Duke’s Daughter Bab 86

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Pertanyaan Dida

Setelah Berne pergi, Tanya masuk ke dalam kantor bersama Ryle dan Dida.

Hebat, waktu yang sempurna.

“Aku sangat menyesal meminta kalian melakukan sesuatu untukku di saat kalian baru saja kembali…Tanya, tolong bawakan aku laporan persedian barang di wilayah ini. Ryle, Dida, cari tahu jumlah personel daftar penjaga kita, juga tentara pribadai Keluarga Duke Armelia. Tak lupa juga laporkan jumlah komandan dan kapten yang tersedia.”

“Saya mengerti.”

“Cepat laksanakan.”

“Saya akan segera pergi, tapi Nona, apa yang terjadi?”

Tanya dengan cepat membungkukkan kepalanya, lalu Ryle dan Dida juga menerima permintaanku. Yapi Ryle tampaknya memiliki pertanyaan atas perintahku.

Yah, siapapun akan bingung dengan intruksi seperti itu.

“Baru saja, ayah mengirimku pesan melalui Berne: Proposal pembubaran angkatan bersenjata sudah sampai ke tangan Raja.”

“Apa….”

Wajah mereka diisi keterkejutan. Emosi mereka bukan hanya untuk Keluarga Duke Armelia, tapi juga sebagai murid langsung Kakek, dan kekhawatiran tentang keadaan mentalnya.

“Untungnya, proposal itu berhasil digagalkan oleh ayah dan kakek.”

Mereka bertiga menghela nafas lega.

“Masalahnya berada di balik layar- para bangsawan yang mendukung proposal dan rancangan itu.”

“Apa maksud anda?”

“Yah, pertama-tama. Semua yang akan kukatakan ini hanya sebatas dugaan, jadi kemungkinan ada beberapa kesalahan.”

Mereka mengangguk saat aku bicara.

“Pertama, asal masalah ini. Insiden ini dimulai oleh kata-kata Yuri Noir, putri dari Baron Noir.”

“…Wanita itu?”

Ryle tidak menyembunyikan ketidaksenangannya sama sekali. Melihat ekspresinya yang begitu bebas, terutama pada topik negatif seperti ini, sungguh pemandangan yang langka.

“Meskipun aku tidak tahu bagaimana, aku punya firasat bahwa gadis itu terikat dengan negara Towair, jika menilai dari laporan Tanya.”

Adapun seberapa dekat koneksi mereka, dan bagaimana metode komunikasi mereka, terlalu awal untuk membuat penilaian. Atau mungkin… dia diancam oleh seseorang, atau secara tidak sadar dimanfaatkan sebagai alat. Tentu saja, kemungkinan dia seorang mata-mata juga ada.

Namun itu semua adalah fakta kelam, dan aku tidak punya bukti apapun mengenai hubungan mereka. Akan tetapi, aku masih berusaha menaksir dengan situasi terburuk yang mungkin terjadi.

“Ayah, yang merupakan satu-satunya orang sangat aku andalkan, dipaksa agar tidak bisa bergerak kapanpun sesuatu terjadi padaku. Dengan dibubarkannya angkatan bersenjata…Itu adalah tanda-tanda dimulainya rencana yang diimpikan Kerajaan Towair. Serangan Gereja Darryl telah mengekang kebebasan ayah, dan Yuri-sama…kemungkinan orang di balik semua ini.”

Sekarang, semuanya sudah terjadi. Paus telah menunjukan taringnya dengan membuat rencana untuk menjeratku, kemungkinan agar mendapatkan beberapa imbalan yang telah disepakati….

Mereka bertiga mendecakkan lidahnya marah setelah mendengar kata-kataku.

“Pokok selanjutnya adalah permulaan masalah. Para bangsawan…. siapa yang mengajukan rencana ini?”

“Yah, tidak diragukan lagi fraksi pangeran kedua bukan?”

Ryle memberiku jawaban seperti yang kuduga.

“Tidak hanya mereka. Sebenarnya, ada beberapa persetujuan dari fraksi netral juga.”

“Bahkan fraksi netral….”

Ryle mengulanginya lagi sambil kebingungan. Tanya dan Dida juga memiliki ekspresi masam di wajah mereka.

“Memang apa untungnya bagi mereka?”

“… Kupikir karena mereka ingin secara legal mengembangkan kekuatan militer mereka.”

“Memangnya apa hubungannya dengan itu?”

“Ryle, Dida, kalian berdua tahu bahwa pemeliharaan angkatan bersenjata di wilayah kita ditempatkan pada prioritas rendah… Jika dilihat dari luas wilayah kita, volume militer kita terlalu kecil.”

Ini adalah sisa dari apa yang dimiliki Duke di masa lalu. Kalau dulu, wilayah kami mempunyai kekuatan yang jauh lebih besar dibandingkan yang kami miliki sekarang.

Perlawanan terhadap organisasi militer kami dan tuntutan “majelis tentara nasional” mengakibatkan pasukan kami sekarang berada pada situasi seperti ini.

“Dan karena setiap Duke mengawasi satu sama lain, diiringi dengan pengawasan kerajaan, tidak ada satupun wilayah yang akan memiliki terlalu banyak kekuatan militer.”

Ini mencegah pemberontakan dan independensi dari dukedom.

“Jika rencana pengajuan pembubaran militer kerajaan ini berhasil direalisasikan, sebagai hasilnya tentara akan dibagikan ke setiap wilayah feodal, dan biaya akan ditanggung oleh wilayah itu sendiri. Jika dalam situasi darurat, maka tentara-tentara itu akan dihimpun kembali di bawah bendera kerajaan….ini bukan ide yang buruk sebenarnya, akan tetapi kerajaan akan kembali seperti dulu dimana wilayah feodal yang memegang kekuatan paling besar. Mungkin ini poin utama yang diincar fraksi netral.”

“Untuk mempertahankan kekuatan militer mereka sendiri jika sesuatu yang buruk terjadi… Yah, bukankah ini sama saja dengan mengabaikan kerajaanmu?”

Kata Dida blak-blakan selagi aku memikirkannya.

“Tepat. Tapi kita tidak tahu apakah niat mereka secara aktif untuk memulai pemberontakan, atau hanya ingin mengamankan wilayah mereka sendiri.”

“Jadi, perintah untuk menyusun daftar militer kita… Nona, apa anda ingin melawan para pengecut itu jika saatnya tiba? Apakah anda ingin menjadi pedang dan perisai kerajaan, dan pergi ke pertempuran di sisi mereka?”

“Yah, tidak terlalu. Ini hanya tindakan pencegahan- karena situasi benar-benar tidak stabil saat ini, jika sesuatu benar-benar terjadi, kita perlu mempertahankan wilayah kita.”

“Mmmm…Tapi…”

Suara Dida yang ragu-ragu seperti dia yang biasanya, namun kali ini disertai sikap yang sangat serius.

Kenapa…?

Biasanya, Ryle akan memarahinya, namun dia tidak mengatakan satu patah kata pun. Kemungkinan dia masih memikirkan informasi ini.

“Kalau begitu, jika sesuatu benar-benar terjadi, akankah orang yang memerintah angkatan bersenjata di wilayah ini adalah anda, Nona?

“….Ya.”

Menakutkan, dan itu tidak mustahil. Tapi.

Satu-satunya alasannya adalah karena ayah masih menjalankan urusan politik di ibukota.

Jika bukan karena aku yang menjadi Perwakilan Penguasa Feodal, maka keputusan akan mengambil proses yang sangat lama. Untuk urusan sepenting itu, ayah kemungkinan harus memberikan perintah dari ibu kota. Sekalipun Sebastian diberi kewenangan mengelola wilayah secara bebas, beliau tidak akan memberikan tanggung jawab dan kekuasaan sepenting itu padanya.

Akan tetapi, selama aku disini, situasi tersebut tidak akan terjadi. Karena aku mempunyai otoritas yang setara seperti Duke sendiri.

* * *

Table of Content
Advertise Now!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *