Duke’s Daughter Bab 84

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Rencana Iris

Surat-menyurat yang perlu ditulis oleh presiden Azuta Conglomerate masih rumpang sampai sekarang akibat insiden pengucilan.

Ada banyak sekali dokumen yang tidak tersentuh selama kekacauan itu hingga diadakannya pertemuan penyelidikan.

Yang perlu kulakukan sisanya adalah merespon surat-surat yang kami terima dari perusahaan lain. Sepertinya aku harus begadang untuk menyelesaikannya.

Aku sedikit menyesal karena aku harus bekerja lebih lama dari rutinitasku yang biasanya. Namun, kantorku adalah tempat untuk menyelesaikan perkerjaan. Bukan tempat untuk menangisi kesalahan masa lalu.

Aku membaringkan punggungku ke kursi, dan melemparkan pena tintaku ke atas meja.

Baru-baru ini, aku sering melakukan postur seperti ini tiap kali aku lelah.

“Hey, Sei…”

Dia mungkin berada disini untuk mengumpulkan surat-surat yang telah kutulis sejauh ini.

“Ya, ada apa Nona?”

“Kali ini, Pangeran Kedua telah mendekati tiga perusahaan dan menghancurkan mereka. Apa menurutmu Azuta Conglomerate perlu mengakuisisinya dengan membeli ketiga perusahaan tersebut?”

Sei tampak sangat terkejut setelah aku mengajukan pertanyaan itu. Namun setelah beberapa saat, dia kembali tenang.

“…Kenapa anda tiba-tiba membahas hal ini? Sebelum ini, bukankah anda sudah mendengar bahwa ada perisai di belakang pangeran kedua? Tidakkah anda pikir jika tindakan yang anda ambil ini akan dianggap pembalasan? Apa anda serius ingin melawan Pangeran Kedua?”

Koreksi. Sikap tenang yang dimilikinya ini sepertinya hanyalah topeng yang menyamarkan kekhawatirannya yang terasamat sangat untukku.

“Aku setuju….tapi tidak. Menurut pendapatku, akan lebih menunjukkan belas kasihan kepada tiga perusahaan itu jika kita membeli mereka. Seperti yang bisa kau lihat, management mereka memburuk dan sebagian besar karyawannya berhenti. Kita kebetulan membutuhkan karyawan saat ini. Selain itu, cara berpikir Pageran Kedua itu cacat. Dia menganggap perusahaan sebagai alatnya. Dia menyingkirkan mereka ketika menurutnya sudah tidak sedap lagi dipandang.”

Tingkah lakunya sangat menggelikan.

Setelah pembatalan pertunangan kami, aku akhirnya bisa benar-benar menyadari perangai buruk Pangeran Kedua…Aku sama sekali tidak menyedarinya saat aku masih jatuh cinta padanya.

“Nona Iris, anda tidak bisa menyangkal bahwa tindakan tersebut akan memancing kemarahan Pangeran Kedua. Mengapa anda mengambil jalan paling beresiko tersebut?”

“Saat waktu pengucilanku, ketika barang-barang dari wilayah Armelia melewati perbatasan, tarif yang diberlakukan jauh lebih tinggi dari batas normal. Aku sangat yakin bahwa Pangeran Kedua turut andil dalam upaya memberatkan tarif pada wilayah kita.”

Meskipun keributan telah mereda, uang yang hilang dari perusahaan belum kembali. Sekalipun aku bernegosiasi dengan mereka, hanya akan buang-buang waktu karena mereka akan menolak mengembalikan uang itu.

Karena fraksi Pangeran Kedua menaruh permusuhan padaku, posisiku sebagai Perwakilan Penguasa Wilayah akan sedikit menggerakan tangan mereka.

“Dengan kata lain, ketika mengirim barang-barang ke wilayah lain, Perusahaan-perusahaan di wilayah Armelia akan menanggung kerugian besar karena besarnya pajak yang dibebankan.”

“Yah, jika kita hanya memperolah bagian manajemen dari ketiga perusahaan itu, saya rasa itu tidak jadi masalah. Tapi seluruh perusahaan secara menyeluruh? Ini sedikit berlebihan, saya rasa. Akan lebih baik jika meminjam nama perusahaan mereka dan memindahkan para pekerja kita kesana. Misalnya, jika kita memisahkan Departemen Transportasi di Azuta Conglomerate dan menggabungkannya dengan salah satu dari ketiga perusahaan itu. Hasilnya, bukankah secara teknis sama dengan independen, bukan?”

“Memang…Itu berarti jika kita bisa memakai nama perusahaan yang kita beli, maka pajak tidak akan dibebankan pada perusaan cabang. Jika ini berjalan lancar, maka secara bertahap semuanya akan kembali sama seperti sebelum pengucilanku dan perusahaan akan bisa mendapatkan keuntungan lagi. Yah, aku juga pernah mendengar sebelumnya bahwa perusahaan itu, Oodana, juga menyewa banyak pengiring dan menyebarkannya dari kota ke kota. Intinya adalah aku ingin mengembangkan Azuta Conglomerate sebagai sebuah bisnis.”

Aku tersenyum masam saat aku tahu bahwa beban kerjaku akan meningkat secara substansial.

Terlepas dari itu, juga merupakan fakta yang tidak bisa diabaikan bahwa ada banyak bangsawan korup yang bersemayam di fraksi Pangeran Kedua. Akan sangat sulit bernegosiasi dengan mereka.

Yah, meskipun mudah untuk mengembangkan bisnis, entah Azura Conglomerate akan mendapatkan keuntungan dari itu masih menjadi pertanyaan.

“…Aku akan mempertimbangkan karakteristik masing-masing perusahaan untuk melihat perusahaan mana yang layak dibeli oleh Azuta Conglomerate.”

“Terima kasih.” (Sei)

* * *

Table of Content
Advertise Now!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *