Duke’s Daughter Bab 92

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Masalah Seorang Pria

Dengan tidak menurunkan kewaspadaan, aku mengikuti langkah kaki wanita itu.

“…Tanya.”

Tiba-tiba, dia memanggil sebuah nama ke udara kosong di depannya.

Tidak ada siapapun….? Tepat saat pemikiran itu muncul di kepalaku, wanita lain segera muncul di sisinya.

“Anda memanggil, Nona?”

“Mm, tolong siapkan seorang dokter secepatnya.”

“Itu sudah dilakukan. Kami menunggu perintah lainnya.”

“Ah, baiklah, Tanya… Lalu, apa rencanamu sekarang?”

Perbincangan tiba-tiba diarahkan padaku. Tanggapanku adalah kebingungan.

“Rencanaku, maksudnya..?”

“Kami sudah membuat persiapan, jadi dokter mungkin akan tiba ke tempat adikmu secepatnya. Sekarang, kau mempunyai dua pilihan–entah itu mempercayaiku dan menyuruh Tanya membawakan dokter ke tempat adikmu sekarang, atau kau ikut denganku ke tempatku dulu.”

Jantungku berdebar dengan pembertahuan singkat itu. Sejujurnya, aku tidak mengharapkan lebih dari seorang dokter yang merawat adikku.

…Meski begitu.

“…. Ayo ke tempatmu dulu.”

Aku memilih yang terakhir. Mendengar jawabanku, wanita yang bernama Iris menyipitkan matanya.

“Baik, kenapa pilih yang itu?”

“Aku sudah bilang padamu, aku tidak cukup naif untuk mempercayai orang yang muncul seenaknya entah dari mana. Aku akan pergi ke tempatmu, dan dengan benar membicarakan tawaran yang kau berikan. Aku tidak akan menyerahkan adikku begitu saja.”

Setelah aku memantapkan pikiranku dengan berani, dia mulai tersenyum untuk alasan yang tidak diketahui.

“Pemikiran seperti itu tidak buruk. Jika kau berubah pikiran, katakan saja padaku langsung. Oh, dan jangan khawatir mengenai biayanya. Semuanya ditanggung olehku.”

“Aku mengerti.”

Kemudian, kami mulai berjalan lagi. Sesaat kemudian, kami tiba di jalan raya. Dia menaiki kereta yang diparkir di bahu jalan.

Kereta itu tidak terlihat seperti kendaraan yang digunakan untuk umum ataupun sewaan, namun properti pribadinya. Dan meskipun dilengkapi dengan hiasan sederhana, siapapun dengan mata bagus akan segera tahu bahwa itu barang kelas tinggi.

…Jadi, kemungkinan dia tidak berbohong saat menyebutkan bahwa dia adalah kepala Azuta Conglomerate.

Saat aku melamun, dia memanggil namaku, dan aku tersadar.

Mm, kalau begitu..!

Aku menguatkan tekadku, dan melangkah menuju gerbong kereta.

Saat kami terus diam tanpa kata, kereta berjalan sekitar satu setengah jam. Aku merasakan bahwa kami pergi ke suatu tempat yang jauh, lalu mendapati bahwa kami sampai di kompleks para bangsawan.

Kereta kami memasuki tempat yang megah bahkan jika dibandingkan dengan bangunan kelas tinggi lainnya.

…Ha? Kereta kuda terus melaju ke depan.

“Selamat datang di Kediaman Keluarga Duke Armelia.”

“…. Duke?”

Berbarengan dengan kata-kata itu, pria tersebut merasakan keterkejutan sekali lagi.

Sebelum ini, tak pernah terpikirkan olehku akan dekat dengan seseorang seperti Duke. Situasi seperti ini sama sekali tidak kuantisipasi.

“Baik, masuklah.”

Aku diantar ke kediaman bangsawan oleh wanita itu.

Aku percaya jika aku berjalan pulang sendirian, aku tidak akan pernah menemukan gerbangnya. Aku tentunya akan tersesat.

Sebelum semuanya direnggut oleh “orang itu” , kehidupan masa laluku cukup baik. Tapi meski begitu, aku tidak pernah melihat sebuah istana seperti ini.

Akhirnya, kami berjalan ke dalam sesuatu yang mirip dengan sebuah ruang tamu.

Yah, setidaknya aku tidak akan terkejut lagi dalam waktu dekat. Aku duduk diatas kursi.

“Kau sudah tenang sekarang?”

“Apa kau pikir aku sudah tenang…Bukan, apakah nyonya pikir saya sudah tenang?”

Sekarang kalau dipikir-pikir, aku tidak pernah menggunakan tatakrama selagi bicara. Jika ini situasi yang berbeda, aku mungkin akan dituntut permintaan maaf…. Yah, jika kejadiannya seperti itu, aku cuma perlu menurutinya.

Orang ini kemungkinan masih menginginkanku untuk melakukan sesuatu untuknya, jadi mungkin aku tidak perlu melakukan apapun sekarang.

“Kau tidak perlu memaksakan diri mengubah cara bicaramu, kau bisa perlahan mempelajarinya nanti.”

Meskipun aku memang mempunyai gagasan itu, aku tidak menyangka bahwa aku benar-benar tidak perlu minta maaf, dia tidak keberatan aku berbicara dengan cara seperti ini.

Bangsawan biasanya tidak menganggap kami rakyat jelata sebagai manusia…Tapi lebih seperti semut.

Karena itu, kupikir dia tidak bisa mentolelir cara bicaraku dengannya.

“Ha…”

Meskipun fakta bahwa dia sendiri yang mengatakan bahwa dia tidak keberatan, pelayan wanita di bekanganya menatap tajam ke arahku.

“…Benarkan, Tanya?”

Tapi, sepertinya dia menyadarinya, dan langsung bicara dengan pelayannya.

Karena tuannya sendiri bilang seperti itu, dia tidak punya pilihan lain. Pelayan itu mendesah.

“…Benar, seperti yang nyonya katakan.”

“Kalau begitu, kita langsung saja ke intinya. Yang kuinginkan darimu saat ini tidak banyak. Terus terang, bagaimana kalau kau belajar tatakrama dengan benar dulu untuk pekerjaan masa depanmu?”

“…Ha?”

“Mulai hari ini, kau akan bekerja untuk konglomeratku sebagai tanganku. Sebagai gantinya, kami akan membantu balas dendammu, dan merawat adikmu. Ini tawaran yang menggiurkan, bukan?”

“Ahh. Ini terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, sangat bagus sampai aku merasa curiga ada udang dibalik batu.”

“Hehehe…Apa yang kuharapkan adalah membuat dirimu berguna setelah bergabung dengan Azuta Conglomerate. Ketika tiba saatnya, aku akan memberi perintah padamu.”

“Aku punya firasat bahwa perintah itu akan cukup menakutkan.”

Tawaran yang sangat menggiurkan tentunya ada udang di balik batu…Aku penasaran perintah macam apa yang akan dia berikan.

“Aku adalah kepala Azuta Conglomerate, putri dari Duke Armelia, yang juga dikenal sebagai Perwakilan Penguasa Feodal untuk Dukedom ini.

Mendengarnya tiba-tiba secara resmi memperkenalkan dirinya membuat jantungku berdegup kencang seketika. Sebelumnya, kupikir tidak ada lagi yang akan mengejutkanku. Tapi setelah mendengar apa dikatakannya, aku benar-benar menerima kejutan.

Kalau dipikir-pikir, ini sudah cukup jelas. Karena dia tinggal di kediaman ini, dia pastinya memiliki garis keturunan Duke Armelia.

Tapi aku sama sekali tidak menyangka dia akan menjadi keturunan langsung, dan kurang lebih memiliki otoritas yang sama dengan Duke sendiri di tanah ini.

Lebih jauh lagi, putri Duke Armelia adalah wanita yang dikucilkan oleh Gereja beberapa waktu lalu, yang menyebabkan kegemparan di seluruh negeri.

“Adapun untuk dampak masa depan, aku tidak bisa melakukan yang aneh-aneh atau tidak pada tempatnya. Sebagian dari alasan ini karena ayahku, yang merupakan Perdana Menteri. Lebih penting lagi, aku tidak bisa menghadapi para penduduk di wilayahku… Dan, jika aku mencoba melakukan rencana rahasia, aku lebih memilih mempekerjakan seseorang yang lebih terbiasa di bidang itu daripada kau”.

Meskipun aku mempunyai beberapa pertanyaan untuk bagian pertama penjelasannya, aku menerima bagian yang terakhir.

Memang benar, dia bisa dengan mudah menemukan orang yang lebih cocok untuk hal-hal semacam itu.

“…Kau pasti menyadarinya, bukan? Aku adalah orang yang dikucilkan waktu itu.”

Aku merasa sulit untuk menanggapi pertanyaan itu. Melihat ekspresi diamku, dia mulai tertawa.

“Aku bisa menebak apa yang kau pikirkan berdasarkan reaksimu… Tindakan apapun yang kuambil, akan diperhatikan oleh orang lain. Statusku sebagai seorang bangsawan membuatku sulit bergerak dengan bebas. Karena itulah, aku membutuhkanmu.”

Setelah itu, dia secara kasar menjelaskan apa yang diinginkan konglomerat setelah aku bergabung. Anehnya, aku bisa menerima persyaratannya.

“…Jadi, apa kau menerima tawaran kami? Jika kau setuju, aku akan memanggil dokter dan merawat adikmu dengan baik.”

Dan begitulah, aku membuat kesepakatan dengannya.

* * *

Table of Content
Advertise Now!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *