Bab 1 – Kapal Perang Iris Conrad (bagian II)

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

[Kita disergap selama pelayaran hyperspace. Pelaku penyerangan tidak diketahui. Lagipula semenjak awal, kapal ini tidak didesain untuk menerima serangan fisik selama bepergian melalui hyperspace. Aku tidak bisa bayangkan bagaimana serangan bisa diluncurkan dalam lingkungan seperti ini.]

“Apa itu Bugs?”

[Tidak, itu mustahil. Bugs tidak memiliki teknologi sampai pada tingkat bisa melakukan hal semacam itu. Terlebih lagi, kapal menderita kerusakan fatal dari serangan tersebut. Kita sudah berputar-putar di hyperscape dan pelayaran saat ini mustahil dilakukan. Dan bukan cuma itu. Kita diserang dari empat koordinat yang berbeda-beda. Bahkan titian, penampang mesin, ruangan cyro-sleep pertama dan kedua, ruang komunikasi, ruang kontrol gravitasi, dan hangar telah hancur.]

Aku terdiam tanpa kata. Apa yang Iris katakan sungguh tak terbayangkan. Sudah lebih dari seratus tahun semenjak sebuah Kapal Perang Kelas-Galaxy menderita kerusakan mengerikan seperti ini.

Kedua ruang cyro-sleep dihancurkan?! Lalu apa yang terjadi dengan kru sisanya?! Bagaimana dengan unitku?

“Apa ada korban selamat!”

[Selain dirimu, tidak ada yang selamat. Letnan Kedua Augirio baru saja menghembuskan nafas terakhirnya beberapa saat lalu.]

Meskipun kami berada di tengah-tengah pelayaran hyperspace, sekitar lima puluh dari 1200 kru seharusnya masih terjaga. Apakah itu berarti mereka semua juga mati?

“Tidak mungkin! Jadi kapten kapal, rekan utama, komandan dan semua orang di peletonku sudah….”

[Ya. Anggota kru yang berada di bagian penampang yang tidak terkena serangan, seketika semuanya terbunuh setelah kegagalan kontrol gravitasi. Karena cleanrooom adalah bagian paling vital dari kapal, ini dilengkapi dengan modul peredam gravitasi tersendiri. Jadi dampak benturan bisa dikurangi dan Letnan berhasil selamat.]

Begitu ya. Hanya karena aku berada di ruangan ini sehingga aku tidak mendapatkan luka yang lebih parah dari mereka… Jika aku berada di luar, aku akan langsung membentur dinding karena momentum yang sangat besar.

Aku merangkak keluar dari ruang pemeliharaan.

[Ada satu hal lagi yang mesti kulaporkan. Meskipun masih ada beberapa waktu sebelum tabrakan, kapal saat ini tengah jatuh menuju planet terdekat.]

“Ah! Tapi itu….”

Dalam semesta yang luas ini, kemungkinan kami keluar dari hyperspace dan secara acak tiba di sebuah planet seharusnya hampir mendekati nol.

[Blok mesin benar-benar kehilangan semua fungsinya. Satu-satunya cara menghentikan penjatuhan kita adalah mempreteli kapal dan membuang bagian-bagian yang tidak dibutuhkan.]

Aku perhatikan bahwa Iris mulai bicara dengan cara yang lebih sopan.

“Jadi, bisakah kita melakukannya?

“Untuk melakukan itu, situasi darurat tingkat satu harus diumumkan, dan harus melalui perintah langsung pemangku jabatan kapten.]

“Tapi kapten sudah….”

“Mengutip Artikel 12, paragraf ketiga dari Codex Militer Kekaisaran, aku menunjukmu Kapten Pertama Alan Corinth sebagai pemangku jabatan kapten dari kapal ini.]

“Apa kau serius?”

Kapten dari sebuah kapal perang Kelas-Galaxy perlu setidaknya memiliki peringat Komodor. Seorang Letnan Pertama dari angkatan bersenjata seharusnya tidak memiliki kualifikasi apapun untuk menjadi seorang kapten.

Tapi meski begitu, aku adalah satu-satunya yang berhasil selamat. Kukira ini tak bisa dihindari. Itu cuma formalitas untuk mengatasi masalah keteraturan.

[Untuk memproses kenaikan jabatanmu, kau perlu menjalani pendidikan perwira senior, seperti yang ditetapkan dalam aturan.]

Di permukaan, pendidikan perwira senior dilakukan agar menumbuhkan hasrat para calon untuk mempelajari kode etik yang diharapkan dari mereka, namun tujuan aslinya adalah cuci otak untuk mencegah mereka melakukan suatu tindakan yang bertentangan dengan peraturan yang tertuang dalam kode etik militer. Ini tidak secara resmi diakui oleh pasukan bersenjata, namun semua orang di dalam kemiliteran tahu tentang ini. Itu adalah pelaksanaan kebijakan sebagai hasil dari pelajaran kejam di zaman kuno ketika sebuah dunia dengan miliaran orang yang tinggal dalam dalamnya dihancurkan oleh sesosok orang gila.

Meskipun itu disebut ‘pendidikan’, yang sebenarnya terjadi adalah cuci otak melalui penggunaan nanom dan patch biologis yang langsung menargetkan pikiran. Seseorang seringkali kehilangan kesadaran karena banyaknya jumlah informasi yang secara langsung ditransfer ke otak selama proses.

“Kita kehabisan waktu!… Apa yang harus kulakukan?”

“Tolong anbil patch biologis dari meja peralatan, letakan itu diatas keningmu dan duduk dalam posisi yang nyaman.]

Sebuah patch biologis muncul dari dalam meja peralatan. Aku menempelkannya diatas keningku, lalu duduk dan bersandar. Setelah suara klik terdengar dari patch tersebut, aku kehilangan kesadaran sekali lagi.

[Kapten…! -an Corinth! Kapten Corinth!]

Aku terbangun karena panggilan Iris.

[Syukurlah! Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan jika kau tidak bangun.]

Aku merasakan Deja Vu.

“Berapa lama saya kehilangan kesadaran?”

“Sekitar 30 menit. Dan Kapten, kau tidak perlu menggunakan kata yang ramah saat berbicara denganku.]

“…Baiklah. Sekarang, ayo kita mulai. Aku sekarang adalah kapten dari kapal ini. Tolong catat.”

[Dicatat. Subyek tidak lagi berada dalam pengaruh obat karena biological patching, dan dalam keadaan mental yang normal.]

“Menggunakan otoritasku sebagai perwira komandan, dengan ini aku mengumumkan situasi darurat tingkat satu. Untuk selanjutnya, aku memerintahkan kapal perang Iris Conrad untuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mempertahankan kekuatan bertempur kapal ini. Ini adalah perintah kaptenmu. Ambil prioritas utama diatas segalanya.”

Ini pertama kalinya bagiku memberikan perintah dangan cara yang keren seperti ini. Tidak, ini pertama kalinya bagiku mendengarkannya juga. Semuanya benar-benar berbeda setelah menjalani ‘pendidikan’ perwira senior.

Harus dicatat bahwa aku hanya membaca kata-kata yang Iris tampilkan di jendela virtual yang disajikan oleh antarmuka nanom seperti sebuah teleprompter.

Perintah yang dikeluarkan kapten dan perwira waktu itu sangat keren! Seperti yang diharapkan dari perwira senior, tapi aku juga yakin mereka cuma membaca yang tertera pada layar.

[Baik Pak. Perintah diterima.]

“Baiklah. Sekarang mulai perbaikan kapalnya.”

[Mohon maaf bila kasar, namun Kapten harus menuju kapsul darurat saat ini juga ]

“Huh? Apa yang kau bicarakan?”

[Sambungan dengan bagian penunjang kehidupan telah terputus dan keadaan diluar cleanroom saat ini berada dlam status membahayakan. Sekarang kita dengan cepat kehabisan oksigen.]

Seperti yang dia katakan, rasanya agak sesak bernafas disini.

“Tapi meskipun kau memberitahuku untuk melarikan diri, apakah atmosfer di atas planet itu memungkinkan untuk bernafas?”

[Menurut analisa spectrum optical, ada peluang 93% bahwa atmosfer disana memungkinkan manusia untuk bernafas.]

“Bagaimana dengan 7% sisanya?”

“Gas-gas yang berpotensi membahayakan, virus yang tidak diketahui, dan parasit.]

“Meski begitu, sebuah kapsul penyelamatan… bagaimana kalau memakai kapal pendaratan?”

[Jalan masuk ke hangar sudah tertutup. Terlebih lagu, hampir semua kapal pendaratan sudah hamcur maupun hilang.]

Artinya, aku tidak akan bisa kembali ke kepal setelah melarikan diri.

“Kau hanya akan mati karena kehabisan oksigen jika terus berada di sini. Akan lebih baik jika kau melarikan diri ke planet itu dan kemudian mencari cara untuk kembali ke kapal setelah selesai diperbaiki. Dan kemungkinan berhasilnya rekontruksi setelah mengubah haluan kapal saat ini 54%.]

Apa? Aku tidak menyangka kemungkinannya akan serendah itu.

“Aku paham… bagaimana dengan makanan dan senjata?”

[Sayangnya, yang tersedia saat ini hanya yang sudah diatur didalam kapsul penyelamatan.]

Aku mengaktifkan nanomku dan memeriksa persediaan di dalam kapsul penyelamatan. Aku tercengang saat membaca apa yang muncul pada jendela virtual.

M151 Pulse Rifle

A18P Laser Gun

Electromagnetic Blade Knife

Empat puluh dua paket ransum darurat.

28 liter air

Satu botol logam langka (100 tablet)

Dua buah selimut

Sejujurnya, sebagai seorang tentara sepertiku, senjata-senjata itu tidak cukup memuaskan. Daya tembak senjata-senjata itu tidak terlalu bisa diharapkan. Dan hampir tidak cukup makanan dan air. Tapi meskipun aku mengeluh, tidak mungkin aku menemukan pilihan yang lebih baik disini.

“Apa ada sesuatu yang lain yang bisa kubawa bersamaku?”

[Kenapa tidak ambil salah satu modul prosesor yang baru kau ganti barusan, Kapten? Itu terbuat dari logam langka.]

Sekarang kalau dipikir lagi, dia benar. Aku harus menghancurkannya terlebih dahulu sebelum aku bisa memakannya, tapi kupikir aku akan berhasil entah bagaimana caranya. Logam langka adalah material mentah untuk nanom. Masih mungkin untuk memperolehnya di tempat ini, namun aku tidak mau sampai susah-susah mencarinya. Nanom adalah benang kehidupan seorang tentara sepertiku. Selama kau memiliki logam langka di tanganmu, kau akan baik-baik saja.

Area peluncuran untuk kapsul penyelamatan berada tepat di sebelah jalan masuk ruangan ini. Aku sangat bersyukurlah bahwa orang yang mendesain kapal ini berpikir untuk melengkapi ruangan ini dengan kapsul penyelamatan sendiri. Aku meminta Iris untuk membuka cangkang kapsul penyelamatan dan memasukan modul prosesor ke dalamnya. Kapsul penyelamatan ini bisa menampung sampai lima orang dan memiliki lima tempat duduk. Interiornya juga lumayan luas.

Benarbjuga! Aku juga memerlukan seragam. Ini planet yang belum terjamah bagaimanapun juga. Kau memerlukan pakaian sebanyak mungkin.

Saat ini aku mengenakan pakaian kerja untuk bertugas di dalam cleanroom. Aku memasukkan seragam yang kuganti sebelumnya saat bekerja di dalam celeanroom.

Apa ada hal lain… Tidak ada.

Kalau dipikir lagi, ini ada di dalam kerangka komputer. Tidak mungkin kebutuhan sehari-hari ditempatkan di tempat seperti ini.

“Aku siap.”

[Kalau begitu tolong masuk ke dalam kapsul.]

Aku dengan patuh masuk ke dalam kapsul, duduk di salah satu kursi dan mengencangkan sabukku.

[Baiklah kalau begitu, semoga keberuntungan menyertaimu, Kapten.]

“Yeah. Kau juga, Nona Conrad.”

Kapsul penyelamatan pun meluncur ke arah planet.

—Bugs—

Bentuk kehidupan cerdas yang menyerupai serangga raksasa, dan berbagai tipe sudah dikonfirmasi.

Tipe yang paling umum adalah mirip kecoa yang berjalan tegak dengan kaki belakangnya.

Mereka diselimuti oleh bulu dan cangkang bagian luar yang keras. Ini harusnya cukup menjijikkan bagi sebagian besar manusia, namun bukan cuma itu, mereka sangat kotor diselimuti oleh lendir dan prasit di bagian dalam dan luar tubuhnya.

Mereka cukup brutal dan memiliki kemampuan tempur yang lebih tinggi dibandingkan manusia. Terlibat dalam pertempuran jatak dekat pada dasarnya adalah bunuh diri.

Namun selama perang seribu tahun terakhir, umat manusia telah bekerja keras untuk menutupi celah tersebut, dan saar uni, memungkinkan bagi tentara Galactic Navy untuk menghadapi mereka dalam pertempuran fisik.

Bugs juga memliki teknologi yang memberikan mereka kemampuan pelayaran hyperspace, namun Kekaisaran selangkah lebih maju di depan.

Bagian paling menakutkan dari Bugs adalah jumlah mereka. Koloni planet yang ditargetkan oleh Bugs akan dikerumuni oleh armada kapal yang tak terhitung jumlahnya. Menurut penelitian para ahli, perbandingan jumlah antara manusia dan Bugs adalah 1:6.

Akan tetapi, mereka tampaknya tidak memiliki fasilitas reproduksi khusus di dalam koloni Bugs yang sudah dikuasai dan diinvestigasi, dan jumlah total koloni sebanding dengan jumlah manusia.

Oleh sebab itu, teori yang menyatakan bahwa terdapat fasilitas perkembangbiakan Bugs di tanah kelahiran mereka menjadi lazim, dan menemukan dan menghancurkannya mungkin akan membuat akhir dari perang tak berujung ini semakin dekat.

Table of Content
Advertise Now!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *