Duke’s Daughter Bab 91

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Kemarahan Seorang Pria

(Catatan: Bab ini di raw inggrisnya memang menggunakan sudut orang pertama dan ketiga)

“Jika cuma ini yang kau punya, kau tidak bisa membeli satu barangpun disini! Orang desa miskin harus keluar dari tokoku!”

Dengan suara marah, dia diusir dari toko.

Dengan panik dia mencoba kembali masuk, namun pintu dengan cepat ditutup rapat, tanpa tanda-tanda akan dibuka kembali.

“…Sialan!!

Dia mulai mengumpat dengan marah.

Meskipun ini siang hari, jalanan kecil ini cukup gelap… Tidak, cukup terang sebenarnya karena sinar matahari. Namun mata orang-orang yang berlalu-lalang nampak tidak diisi dengan kehidupan, memancarkan suasana suram dan kesedihan.

Dulu, area ini adalah tempat bagi orang-orang yang tidak kaya, namun tidak terlalu miskin juga biasa berkumpul.

Tempat dimana kau bisa dengan mudahnya mendengar tawa orang-orang, meskipun ini sedikit melebih-lebihkan, tapi setidaknya mereka tidak nampak lesu seperti saat ini.

Sejak kapan menjadi seperti ini? Sangat mirip dengan batu yang jatuh dari atas tebing, merosot tajam semakin cepat, dan cepat.

Semenjak kapan dia mulai melihat kelesuan dan kegelapan ini?

Kerajaan ini, perlahan membusuk.

Dengan penurunan upah, tarif pajak tidak turun sedikit pun.

Konsumsi barang rata-rata per keluarga akan menurun, menghasilkan anggaran yang lebih rendah untuk serikat. Tidak mampu menjual komoditi mereka, bisnis akan menghasilkan kurangnya persediaan. Efek berantai ini akan bergema dalam gelombang yang tak terbendung.

Meskipun bantuan ekonomi dan pengendalian kerusakan bagi warga sudah menjadi hal biasa, itu tidak lebih dari cari muka oleh kalangan atas.

Jika mereka benar-benar berniat menolong kalangan menengah ke bawah dengan tulus, mereka harusnya memberi kami pekerjaan, dan uang. Meskipun semua orang memerlukan makanan dan kebutuhan pokok, jika kami terus bergantung pada solusi jangka pendek mereka, apa jadinya jika mereka berhenti memberikan bantuan? Dan lagi, orang-orang membutuhkan lebih dari sekedar makanan.

Sangat bodoh, pria itu tertawa pahit.

Meskipun orang tidak bekerja, akan ada orang-orang yang menyediakan makanan, ini bukanlah gagasan yang buruk…

Dengan kehidupan santai seperti itu, kerajaan ini sangat perhatian pada rakyatnya.

Tapi aku percaya…Ini tidak ada bedanya dengan ternak yang diberi makan, dan aku tidak bisa menerimanya.

Apakah tidak seorang pun yang menyadari keadaan kacau ini? Atau semua orang cuma pura-pura buta?

Perlahan-lahan semakin membusuk.

Cepat atau lambat, orang-orang akan muak dengan keputusan dan tindakan kalangan atas.

Rakyat selalu menjadi pihak yang harus membayar kesalahan yang dibuat kalangan atas.

Singkatnya, aku tidak mempunyai uang. Tanpa uang, aku tidak bisa membeli obat. Dengan keadaan seperti itu, tidak peduli seberapa banyak makanan yang kuterima, itu sama sekali tidak membantu.

“Kau, yang disana.”

Tak jauh dari tempatku berdiri, aku mendengar sebuah suara.

Aku menoleh ke pemilik suara itu. Sesosok orang berjubah berdiri disana.

Meskipun aku tidak bisa melihat wajahnya karena tudung itu, aku bisa tahu bahwa dia seorang wanita

“Ya, kau.”

Apa yang diinginkan wanita berpakaian bagus ini dariku?

“Namamu adalah ***”

Nama yang dia sebutkan memang namaku. Kenapa dia bisa tahu?

“Apa itu benar?”

“..Ya, benar. Apa yang kau mau dariku?”

“Hmm, baiklah, apa kau merasakan penyesalan?”

“…..Ha?”

“Semua yang kau miliki telah direnggut darimu, dan kau bahkan ditarik menuju keadaan sulit ini… Tidak, tidak semuanya. Apa yang harus kau lindungi, masih berada di sisimu.”

Pria itu dengan cepat mendapatkan kembali ketenangannya, dan dia menjaga jarak darinya.

“Hey, tidak perlu terlalu waspada padaku, kan? Toh aku cuma seorang wanita.”

“Tertipu karena penampilan…Aku sangat jelas paham bahwa ini menyebalkan. Sayangnya, aku sudah tidak mempercayai siapapun lagi. Terutama orang sepertimu, yang muncul seenaknya entah darimana.”

“Memang. Jika kau tidak mengambil pelajaran setelah dikhianati, maka kau benar-benar idiot.”

Wajahnya berubah masam setelah mendengar kata-kata wanita itu

“Meskipun aku tidak tahu darimana kau mendengarnya, aku tidak tertarik dengan apa yang kau mau.”

“Tapi aku memerlukan sesuatu darimu.”

“Lalu carilah orang lain.”

Aku memalingkan pungungku. Meskipun ini membuatku kesal karena harus melewati toko itu sekali lagi, itu lebih baik daripada berbicara dengan wanita ini.

“Baik, aku akan langsung ke intinya. Apa kau mau merebut kembali semua yang hilang darimu?”

“….Tidak tertarik.”

“Benarkah? Aku percaya jika kau bersedia, keadaan adikmu mungkin jadi lebih baik dari sekarang.”

Dengan satu kalimat itu, pria itu menghentikan langkah kakinya.

“…Apa yang kau mau dariku?”

“Semuanya. Namamu…Keberadaanmu, dan segala yang kau punya.”

“Apa kau mau aku mengibaskan ekorku seperti anjing?”

“Aku tidak memerlukan hewan peliharaan. Apa yang kuinginkan adalah kau menjadi kaki tanganku, dan bekerja untukku.”

“Haa… Sebenarnya apa yang kau mau dariku?”

“Aku tidak berencana membuatmu melakukan yang aneh-aneh, kau tahu. Aku cuma ingin membantumu merebut kembali apa yang hilang darimu. Ini pekerjaan tercela yang akan membantumu mendapatkan kembali posisimu, tidak lebih.”

“Bagaimana bisa aku mempercayai hal seperti itu? Kesepakatan murah hati seperti itu tidak ada.”

“Dia beterbangan seperti lalat. Dia menancapkan tangannya di jalan konglomeratku, dan suara miliknya tak henti-hentinya berdengung di telingaku. Itu benar-benar bisa menuntun orang ke jalan yang salah. Jadi, aku juga berharap agar orang itu menyingkir dari pandanganku.”

Dibandingkan suara lirih dan manis seperti sebelumnya, nada bicaranya saat ini begitu dingin seperti es.

Dengan bunyi whooosh, wanita itu membuka jubahnya. Rambut perak panjangnya bersinar di bawah sinar matahari.

Pria itu belum pernah melihat wanita secantik itu sebelumnya.

“….Namaku Iris. Aku adalah kepala Azuta Conglomerate.”

Mendengar kata-katanya, berbagai pertanyaan di kepalaku tumbuh semakin besar.

Kalau tidak salah, bukankah Azuta Conglomerate adalah salah satu perusahaan terbesar di Royal City?

Dan kepala perusahaan itu .. adalah wanita muda ini?

“Terserah padamu mau percaya atau tidak, roda sudah mulai diputar balik. Bahkan tanpamu, itu tidak akan berdampak terlalu banyak…Tapi, jika kau bekerja untukku, segalanya akan menjadi lebih mudah. Aku tidak mau meningkatkan beban kerjaku.”

Setelah ia mengatakan itu, wanita itu tersenyum. Senyum simpul itu hampir membuat jantungnya copot.

Tapi, ini belum berakhir.

“Jadi, ini sebuah pertukaran. Kau akan… Menggunakan namaku dan kekuatanku. Sebagai gantinya, aku juga akan menggunakan namamu dan kekuatanmu… Apa benar begitu? Bagiku, aku sama sekali tidak masalah melakukan pekerjaan tercela.”

Dengan responku, wanita itu tersenyum dengan gaya yang berbeda dari sebelumnya.

Ekspresinya seolah mengatakan: Jika kau melarikan diri sekarang, maka kau akan kalah… Apa kau mau dipecundangi seperti ini? Memang benar, emosi di hatiku memanas karena ini.

“… Aku tidak mau melakukan pekerjaan yang tidak kusetujui.”

“Itu cukup. Kalau begitu kita sepakat…Ikuti aku.”

* * *

Table of Content
Advertise Now!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *