Duke’s Daughter Bab 94

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Unggul Dalam Kecerdasan

Dan sekarang, adalah hari pertemuan dengan kepala perusahaan itu.

Baiklah!… Setelah memantapkan diriku, aku naik ke dalam kereta.

Perusahaan yang sedang kutuju sekarang adalah salah satu perusahaan yang mengambil keuntungan dengan menarik beberapa pegawai kami selama pengucilanku.

Seorang pria yang membuat keributan di depan tokoku sebelumnya… adalah salah satu pegawainya.

Kereta berhenti di depan gedung, yang berlokasi di salah satu wilayah paling makmur di ibu kota.

Aku sekilas melihat ke dalam toko. Kelihatannya tidak banyak pelanggan di dalam.

Sei memberi tahu pengelola toko bahwa aku sudah tiba dan segera kami diantar menuju ruang penjamuan.

… Suasana di dalam sini terasa agak aneh.

Itulah kesan pertama yang kudapatkan ketika melihat ruang penjamuan.

Banyak furnitur. Barang-barang mewah yang memberikan kesan sama dengan yang ada di ruang penjamuan kami, tapi di sisi lain, ada juga beberapa barang yang mengkilap dan sangat menyolok mata.

Rasanya seperti dua orang yang memiliki rasa yang berbeda menerapkan apapun yang mereka inginkan di tempat ini. Jika melihat keseluruhan tempat ini, rasanya tidak seimbang.

Terlebih lagi, ruang kosong yang tidak wajar diantara produk-produk itu juga memberikan perasaan aneh.

Kemungkinan ada sesuatu yang diletakkan disana sebelumnya.

Buktinya, siapapun bisa melihat tanda pengecatan yang kemungkinan digantung di dinding sebelumnya.

Apakah mereka di tengah-tengah perombakan gedung? Tidak, itu tidak mungkin. Tentunya mereka tidak akan mengizinkan seorang tamu masuk jika memang begitu.

Lalu, apa mungkin mereka menjualnya? Kemungkinan itu sangat tinggi.

Selagi aku memikirkan itu, presiden perusahaan itu akhirnya muncul.

Terlalu menyolok. Itulah kesan pertamaku darinya. Seolah ia menggunakan benang emas dalam pakaiannya. Terdapat banyak renda di mana-mana dan kelihatan seperti pakaian yang cukup berat bagi pria.

“Senang bertemu dengan anda. Saya Vuld Rankam. Presiden perusahaan ini.”

“Senang bertemu dengan anda juga. Saya Iris, presiden Azuta Conglomerate. Salam kenal.”

Kami memulai percakapan dengan senyuman.

“Meski begitu, berpikir kalau saya bisa bertemu presiden Azuta Conglomerate yang terkenal.”

“Saya juga sama. Saya merasa beruntung bisa bertemu dengan presiden salah satu perusahaan teratas di ibu kota ini.”

‘Hohoho’, aku tertawa sambil menyembunyikan mulutku dengan kipas lipat. Gaya tertawa ini mirip dengan karakter perempuan jahat di kisah-kisah.

Melihat itu, alis matanya sedikit mengkerut.

Oh astaga… apa mungkin aku sudah membuatnya tersinggung? Aku memang berniat membuatnya gelisah setelah bercakap-cakap santai, sih.

“….Apa yang anda katakan? Itu tidak berlebihan jika menyebut anda yang teratas di ibu kota.”

Oho? Aku penasaran apakah tidak masalah jika aku mulai menyerangnya sekarang?

“Oh, saya merasa sangat tersanjung. Akan tetapi, tidak seperti perusahaan anda yang mempunyai sejarah panjang. Kami cuma pendatang baru disini. Terlebih lagi, perusahaan anda juga dilirik oleh Pangeran Edward… Sungguh, saya sangat iri.”

Ketika aku mengatakan itu, Vuld segera menyunggingkan senyum sekali lagi. Kurasa dia mencoba menenangkan diri, ya?

“… Terimakasih banyak. Tapi, memang, saya pikir itu benar. Saya sangat bersyukur bahwa Edward-sama menunjuk perusahaan kami untuk mengemban tanggung jawab yang sangat penting.”

Ah…Jadi kau akan menggunakan Edward sama sebagai perisaimu, ya? Tepatnya dialah tombak dan perisai perusahaan ini.

“… Omong-omong, pekerjaan seni ruangan ini sangat luar biasa.”

Aku mengubah topik disini. Ini sedikit menjemukan tapi hanya orang bodoh yang akan meladeni omongannya. Pihak lain hanya akan mengambil keuntungan dalam situasi seperti itu.

Sekalipun kami memegang kekuatan lebih di Royal City, itu tidak jadi masalah. Pihak lain sedang mencoba membahas keunggulannya dengan menggunakan Ed-sama sebagai perisai.

Agar segalanya berjalan sesuai yang kuinginkan, aku tidak boleh kehilangan fokus disini.

“Saya senang jika anda berpikir demikian.”

Sepertinya pihak lain juga sedikit kehilangan perlawanan.

“Ya. Ini sangat cantik, saya tak kuasa menahan takjub. Jika ‘semuanya’ lengkap, saya yakin akan menjadi pemandangan yang lebih mengesankan.”

Dan sekali lagi, dia mengungkapkan keterkejutannya. Apakah asumsiku benar mengenai ruang kosong yang tidak wajar itu?

“…Kami berada di tengah-tengah perombakan, bagaimanapun juga. Saya benar-benar malu membuat anda melihat pekerjaan yang belum selesai di ruangan ini.”

Wajahnya selagi mengatakan itu terlihat seolah ia merasa menyesal. Jika yang berada di tempat ini adalah salah satu presiden dari wilayah kami, mereka dengan mudah akan meredakan suasana tanpa menunjukkan tanda-tanda pergolakan.

Berkat diskusiku dengan orang-orang itu, kurasa kemampuanku dalam menghadapi situasi seperti ini telah meningkat pesat. Semakin baik berkat orang-orang itu… Serius, sekarang setelah aku berhadapan dengan orang ini, aku jadi mengerti betapa cerdasnya presiden-presiden dari wilayah kami. Aku benar-benar berharap mereka menahan diri waktu itu.

“Oh? Begitukah? Saya sangat yakin akan luar biasa ketika semua bagiannya sudah lengkap. Apa yang anda rencanakan tentang dekorasi di sebelah sana?”

“…Itu, masih dalam perencanaan.”

“Oh begitu… maaf karena terlalu banyak bertanya. Bagaimanapun juga, anda adalah Vuld-sama yang berada di bawah naungan Marquis Rudolf. Dengan bantuan Rudolf-sama, yang memiliki penilaian besar dalam kemewahan, saya yakin anda akan mendapatkan sesuatu yang luar biasa untuk bagian itu.”

Ketika aku mengatakan itu, topeng di wajahnya luntur.

* * *

Table of Content
Advertise Now!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *