Duke’s Daughter Bab 83

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Obrolan Lanjutan Mengenai Insiden Tempo Hari

Ketika aku kembali ke area pegawai, aku disambut oleh wajah Mimosa yang pucat… aku merasa sangat menyesal membuatnya khawatir tentangku.

“…Misa, aku minta maaf karena membuatmu khawatir.” (Iris)

Meskipun kami adalah satu-satunya orang di area pegawai, aku memanggilnya Misa karena itu adalah nama samaran yang kami sepakati untuk digunakan saat kami ada di kota.

“Alice, aku khawatir padamu. Sekarang aku mengerti perasaan para pengawalmu setelah melihatmu dari sini. Yah…. (Mimosa)

Mimosa menghela nafas berat. Dia tidak bisa lagi menahan rasa khawatirnya dan gemetar. Aku tahu tidak mungkin bagiku untuk bersikap tenang tiap kali sebuah insiden terjadi, jadi aku hanya bisa diam dan tersenyum masam sebagai tanggapan.

Kami berjalan keluar toko ditemani oleh Tanya.

“Well, saya senang Nyonya Iris aman dan baik-baik saja.” (Mimosa)

Setelah berjalan beberapa meter, Mimosa dan aku berpisah. Anehnya, aku merasa tidak ingin berkeliling kota lagi.

Keesokan harinya, entah kenapa aku merasa kelelahan saat berjalan ke kantor ku seperti biasa.

Yang menungguku adalah meja kerja dengan tumpukan dokumen yang siap untuk diperiksa. Setelah membolak-balikan kertas sebentar, aku menyuruh Tanya datang dan membawakan teh sehingga aku bisa beristirahat sejenak.

“…Tanya” (Iris)

“Ya.” (Tanya)

“Aku memerlukan daftar semua masalah yang disebabkan pengucilanku terhadap perusahaan dan rinciannya. (Iris)

“Saya telah menyelesaikan laporannya kemarin, dan saya sudah menyusun dan memeriksa semuanya untuk memastikannya akurat.” (Tanya)

Tanya memberiku dokumen yang berisi data yang dia kumpulkan kemarin. Seperti yang diharapkan dari Tanya. Dia adalah pegawai yang rajin.

Aku membolak-balikan dokumen dan memeriksa laporan tersebut.

Sebagai hasil dari pengucilanku, jumlah total pelanggan yang mengunjungi Azuta Conglomerate menurun tajam.

Semua toko di bawah Azuta Conglomerate, yang aku dirikan, dan semua toko di wilayah Armelia besar kecilnya sangat terpengaruh.

Ini juga membuat situasi sulit bagi para pedagang di Kamar Dagang Armelia karena mereka berhubungan denganku melalui kesepakatan perdagangan dan bank yang aku dirikan.

Biarpun krisis tersebut telah terselesaikan, efek-efek pengucilan masih menyiksaku dan menggerogoti tekadku.

Meskipun aku tidak boleh berpikir begitu, kalau boleh jujur, fakta bahwa Paus sebelumnya dan fraksi Pangeran kedua menyebabkan sejumlah kerusakan yang signifikan pada perusahaan, itu tidak bisa dipandang sebelah mata.

Alasan lain kenapa Conglomerate mulai mengalami penurunan adalah karena kurangnya sumber daya manusia. Tak lama setelah aku dikucilkan, banyak pegawai inti tiba-tiba mengundurkan diri dengan alasan tidak ingin berhubungan dengan perusahaan yang presidennya seorang pendosa. Akibatnya, sebagian besar toko yang dikelola oleh Azuta Conglomerate tidak beroperasi dengan baik, yang memberikan kesan buruk bagi para pelanggan lokal.

Saat aku memikirkan ini, kepalaku dipaksa bekerja keras karena aku perlu memikirkan solusi untuk menaikan reputasi Azuta Conglomerate dengan cepat.

Selagi terus memikirkan itu, tau-tau aku malah kecapaian.

“….Waktu itu, jika saja Dean tidak memberiku koneksi yang bisa diandalkan dengan pendeta itu dan aku diboyong kembali ke gerja, Azuta Conglomerate bahkan tidak akan bisa menjalankan bisnisnya hari ini…Tidak, menjalankan bisnis di wilayah Armelia masih mungkin dilakukan tapi diluar itu akan mustahil…” (Iris)

Tanya mengangguk sebagai tanggapan. Beruntung hal baik terjadi, sebagai hasil dari insiden itu, aku mendapatkan koneksi dengan pendeta paling berpengaruh di gereja saat ini, Pendeta Ralph.

“… Tidak ada keraguan bahwa jika bukan karena Pendeta Ralph, klaim Nyonya Iris akan kekurangan dukungan dan bukti anda akan dianggap palsu dan digugat. Anda sangat faham tentang fakta itu bukan? Agak menakutkan bila memikirkan bagaimana semua bisnis di wilayah Armelia menerima kerusakan besar dan sebagian besarnya kemungkinan guling tikar.” (Tanya)

Bagi Armelia, suatu wilayah yang sangat bergantung pada perdagangan dan ekonomi, pengucilanku akan menghancurkan fondasinya dan menghilangkan kepercayaan masyarakat.

Bahkan, presiden dari Kamar Dagang mundur dari posisinya. Kupikir itu bisa dimaklumi mengingat keadaan Armelia setelah pengucilanku.

Masalahnya sekarang, sebagian besar perusahaan tidak akan membuat kantor pusat mereka di Armelia dan itu akan mengurangi jumlah pedagang yang mengunjungi Armelia.

Dengan kata lain, fraksi Pangeran Kedua mencoba menggunakan ekonomi untuk menghancurkan wilayah Armelia dengan metode yang tidak melibatkan militer.

Ini hanya spekulasiku namun aku tidak punya bukti yang mendukungnya.

Untuk saat ini, setelah menyelesaikan urusan tentang pengucilanku, Azuta Conglomerate akhirnya bisa mulai mengeluarkan produk baru dan membangun kembali reputasinya dan membuat para pelanggan secara bertahap kembali membeli produk kami lagi.

“Bisnis perusahaan kita telah menurun sedikit berkat Pangeran Kedua.”

Situasi saat ini adalah salahnya.

Akan tetapi, perlu diketahui juga bahwa perusahaan Pangeran Kedua tidak mendapatkan momentum melalui krisis ini.

Selain itu, kualitas dan harga juga sama antara perusahaan kami. Namun, karena perusahaan Pangeran Kedua mengambil keuntungan dari krisis Azuta Conglomerate, mereka mendapatkan sejumlah kecil pelanggan dari kami.

Aku terus memikirkan kembali bagaimana tuduhan palsu itu menyebabkan sebagian besar pelanggan kami tidak kembali.

Karena manajemen yang buruk selama jangka waktu yang pendek itu, pelanggan menurun untuk jangka yang panjang karena mereka tidak mempercayai perusahaan kami lagi.

Di sisi lain, sedikit melegakan karena Gereja mendukung Kamar Dagang kami sekarang.

“Baiklah.. Aku harus menuntaskan masalah para karyawan kita yang lalai akan tanggung jawabnya dan melakukan sesuatu mengenai total jumlah pelanggan kita yang menurun. Menilai dari isi kontrak kerja, sepertinya perusahaan kita masih lebih baik jika dibandingkan dengan perusahaan Pengeran Kedua. Selain itu, ada banyak karyawan yang berasal dari perusahaan kita telah dipecat karena buruknya manajemen. Damme sepertinya termasuk salah satu dari mereka… Mereka sepertinya sedang melakukan pemangkasan jumlah karyawan.” (Iris)

“Bukankah itu sangat disayangkan?” (Tanya)

“Tidak. Kupikir juga sayang bila memberhentikan karyawan dengan mudahnya. Akan tetapi, aku tahu bahwa memberhentikan karyawan itu tidak bisa dihindari apabila dihadapkan dengan manajemen yang memburuk. Sebagai presiden, aku tidak boleh mengambil keputusan berdasarkan perasaanku dan meskipun aku merasa sangat kasihan pada orang-orang yang diberhentikan, aku tidak bisa menyalahkan manajemen pada saat membuat keputusan itu.” (Iris)

Juga, tidak dipungkiri bahwa perusahaan Pangeran Kedua mendapatkan banyak keuntungan berkat informasi yang dimiliki oleh para mantan karyawan kami.

Aku sadar terlalu dimabuk akan pencapaianku dan dengan mudah kehilangannya tanpa pernah memikirkan skenario tersebut sebelumnya.

“Orang mengira bahwa kekuatan ekonomi dan politik yang dibangun seseorang tidak akan mudahnya dijatuhkan. Faktanya, orang-orang yang keluar dari perusahaan kita dan bergabung dengan perusahaan Pangeran Kedua mengatakan bahwa pembayaran dalam kontrak pada awalnya tinggi namun belakangan semakin memburuk dan ada juga berbagai keluhan tentang manajemennya yang kacau. Secara keseluruhan, tampaknya manajemen perusahaan inti telah berhenti dan diserahkan pada orang-orang yang kurang andal.” (Iris)

Bahkan selama pengucilanku, sepertinya manajemen Azuta Conglomerate berjalan baik-baik saja tanpa masalah yang berarti. Namun masalah baru muncul setelah pengucilanku dibatalkan.

Jika terus seperti ini, akan sulit menemukan anggota baru untuk manajemen tingkat atas.

“Apakah ada kemungkinan para pegawai kita yang keluar memilih kembali ke perusahaan kita?” (Tanya)

“Tidak menutup kemungkinan.” (Iris)

“…Jadi. Kita perlu memperkuat keamanan agar kejadian kemarin tidak terulang kembali.” (Tanya)

“Tentu.” (Iris)

* * *

Table of Content
Advertise Now!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *