama suara gedebuk.

Selanjutnya, aku mendengar suara menyembur. Apakah ada sesuatu yang bocor?

“Apa lagi sekarang?”

[Parasut berhasil dilepas, tapi nampaknya ada sebuah sobekan yang terbuka di bagian tertentu karena goncangan pertama.]

Woi! Dari mana sih mereka membeli benda ini!? Ini pertama kalinya bagiku menemui sebuah mesin dengan spek rendah seperti ini.

Sobekan terbuka hanya karena parasut dilepas? Aku sepenuhnya yakin ini tidak masuk standar Kekaisaran.

“Apakah ada masalah dengan parasutnya sendiri?”

[Tidak ada masalah ditemukan. 25 menit hingga mencapai permukaan.]

Whew. Kupikir kita akan berhasil entah bagaimana.

“Hei kapsul. Apa nama pabrikmu omong-omong?”

[Orlando Heavy Industries Ltd.]

Ah. Jadi itu. Orlando Heavy Industries adalah perusahaan yang sudah lama berdiri, namun dua tahun lalu sebuah cacat serius ditemukan di salah satu produk mereka, diikuti oleh penemuan lebih banyak cacat serius dalam produk mereka yang lain. Saat ini, perusahaan mereka menderita banyak permasalahan. Aku yakin kapsul penyelamatan ini juga salah satu dari barat cacat mereka.

“Tidak ada masalah dengan pendaratannya kan?”

[Tidak ada masalah ditemukan. Ada cukup banyak oksigen yang tersisa.]

“Tunggu, jadi kita sedang kebocoran oksigen?”

[Tidak ada masalah ditemukan. Ada cukup banyak oksigen yang tersisa.]

Sialan, dia sudah nggak ketulungan lagi…. Tunggu, itu dia!

“Apakah di luar memungkinkan untuk bernafas?”

[Udara di luar memungkinkan untuk bernafas. Parameternya berada dalam standar aman.]

Phew. Itu melegakan. Aku mencoba memeriksa pemandangan di luar melalui monitor eksternal namun tidak banyak yang bisa kulihat karena monitornya terlalu kecil.

[Kita akan mendarat di air dalam satu menit.]

Akhirnya…Hmmm? Tunggu, mendarat dimana!?

“Apa maksudmu mendarat di air!?”

[Titik pendaratan adalah permukaan danau.]

“Ubah titiknya sekarang juga!”

Kalau pun tidak, beritahu aku lebih awal sialan!

Pendorong diaktifkan sekali lagi.

[Saat ini tidak mungkin. Pendorong utama hanya berkalibrasi untuk penggunaan lingkungan Gravitasi-nol.]

Aku benar-benar sudah kesal dengan AI sialan ini.

“Apakah kapsul ini bisa mengapung di atas air?”

[Terdapat retakan di beberapa bagian. Ada resiko tinggi kemasukan air.]

Aku baru tahu itu.

[Kita mendarat sekarang.]

Kami menghantam permukaan cukup keras. Aku buru-buru melepaskan sabuk pengamanku dan mulai bersiap-siap meninggalkan kapsul.

Aku membawa sebuah ransel, pulse rifle, senapan laser, belati elektromagnetik, kantong yang berisi modul prosesor, seragam, pakaian kerja untuk pekerjaan cleanroom, dan dua buah selimut. Ini bisa dihitung barang bawaan yang cukup banyak.

Aku tidak bisa membawa botol air mineral bersamaku. Aku tidak punya pilihan lain kecuali bertaruh pada air danau semoga saja layak minum. Bila tidak, membawa botol air mineral hanya akan meningkatkan peluang kematianku.

Aku memasukan senapan laser, modul prosesor, seragam, dan pakaian kerja ke dalam ransel dan mengenakannya di punggungku. Aku juga mengikatkan senapan ke kepalaku dan bahuku.

Selimut membungkus keduanya, jadi aku membawa benda-benda itu dengan mengikatkan ke kepalaku dan masing-masing lenganku.

Aku memeriksa keadaan sekitar dari monitor eksternal. Sialan! Benda ini benar-benar mulai tenggelam.

“Oke, buka pintunya.”

Saat pintu terbuka, air mulai masuk membanjiri! Aku entah bagaimana berhasil menggenggam ujung pintu dan menarik diri keluar dari kapsul.

Uadara… tentunya tidak ada masalah.

Dari apa yang bisa kulihat, tepi danau tampaknya sekitar 70 meter ke depan. Sepertinya aku cukup jauh.

Aku memang tidak begitu pandai berenang namun bukan berarti aku tidak bisa mencapainya. Selimut yang menggulung di kedua sisi lenganku nampaknya terbuat dari bahan anti air dan membantuku untuk tetap mengambang. Senapannya jelas cukup berat.

Aku berenang dan mecapai tepi sekitar tiga atau empat menit. Phew. Aku selamat! Aku senang ini siang hari. Jika aku mendarat saat malam, aku yakin aku akan mengalami kesulitan.

Aku memeriksa sekeliling. Tumbuh-tumbuhan lokal nampaknya cukup familiar dengan yang pernah kulihat di suatu planet. Didominasi oleh warna hijau dan mempunyai bentuk yang sama dengan tanaman yang sudah kukenal. Kau bahkan bisa mengatakan itu entah kenapa mengingatkanku pada planet asalku.

Tapi apa yang harus kulakukan sekarang? Ketika aku memikirkan ini, aku menyadari sesuatu yang penting.

Semenjak awal, alasan kenapa aku terpaksa melarikan diri ke planet ini adalah kapal yang kekurangan oksigen dan Iris memerlukan beberapa waktu untuk memperbaikinya.

Tanpa alat komunikasi di dalam kapsul penyelamatan, aku tidak akan bisa menghubungi Iris. Fungsi komunikasi dari nanom tidak bisa menjangkaunya bagaimanapun juga. Jarak efektifnya hanya beberapa kilometer.

“Kapsul penyelamatan, respon!…tolong responnya!”

Tidak berguna. Aku berteriak beberapa kali namun masih belum ada tanggapan. Lagipula apakah kapsul ini tahan air semenjak awal? Aku harusnya memastikan itu.

Aku sibuk kesal sendiri dengan kobodohan AI sebelumnya jadi tak pernah terpikirkan olehku.

Benda itu bisa bertahan dalam lingkungan kedap udara jadi harusnya berfungsi di dalam air juga. Tapi aku tidak bisa terlalu berharap pada seonggok sampah itu.

Kemungkinan terburuk, aku harus mencari cara mengangkatnya dari air. Tapi itu sepenuhnya mustahil jika kulakukan sendiri. Haruskah aku membuat kontak pada mahluk hidup setempat dan meminta bantuan? Itu satu-satunya cara yang terpikirkan sekarang. Tunggu, tahan dulu.

Aku akhirnya menyadari sesuatu. Mengapa menurunkan kewaspadaanku di tempat seperti ini? Tempat ini tak ubahnya medan pertempuran. Mahluk-mahluk buas sering kali bersemayam di danau-danau luas. Aku dengan cepat mengambil senapanku dalam posisi siaga.

Tempat ini benar-benar sama dengan tempat asalku, jadi tanpa sadar aku kehilangan kewaspadaan.

Untuk sekarang, aku perlu keluar dari sini dan menemukan tempat aman untuk tinggal.

Aku menemukan sesuatu yang mirip perbukitan jadi aku akan menuju kesana.

Bukitnya cukup besar, dengan formasi berbatu-batu berdiameter lebih dari 10 meter dan tinggi sekitar 5 meter.

Yosh, tempatnya cukup bagus, pemandangan terbuka. Potensi pembunuh menyergapku juga kecil, dan aku mempunyai senapan. Itu artinya aku mempunyai keuntungan.

Aku memeriksa area sekitar dan mendapati sesuatu jatuh dari langit ke arah selatan.

Aku langsung mengenalinya. Aku sudah melihat kejadian seperti ini di atas holobit beberapa kali.

Dang. Mereka terbakar… banyak objek-objek kecil menyala dan jatuh bukan hanya ke selatan, namun juga utara dan langit bagian barat juga.

Ah… itu tentunya puing-puing dari kapal yang hancur.

“Ugh… Jadi itu sama sekali tidak berhasil?”

Iris menyatakan bahwa peluang suksesnya rekonstruksi kapal adalah 54%.

Meskipun peluangnya hanya sedikit diatas 50%, aku benar-benar percaya bahwa itu akan berhasil entah bagaimana.

Bahkan jika peluangnya 50/50 paling banter, aku tidak bisa bayangkan Iris akan gagal.

Apakah ada penjelasan lain dari kejadian ini selain dari kegagalan? Tidak, membuang material asing ke sebuah planet adalah kejahatan serius dalam aturan militer.

Terlebih lagi, Iris tidak akan menjatuhkan benda-benda itu dengan sengaja karena dia tahu aku masih terjebak disini.

“Ugh…”

Tidak ada kata lain yang bisa keluar dari mulutku.

Puing-puing kapal terus berjatuhan, seperti tanpa akhir.

Table of Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *