Duke’s Daughter Bab 75

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Siasat Adik Perempuanku II

Sudut Pandang Rudy

“…. Anda benar-benar melakukannya, Putri Letty.” (Rudy)

“… Astaga, Rudy, apa yang kamu bicarakan?” (Leticia)

Putri Letty, adik Pangeran Alfred, memberikan senyum ceria saat ia mengembalikan pertanyaanku.

Meskipun kau jelas tahu apa yang kumaksud …
Selagi memikirkan ini, aku kehilangan tanggapan dari bibirku.

“Jangan bilang … kalau percakapan sebelumnya .. Sejak awal, tujuan anda adalah mendapatkan izin perjalanan, benar?” (Rudy)

“Fufufu, tebakan mu benar~.” (Leticia)

Meskipun bukanlah kebohongan ia ingin bertemu Iris, dia tahu bahwa hanya akan menjadi keberuntungan jika mereka berdua bertemu …. Apa yang sebenarnya dibalik izin perjalanan itu …. Dan bagaimana ia mendapatkannya, semuanya adalah apa yang ia rencanakan.

Dia menaruh tumpukan dokumen itu diatas meja di ruang belajarnya. Ruangan ini lebih kecil dibandingkan ruangan Pangeran Alfred. Dan yang paling kontras adalah berbagai aksesoris lucu yang menghiasi di setiap sudut dan celah ruangan. Meski begitu, kebanyakan buku yang terlihat di lemari tidak sama dengan gambarannya sebagai seorang Putri.

“Bukankah kamu telah diajari oleh kakak? Dalam bernegosiasi dengan seseorang, sebelum menunjukan niat mu yang sebenarnya, kamu harus memulainya dengan tuntutan tertinggi dengan maksud berpura-pura kompromi nantinya … Dengan cara itu, mereka akan percaya telah mendapatkan kesepakatan yang lebih baik dari sebelumnya dan memberi kecenderungan untuk menerimanya.” (Leticia)

Ya, dia mengatakannya, pikirku selagi membiarkan tawa ringan keluar.

“… Dan karena alasan itu, aku dibujuk mengatakan banyak hal mengingat hubungan ku dengan Iris .. Sungguh putri yang merepotkan.” (Rudy)

“Fufufu … Sepertinya kamu telah sedikit melebih-lebihkannya. Dan kelihatannya kakak sudah menyadarinya sedari awal.” (Leticia)

“Itu benar.” (Rudy)

Sekarang aku baru ingat, eksprei kerutan yang ia buat sebelumnya … mungkin .. mungkin saat itu Pangeran Alfred telah menyadari apa yang Putri Letty inginkan. Meski begitu, Pangeran masih menari sesuai irama, apakah itu … karena mempertimbangkan perasaan Putri?

Dia duduk diatas kursi yang menemani meja belajarnya. Meja itu berwana putih cantik, meja yang membuat orang-orang sekilas bisa merasakan datang dan berlalunya anak-anak kerajaan dari generasi ke generasi, bekerja keras mengerjakan berkas-berkas mereka di meja yang sama … Namun pemandangan yang sebenarnya, pekerjaan yang keras dan membosankan … tumpukan-tumpukan dokumen, menghancurkan imajinasi dibawah pertimbangan mereka.

“Yah, aku akan menjaga kata-kata ku. Tapi, misalnya, katakanlah berjalan-jalan di Ibu Kota seperti yang dilakukan Putri Duke Armelia, kamu tidak akan punya keluhan apapun kan?” (Leticia)

“Seperti yang saya katakan, kenapa anda begitu tergesa-gesa?” (Rudy)

Pertarungan untuk sementara waktu telah dimenangkan, dan Iris harusnya masih berada di Ibu Kota sedikit lebih lama lagi. Bagaimanapun juga, diperlukan berbagai upaya untuk mengatasi dampak yang ditinggalkan setelah campur tangan Pangeran Edward.

“Eeh. Aku mengatakan yang sebenarnya saat aku bilang ingin bertemu dengan Putri Duke Armelia.” (Leticia)

“.. Kenapa kau begitu peduli padanya? Yah, baiklah, kukira itu tidak bisa dicegah jika kau menjadi penasaran setelah melihat kakak tercintamu patah hati.” (Rudy)

“… Kamu benar. Itu seperti yang Rudy katakan. Tapi itu bukan semacam “Jangan mengambil Onii-sama dari ku” seperti yang kau bayangkan, kamu paham?” (Leticia)

Dia dengan mudah membaca maksudku. Terlebih, dia bisa menyangkalnya sedemikian rupa yang membuatku kehabisan kata-kata.

Namun aku yang tetap diam hanya membuatnya semakin tertawa.

“Tentu saja, aku menyimpan sedikit perasaan itu… Sederhananya, itu membuatku merasa tertarik. Contohnya … “Kakak ku” yang dibatasi oleh dunianya yang kecil. Dia telah dilindungi oleh Ellia bahkan ketika ia masih muda, dan selama waktu itu, sampai sekarang orang-orang tidak ada yang berbicara buruk tentang dia. Namun sekarang, orang-orang mulai membicarakannya. Bukankah itu hasil dari pembatalan pertunangannya dengan Putri Duke Armelia?” (Leticia)

Aku segera mengerti apa yang dimaksud “Kakak ku” adalah merujuk pada Pangeran Edward. Putri Letty selalu memanggilnya begitu ketika dia menyebutnya.

“Dilihat dari sudut pandang lain, bagaimanapun, dunia “Kakak ku”(Alfred) juga kecil. Dunia-nya hanya terdiri dari aku dan Rudy. Selain kita .. Dia hanya mengizinkan orang lain yang berada di sisinya sebagai alat .. begitulah yang kupikir.” (Leticia)

Aku akhirnya mengerti apa yang dia maksud dengan itu .. Singkatnya, nampaknya dunia Pangeran Alfred sangat kecil seperti Pangeran Edward, namun dalam arti yang berbeda.

Itu bukan masalah jika pandangannya akan dunia “sempit”, yang jadi masalah adalah ada atau tidaknya hubungan persahabatan yang sejati. Sebuah hubungan yang tidak berlandaskan pada lingkungan … Namun, berdasarkan kemampuan memaafkan, saling bertukar pendapat, dan mempunyai sedikit obrolan. Seseorang yang bisa melakukan rutinatis sehari-hari dengannya. Putri Letty dan setelahnya, diriku, telah berusaha menjadi orang yang yang seperti itu untuknya … Atau itulah yang coba kami lakukan.

“Bagi seorang Pangeran, itu mungkin tak bisa dicegah. Tapi kupikir kakak ku itu, dalam hal ini, terlalu ekstrim .. Mungkin aku adalah orang yang membelenggu kebebasannya, karena dia harus menanggung beban sepertiku di lingkungan Istana Kerajaan, sebuah tempat yang dipenuhi dengan musuh..” (Leticia)

*Huff*, Putri Letty membiarkan helaan napasnya keluar.

” …Tidak, aku tidak beripikir kalau itu alasannya. Mereka yang bekerja padanya dipengaruhi oleh penilaian pragmatis mereka dari biaya dan keuntungan, dengan begitu, mereka ditarik oleh kecakapan kakak. Itu memang salah satu poin kemampuan kakak yang paling kuat, tapi …. kekuatan semacam itu terlalu rapuh untuk menemukan bawahan yang bertahan lama. Jika kamu menempatkannya dalam cara yang naif, mungkin itu karena … sebuah ikatan yang khusus? Jika aku harus mengibaratkannya… katakanlah, sekali waktu kakak membuat perhitungan yang keliru, jika tidak ada perasaan setia pada saat itu, mereka akan menarik dan mengevaluasi kembali penilaian meraka karena telah melayaninya.” (Leticia)

Jadi begitu, dia mengemukakan poin yang cocok. Saat ini, terdapat kawan bangsawan dan bangswan baru yang berada dibawah pengaruh Pangeran Alfred. Mereka berada di sisi Pangeran Alfred setelah mencapai berbagai prestasi yang solid. Namun pada akhirnya, mereka akan memilih berada dipihak Pangeran yang lebih kompeten … Yah, jika mereka membandingkannya pada seseorang seperti Pangeran Edward, secara alami, Pangeran Alfred akan menjadi pilihan yang jelas.

Melihatnya dari sudut pandang berbeda, jika kita mengabaikan identitas namun hipotesis skenario dimana mereka dipaksa harus berada di pihak siapa, tidak ada lawan yang sebanding dengan Pangeran Alfred dalam hal kemampuan maupun status, mempertimbangkan hal itu, mereka akan berakhir pada kesimpulan “Itu saja sudah cukup.”

Pada awalnya, ketika konfrontasi dengan Pangeran Edward mulai disorot, banyak orang yang tetap netral dan mempunyai keputusan yang sama.

“.. Kali ini, alasan terbesar kenapa faksi netral sedikit condong pada Kakak mungkin karena Duke Armelia juga mendukungnya. Jadi, kenapa Duke Armelia mendukungnya? Tak perlu ditanyakan, aku pikir itu hanya sebuah topeng. Namun, bisakah mereka tetap diam setelah melihat bangsawan terkemuka terlibat? Skenario terburuk, mereka akan memanfaatkan pengucilan putri mereka untuk meninggalkan posisinya dan menarik diri ke wilayahnya, secara efektif menghindari kekacauan tersebut .. Namun, dia tetap menjadi kepala keluarga, dan secara terbuka mengumumkan kerja sama sebagai tangan dan kaki Pangeran Alfred… (Leticia)

“… Itu karena … bukankah dia merasa berhutang padanya?” (Rudy)

“Itu benar. Apa kamu benar-benar berpikir Duke Armelia akan rela menawarkan bantuannya? Bahkan dengan resiko negara terbelah menjadi dua, apa itu tanpa kompensasi apapun?” (Leticia)

” … Apakah itu sesuatu yang telah disiapkan tanpa pertimbangan….? (Rudy)

“Benar … Kemudian, melihat akibat dari konfrontasi tersebut, tidak kah itu membuatmu berpikir kita harus meningkatkan jumlah “sekutu kita” Rudy?”

” … Untuk memperkuat perebutan tahta, kan?” (Rudy)

“Benar lagi. Di masa damai ini, tidak mungkin menyatukan para penguasa wilayah dengan hanya kekuatan Kakak, sama seperti raja-raja sebelumnya. Yah, meski pun saat masa perang, nampaknya ia tidak akan memiliki masalah mengambil alih komando militer sebagai Raja; Dia telah membuat banyak hubungan baik dengan para pejabat militer sewaktu ia menjadi Dean.” (Leticia)

… Tentunya, seperti yang Putri Letty katakan, satu-satunya tentara, dengan kakek sebagai pemimpin sekaligus pengawas akan menyadari bahwa Dean yang menyelinap ke dalam sesi pelatihan mereka secara teratur adalah Pangeran Alfred yang menyamar. Dia berbaur dengan baik. Disana, dia bersikap seolah bukan berasal dari keluarga kerajaan, tapi sebagai Dean yang tidak membangun dinding apapun antara dirinya dan orang-orang biasa.

“… Walaupun pembicaraan ini telah menyimpang, kakak pertama-tama harus mengkolidasikan kedudukannya agar mempercepat penguatan kerajaan, demi masa depan … Atau itulah yang aku yakini.” (Leticia)

“Aku paham …Uhm, Putri Letty? (Rudy)

“… Apa?” (Leticia)

“… Putri Letty, apa anda benar-benar belum pernah pergi ke dunia luar?” (Rudy)

Belum pernah terjadi sebelumnya, semua yang kulakukan sejauh ini hanyalah mendengarkan apa yang Putri Letty katakan. Yah, biasanya, kau tidak akan mendengar pembicaraan semacam ini dari seorang gadis semuda dia. Sekalipun mempertimbangkan bahwa dia adalah anggota keluarga kerajaan.

“…Ada masalah? Kenapa begitu tiba-tiba…?” (Leticia)

“Oh, kelihatannya seolah anda telah secara langsung berhubungan dengan cerita ini ..” (Rudy)

“… Sebaliknya. Karena aku terkurung di sangkar ini, aku ingin tahu setidaknya sebagian kecil dari dunia luar, jadi yang bisa aku lakukan hanyalah berspekulasi.” (Leticia)

“… Kukira itu memang benar ..” (Rudy)

“Ya, memang begitu.” (Leticia)

Sangat disesalkan, menurut pendapat ku. Bahkan dari sudut pandang orang luar, mengingat bakat yang ia tunjukan sejauh ini, itu jelas bahwa dia tidak punya kesempatan untuk memanfaatkan semua bakatnya secara penuh.

“Aku tidak menyesali semua itu, Rudy. Karena aku tidak pernah membuat hubunganku sendiri. Siapapun bisa melakukan itu kan?” (Leticia)

…Tidak sembarangan orang bisa melakukannya. Sebenarnya seberapa besar Putri Letty melebih-lebihkan orang lain? Ini menakutkan bagi seorang manusia yang tidak membuat koneksi pribadi apapun.

Maksudku, Putri Letty, bukankah kau bisa menebak dengan tepat apa yang aku pikirkan sekarang? Aku tidak berpikir kalau kau akan memiliki masalah dalam bernegosiasi dengan keterampilan semacam itu.

Sekarang aku melihat lebih dekat, dia tersenyum … bisakah dia melakukannya sekali lagi? Dengan sempurna meramalkan apa yang saat ini berjalan di dalam pikiranku? Aku merasa kalau itu lucu dan menertawakan apa yang aku pikirkan.

* * *

Table of Content
Advertise Now!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *