Bab 2 – Pendaratan Darurat (bagian II)

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Aku menghabiskan entah berapa lama menatap kosong ke arah langit. Aku kembali tersadar karena rasa lapar. Mari makan sesuatu untuk sekarang.

Sial, aku membiarkan kewaspadaanku turun sekali lagi! Yah, kali ini karena keterkejutan konyolku. Aku benar-benar merasa dihantam oleh pukulan penghabisan dan menjadi babak belur dibuatnya. Sekarang, kupikir aku harus bertahan hidup di planet ini hingga akhir hayatku.

Sebuah kapal perang Kelas-galaxy telah menghilang tiba-tiba. Sebuah tim pencarian mungkin akan diberangkatkan setidaknya. Namun peluang mereka menemukan planet ini dan bahkan sistem bintang ini cukup kecil.

Komando Tinggi sudah familiar dengan jadwal pelayaran. Pencarian mungkin akan berpusat pada sekitar koordinat dimana kami benar-benar kehilangan kontak. Akan sulit mengandalkan mereka menemukan tempat ini karena kami terpaksa menyimpang ke mari ditengah-tengah pelayaran karena serangan.

……….

Berlawanan dengan ekspektasiku, ransum ini ternyata cukup lezat. Aku juga merasa haus, jadi kupikir aku akan mencoba air danaunya. Sangat disayangkan bahwa aku tidak bisa membawa botol-botol air mineral itu.

Menilai dari posisi matahari, kupikir sekarang ini sekitar pukul 4 sore. Angin sepoi-sepoi bertiup, dan rasanya cukup nyaman.

Ketika aku mengarahkan pandanganku ke danau, aku menemukan sesuatu.

“Hey, itukan–!”

Ada sekitar lima botol air mineral mengambang di permukaan danau dan bergerak bersama terpaan angin. Aku pikir disana sebenarnya ada lebih dari sepuluh, tapi mungkinkah sisanya tenggelam bersama kapsul penyelamatan? Oh, ya. Ini penemuan yang tak terduga.

Aku akan memungutnya kembali selagi mencoba air danaunya. Aku mengambil seteguk air danau menggunakan tanganku, meminumnya dan segera meludahkannya. Yah, rasanya seperti air normal setidaknya.

(Bagaimana hasilnya?)

Aku menyuruh Nanom memeriksanya.

[Airnya sudah memenuhi standar layak minum.]

Baik. Dengan ini, air minum tidak jadi masalah untuk sementara.

Sekarang ini, aku mendapati bahwa ada banyak jejak kaki yang mirip manusia di sepanjang tepi danau.

Ini membuat tingkat kewaspadaanku meningkat dan dengan cepat aku mengeluarkan senapan. Aku tetap siaga namun tidak menemukan ketidaknormalan lain.

Jejak kakinya tidak baru dan seperti dari dua atau tiga hari lalu. Ketika aku memeriksanya lebih teliti, aku perhatikan bahwa meskipun itu mirip dengan jejak kaki manusia, ada perbedaan yang mencolok. Jumlah jarinya hanya ada empat dan cukup kecil, seperti anak-anak.

Untuk sekarang, aku harus pergi dari tempat ini dulu.

Namun, aku membawa terlalu banyak barang bawaan, dan dengan termasuk lima botol air mineral yang kubawa di kedua tanganku, aku jadi tidak bisa menggunakan senapanku dengan benar.

Mari sembunyikan dua botol sisanya di tempat yang tidak mencurigakan.

Aku berhasil kembali ke perbukitan berbatu dari sebelumnya.

Aku meletakkan barang bawaanku dan menghela nafas. Kalau dipikir-pikir, puncak batu ini adalah tempat yang bagus. Jika aku berbaring, orang di bawah tidak akan bisa melihatku. Ini adalah tempat yang sempurna untuk mengamati danau.

Mungkin pilihan terbaik jika aku menikmati pemandangan danau dari sini.

Aku akhirnya bisa menenangkan diriku entah bagaimana. Sebelumnya aku panik, namun kalau dipikir lagi, kemungkinan mahluk hidup menyerupai kera muncul di panet ini jauh lebih tinggi daripada mahluk mirip manusia. Bagaimanapun juga, ras manusia yang mempunyai empat jari kaki belum pernah ditemukan sama sekali.

Sekarang sudah malam. Aku benar-benar lelah karena kejadian hari ini. Karena aku tidak mungkin melanjutkan perjalanan tanpa tidur, aku hanya perlu mengatur Nanom dalam posisi siaga selagi aku terlelap.

Meskipun aku bilang mengatur Nanom dalam posisi siaga, yang sebenarnya adalah meningkatkan pendengaranku beberapa kali melalui sensor tambahan nanom sebagai ukuran pencegahan.

Meskipun pendengaranku ditingkatkan, bukan berarti lingkungan sekitarku tiba-tiba bising dengan suara-suara, melainkan keheningan. Itu karena suara yang kudengar akan diterima oleh nanom.

Jika nanom menilai situasi yang tidak normal, mereka dengan segara akan membangunkanku, menjadikan fungsi ini sangat nyaman.

Aku menggelar satu selimut lalu membungkus diriku dengan selimut yang satunya. Telingaku adalah satu-satunya bagian yang terbuka.

(Mode siaga dinyalakan. Bangunkan aku saat fajar.)

Setelah memberikan perintah, suara dari sekelilingku sepenuhnya menjadi hening.

[Dipahami]

Aku dengan cepat terlelap, mungkin karena terlalu kecapaian.

……

[Sekarang sudah fajar. Mohon bangun.]

Suara cicitan burung mengisi telingaku. Matahari sedang terbit. Bagaimana Nanom bisa tahu sekarang sudah fajar sedangkan mataku terus tertutup saat tidur? Mereka benar-benar bisa diandalkan, seperti biasa.

Aku benar-benar tidak merasa ngantuk lagi. Berapa jam sebenarnya satu hari di planet ini? Aku akan bangun lagi besok pagi untuk memastikan.

Aku berencana untuk mengamati danau seharian ini. Aku tidak boleh gegabah lagi. Aku memakan ransumku dan menenggak beberapa teguk air.

Aku tiarap diatas selimut dan mulai mengamati danau. Karena Nanom juga bisa meningkatkan penglihatanku, men-zoom sampai sepuluh kali pembesaran adalah perkara mudah.

Aku terus begini sampai sampai siang hari, jika dilihat dari posisi matahari. Oh yeah, kupikir sudah saatnya mengambil kembali botol-botol air mineral itu. Ketiia aku memikirkan ini, ‘mereka’ muncul.

Jaraknya sekitar 300 meter jauhnya. Sekilas sosok mereka mirip manusia, namun lebih pendek. Aku men-zoom sekali lagi. Tinggi mereka sekitar 120 cm huh? Bersama-sama, jumlahnya ada empat.

Tapi aku benar-benar tidak berpikir mereka adalah manusia. Warna kulit mereka hijau. Namun bukan hijau polos. Aneh, sedikit corak gelap sebagai hasil perpaduan antara hijau dan putih.

Aku mendengar suara *gukyaa gukyaa melalui peningkatan pendengaranku.

Mereka memegang tongkat kayu tumpul di tangan mereka. Apakah itu pentungan? Beberapa dari mereka memegang tongkat kayu panjang yang ujungnya dipertajam seperti tombak. Mereka juga tampaknya benar-benar mengenakan cawat dekil.

Yah, karena mereka mengayun-ayunkan senjata seperti pentungan dan tombak serta mengenakan cawat, mereka sepertinya termasuk mahluk hidup yang memiliki kecerdasan.

Saat aku men-zoomnya sekali lagi, aku mendapati muka mereka cukup jelek. Tidak ada bagus-bagusnya tentang penampilan mereka: muka yang benar-benar datar, mata yang sedikit ke atas dan telinga yang runcing.

Kemungkinan satu-satunya bentuk kehidupan cerdas selain diriku adalah mereka. Yah, itu sangat mungkin. Untuk sekarang pilihan terbaik adalah menyingkirkan prasangka buruk diantara aku dan mereka.

Tidak akan ada yang berubah jika aku terus bersembunyi di tempat bini. Mari akhiri ini dan katakan halo.

Senjata yang mereka bawa tidak memberiku ancaman. Aku menyembunyikan barang-barangku yang lain diantara celah-celah batu dan menyiapkan senjataku. Aku menodongkan senapanku dan menaruh pistol laser dan belati elektromagnetik di dalam kantong pakaianku.

Mereka sepertinya mengarah ke danau.

Aku mendekati tempat itu selagi tetap waspada. Ada waktu dimana aku kehilangan mereka, namun karena mereka terus bersuara *gukyaa gukyaa dengan keras, aku dengan mudah menemukan mereka sekali lagi.

Mereka tidak memperhatikan lingkungan sekitar merek sama sekali. Apakah mereka benar-benar mahluk cerdas?

Tapi yah, jika seorang alien melihat anak-anak manusia bermain-main dan membuat keributan, pemandangan itu mungkin sama dengan makhluk-mahluk itu yang membuat kegaduhan saat ini.

Ketika mereka mencapai tepi danau, mereka bahkan semakin membuat kegaduhan.

Akan menyebabkan kepanikan jika aku tiba-tiba muncul di depan mereka dan memanggil mereka, jadi aku putuskan menarik perhatian mereka dari jauh.

“Hey!”

Aku berteriak cukup keras.

Sekelilingku seketika menjadi sunyi. Mereka berlima semuanya mengalihkan perhatian mereka padaku.

Aku mengangkat kedua tanganku untuk menunjukan aku tidak punya niat permusuhan. Namum senapan tetap dalam posisi siap di bahuku.

“Hello. Hari yang cerah ya semuanya.”

Aku memanggil mereka lagi. Tentu saja, mereka tidak mungkin memahamiku. Aku hanya ingin menunjukan maksudku menggunakan nada bicaraku.

Masing-masing dari mereka saling beradu pandang dan mulai tertawa histeris. Beberapa bahkan ada yang bergelayutan di tanah sambil memegang perutnya. Aku mendekati mereka langkah demi langkah.

Tunggu, bukankah itu–

Dua botol air mineral hancur oleh pentungan kayu yang digenggam salah satu dari mereka. Sepertinya mereka menemukan itu di tempat aku menyembunyikannya dan menusuk-nusuknya untuk bermain-main. Melihat itu, aku akhirnya kehilangan kesabaranku dan berang.

Mereka pastinya bukan mahluk cerdas! Sebaliknya, mereka benar-benar berniat menyerangku dan menjadikanku makanan.

Aku mengambil senapan di bahuku dan menodongkannya. Ketika mereka melihat tindakanku, mereka mulai dengan gila berlari ke arahku. Jarak mereka kurang dari sepuluh meter, namun itu cukup.

Aku sudah mengunci mereka melalui teropong target virtual yang ditampilkan oleh Nanom. Tidak masalah seberapa liarnya mereka bergerak. Aku hanya perlu menodongkan senjata ke arah mereka dan menarik pelatuk.

Senapan M151 terhubung langsung dengan Nanomku, tersedia dengan lensa tipe-remot yang terpasang di badannya untuk secara otomatis melacak musuh dan melumpuhkan mereka dengan ledakan laser yang terkonsentrasi.

Menembak lima kali berturut-turut bahkan tidak sampai 0.5 detik. Kemudian senapan menjadi hening. Senapan keluaran Angkatan Bersenjata Kekaisaran memang sangat menakjubkan.

Penyerang kecilku lumpuh tidaj berdaya.

“Anjing! Lu babi bener-bener nikmati ini ya!?”

Aku bisa sedikit tenang setelah mendapat beberapa botol air mineral kemarin. Manusia tidak bisa hidup tanpa air. Mungkin danau ini satu-satunya sumber air minum yang bisa langsung dipakai. Tanpa botol-botol itu, sangat mungkin aku tidak bisa pergi terlalu jauh dari danau ini sama sekali.

Dan para bajingan ini menghancurkan botol-botol berharga itu hanya untuk senang-senang!

Aku naik darah untuk beberapa saat, dan ketika aku berhasil tenang kembali, Nanom membuat permintaan menggelikan

[Dimohon untuk memotong mereka jika memungkinkan.]

Aku punya sifat tidak bisa menolak permintaan orang yang bergantung padaku meskipun aku tidak menyukainya. Yah, terserah. Mari mulai memotong.

Aku tidak terlalu benci melihat darah, namun aku benar-benar tidak mau menyentuh mereka jika bisa. Karena aku tidak mau menyentuh mereka, aku hanya memotongnya menjadi dua.

Aku memotong mereka dari kepala memanjang sampai selangkangan dengan belati elektromagnetik. Agh! Bau! Bau yang sangat tidak mengenakan keluar. Setelah membelah mereka, aku menggunakan tombak yang mereka bawa untuk membalikan tubuh mereka agar Nanom bisa menganalisanya.

[Ada sesuatu di bawah tulang rusuk.]

Saat aku menyodok bagian yang disebutkan menggunakan tombak kayu, sebuah bola berlumuran darah dengan diameter sekitar 2 sentimeter keluar. Aku penasaran apa ini? Warnanya pucat keputih-putihan.

Nanom menginginkan data kode genetik mereka, jadi aku mengambil bola itu dengan jari-jariku dan bergegas nuntuk memcucu tangan dan pisauku.

Botol air mineral yang mereka rusak berlubang di tengahnya, jadi aku memotongnya dengan belatiku dan membuat bagian bawahnya sebagai cangkir sementara.

Bagus! Untuk diriku sekarang, yang tidak punya akses ke keperluan sehari-hari, benda-benda itu tak ubahnya harta karun .

Berdasarkan jalur orbit planet ini, kira-kira sekarang mulai tengah hari. Aku benar-benar harus memperoleh makanan.

Namun akankah aman mengkonsumsi dan mendapatkan nutrisi dari makhluk-makhluk di planet ini semenjak awal?

Aku sedikit-sedikit bisa mengumpulkan informasi dari pertemuan pertamaku dengan mereka sebelumnya. Mereka benar-benar tidak peduli lingkungan sekitar selagi hidup di daerah seperti ini dan bahkan membuat keributan. Ini mungkin mengindikasikan bahwa tidak ada apapun di sekitar area ini yang bisa memberikan ancaman.

Tapi mungkin juga kalau ancaman itu memang ada, namun mereka gagal mendeteksinya. Itu juga mengindikasikan bahwa mereka tidak terlalu cerdas bukan…?

Semua kemungkinan bisa terjadi. Yang perlu kulakukan adalah tetap waspada.

Table of Content
Advertise Now!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *