Duke’s Daughter Bab 73

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Laporan x Manuver Rahasia II

“Tentang laporan itu … Yang bisa kukatakan gadis itu sangat menakutkan.”

Pada kata-kata Milo, aku menghela napas dan berpikir sejenak.

“Apa yang membuatmu berpikir seperti itu?” (Dean)

“Yah, anda tahu bahwa putra Paus tidak terlibat dalam kasus itu bukan? Dia masih menjadi calon penerus Paus selanjutnya.” (Milo)

“Insiden ini mungkin mempunyai efek tersendiri. Mereka yang menjadi calon penerus Paus perlu untuk memasuki akademi, belajar tentang dunia, dan mendapatkan sekutu dari para bangsawan dan keluarga kerajaan. Setelah lulus, mereka akan memasuki Gereja dan dilatih secara ketat untuk menjadi Paus di masa depan. Tapi sekarang, karena Paus dipaksa turun dari jabatannya di tengah-tengah pelatihan, ada beberapa kekhawatiran tentang kekosongan yang terlalu lama akan merugikan Gereja dan Kerajaan sendiri. Dampaknya, mereka mendorong orang baru untuk mengambil alih posisi itu dari Keluarga yang berbeda, itu mungkin situasi yang terjadi saat ini.” (Rudy)

Milo mengangguk setuju mendengar kata-kata Rudy.

Intinya, Rudy mengatakan bahwa kemungkinan Van menjadi Paus selanjutnya sangat rendah.

“Tepat. Tepat. Jadi, ketika aku melihat anak itu menyapanya seperti biasa, gadis itu hanya menjawab, ‘Apa kamu perlu sesuatu?’ Seolah dia bahkan tidak mengenalnya. Aku tahu dia telah mengunjungi banyak wilayah feodal dan bersosialisasi dengan mereka, tapi aku tidak pernah mengira dia akan mengabaikan keluarga Paus seolah mereka tidak penting.” (Milo)

Meskipun Milo mengatakan itu sambil tersenyum, aku bisa merasakan ketidaksenangan dalam suaranya.

“Meskipun terlalu dini untuk menilai apakah dia akan menjadi Paus atau tidak, gadis itu segera membuangnya seolah merasakan kalau anak itu tidak berguna lagi. Yah, aku kira ini sikap yang tepat jika memang kau bertujuan menjadi yang teratas.” (Milo)

“Bagaimana sekarang? Jangan bilang kau sudah jatuh pada Putri Baron itu.” (Dean)

“Ayolah, dia itu tidak menarik. Juga, aku sudah memiliki seorang Tuan. Aku bukan jenis orang yang akan menipu orang lain.” (Milo)

“Jadi, apa kau sudah selesai dengan laporan mu, atau ada sesuatu yang ingin kau tambahkan?” (Dean)

Saat aku mengajukan pertanyaan ini, ekspresi Milo tiba-tiba berubah cemberut.

“Mereka telah mengelilingi gadis itu dengan tikus. Apa yang anda ingin saya lakukan?” (Milo)

“Apa mereka penjaga atau …? (Rudy)

“Aku pikir mereka mungkin keduanya, beberapa menjaganya sedangkan yang lain bertindak mencurigakan …” (Milo)

“Apakah orang-orang di sekitarnya berubah sikap atau mengatakan sesuatu yang aneh?” (Dean)

“Tidak. Tak satu pun dari mereka mengatakan sesuatu yang aneh. Mereka juga belum memperhatikan kecenderungan gadis itu dari mengabaikan hal-hal yang dia anggap tidak berguna. Meski begitu, Putra Duke dan Kapten Kesatria keduanya mulai menjaga jarak darinya.” (Milo)

“Hmmm … Bahkan Dorsen?” (Dean)

“Yah, itu kabar bagus. Maksudku, jika mereka tetap berada di sisinya seperti itu, kita mungkin juga perlu melenyapkan mereka.” (Milo)

“Kehilangan satu Kesatria tidak akan berdampak banyak pada kerajaan ini, jadi itu bukan masalah apakah dia tetap tinggal atau tidak.” (Rudy)

Kata-kata Rudy tepat sasaran. Seperti yang diharapkan dari cucu seorang Jendral militer. Sebuah pendapat yang semata-mata hanya berdasarkan pada keuntungan dan hasil.

“Rudy, ternyata kamu juga sangat menakutkan.” (Milo)

“Benarkah? Aku kira ini adalah kesimpulan yang paling wajar.” (Rudy)

Menanggapi itu, Rudy hanya tersenyum seperti biasa.

“Oh. Satu lagi, pelayan dari Putri Duke itu sedang mengintai seperti biasa.” (Milo)

“Apa yang kau maksud, Tanya?” (Dean)

“Benar, aku pikir orang itu adalah mata-mata yang hebat. Aku ingin dia bekerja dengan kita jika memungkinkan.” (Milo)

Jika Milo yang mengatakan itu, maka kemampuannya itu pasti benar. Aku juga ingin dia bergabung dengan kami, tapi …

“Itu mustahil dia akan meninggalkan Iris dan bergabung dengan kita. Kita perlu menghancurkan langit jika dia ingin meninggalkan Iris.” (Rudy)

Sangat disayangkan, namun aku setuju dengan itu.

“Satu-satunya alasan kau bisa bertemu Tanya adalah karena Tuannya adalah Iris. Dia tidak akan mengambil langkah untuk bekerja denganmu.” (Rudy)

“Sangat disayangkan, sangat disayangkan.” (Milo)

“Jadi, apa ada hal lain yang harus kukhawatirkan mengenai tindakan Puteri Baron?” (Dean)

“Dia bertemu dengan pedagang yang bernama Divian dua atau tiga kali dalam sebulan. Isi dari pertemuan mereka tidak ada satupun yang penting; mereka biasanya bertukar sapa seperi “Apa kabar?” atau “Bagaimana dengan Pangeran?”. Pada dasarnya mereka hanya melakukan percakapan sepele kehidupan sehari-hari.” (Milo)

“Hubungannya dengan Pangeran tentunya merupakan perhatian yang penting bagi mereka. Jika Divian tetap mengajukan pertanyaan-pertanyaan itu, maka itu seolah mereka ingin menggunakan putri untuk menjerat Pangeran Kedua dan membuatnya sebagai bidak mereka.” (Rudy)

“Yah, aku cukup yakin mereka mewaspadai Anda, Tuan …. Atau, mereka mungkin menggunakannya sebagai bidak yang bisa dibuang kapan saja, bukankah itu malah bagus?” (Milo)

Milo mencoba menanggapi pendapat Rudy. Rudy sendiri, bagaimanapun, tidak terlihat yakin dan mengkerutkan alisnya.

“Sebagai bidak yang bisa mereka buang … Yah, aku kira itu cukup masuk akal. Selain itu, mereka telah mencicipi rasanya mengendalikan kerajaan untuk beberapa bulan.” (Dean)

“Mencicipi, huh?” (Rudy)

“Dan juga, sekalipun adik laki-lakiku naik tahta seperti yang mereka rencanakan, mereka masih memiliki musuh besar yang akan berurusan dengan mereka: Louis Lana Armelia, Perdana Menteri kerajaan ini. Dia memiliki landasan politik yang kuat, wilayah feodal yang kaya, dan menggenggam kekuatan yang sama besarnya dengan Raja. Selanjutnya, meskipun mereka memanfaatkan adik bodohku, mereka tidak bisa melakukan apapun dengan sekejap. Akan lebih baik menggunakan para bangsawan dan merebut kerajaan dengan pengaruh mereka sebelum penyerangan. (Dean)

“Hmmm … Kupikir mereka tidak ingin kekuasaan, namun bertujuan untuk mendapatkan wilayah di Kerajaan ini … Tapi kenapa?” (Milo)

“Kesuburan tanah di kerajaan ini sangat diinginkan. Kita telah menerima laporan dari Irene bahwa panen mereka kian memburuk dalam tahun-tahun terakhir.” (Rudy)

Irene adalah bayangan seperti Milo. Dia saat ini tinggal dengan Baron Mabaras Messi di perbatasan dan bertindak sebagai penghubung antara aku dan dia. Dia juga merupakan mata-mata kami untuk negara Towair.

Dia telah mengatakan bahwa Towair dalam kondisi yang buruk, dan nampaknya, tahun ini terutama sangat buruk. Negara yang hampir mengalami musim dingin tanpa henti, membuat tanah kering dan tidak subur. Juga, karena mereka kalah dalam perang melawan kami, mereka telah kehilangan banyak sumber daya yang diambil dari mereka. Pada dasarnya, mereka cukup putus asa untuk menyerang negara yang lebih kuat dari mereka, seperti kerajaan kami.

Bagi mereka yang begitu tidak sabar, tentu artinya mereka berpikir kami cukup mudah dikalahkan dengan usaha mereka.

“Yah, tolong jangan khawatir. Aku akan menyelidikinya lagi; ini adalah pekerjaanku … Tapi kupikir aku akan istirahat sebentar.” (Milo)

“Apa laporanmu selesai?” (Rudy)

“Ya. Saya punya beberapa hal kecil lain yang akan membawa minat anda selanjutnya.” (Milo)

“Aku paham. Aku mengandalkanmu di masa depan.” (Dean)

“Dipahami.” (Milo)

Dia menjawab dengan ekspresi serius dan menghilang dengan gaya yang sama saat ia datang: tanpa suara.

* * *

Table of Content
Advertise Now!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *