Duke’s Daughter Bab 68

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Di Balik Panggung

“Tolong jangan mengejutkanku seperti itu lagi. Anda benar-benar membuat saya khawatir untuk sesaat disana.” (Ralph)

“Oh astaga. Apa anda mengira saya tidak bisa diandalkan?” (Iris)

Satu minggu telah berlalu semenjak pertemuan itu. Dalam seminggu terakhir, banyak pendeta dan pejabat Gereja telah disingkirkan dari Gereja. Mereka tidak dikucilkan sepertiku, namun diusir dari Gereja sebagai seorang pendeta sama hinanya dengan pengucilan. Penyelidikan dana Gereja juga sedang berlangsung. Ketika pelakunya ditemukan, Kerajaan akan memberikan hukuman berdasarkan hukum federal.

“Bukan itu yang saya maksud; itu karena anda mengatakan sesuatu semacam itu. Kukira seekor kucing yang terpojok pada akhirnya akan menyerang singa.” (Ralph)

“Ayolah, anda pasti bercanda. Jika aku tidak mengatakannya saat itu, maka tidak akan menimbulkan efek. Tuduhan yang aku sampaikan pasti menarik perhatian para bangsawan dan membuat mereka ragu untuk memberikan sumbangan atau bahkan keinginan untuk memotong kontak dengan Paus, yang mana itu akan lebih sulit baginya untuk melepanyapkan bukti apapun.” (Iris)

Koneksi yang Paus bangun telah runtuh saat aku mengemukakan tuduhan penggelapan, karena menghubungi Paus hanya akan membuat mereka dicurigai terlibat dalam rencananya. Tidak akan ada yang datang untuk membela atau membantunya selama periode ini.

“Tapi, meski begitu, jika seseorang mencoba menghubunginya, bukankah ini akan membuat pekerjaanmu jauh lebih mudah? Seperti yang anda lihat, banyak orang telah mencobanya dan anda berhasil menangkap mereka semua.” (Iris)

“Memang benar, seperti yang anda katakan.” (Ralph)

Pendeta Ralph menghela napas berat.

“Baik, kalau begitu. Apakah anda puas dengan hasil penyelidikan saya?” (Iris?

“Ya. Terima kasih. Sekarang kami bisa mengejar Paus selagi berurusan dengan korupsi yang telah mengakar di dalam Gereja.” (Ralph)

Selama persidangan, aku dan Pendeta Ralph saling bekerjasama. Meskipun kami berpura-pura di pihak yang saling berlawanan, kami telah menyetujui tindakan yang akan kami ambil selama pertemuan itu. Satu-satunya alasan kenapa aku bisa mendapatkan kerjasamanya adalah karena bantuan Dean.

Aku harus menemukan seseorang yang mempunyai pengaruh di dalam Gereja tapi juga berada pada faksi yang menentang Paus. Pendeta Ralph adalah orang semacam itu, namun karena aku dikucilkan, membuatnya sulit bagiku untuk menghubunginya.

Berkat Dean aku bisa mendapatkan Pendeta Ralph, yang memimpin faksi yang menentang Paus, sebagai sekutu. Dean benar-benar orang berbakat yang aku inginkan di pihakku.

“Apakah sekarang anda akan membentuk Gereja sesuai ideologi anda?” (Iris)

Pendeta Ralph… meskipun dia salah seorang yang duduk di eselon tertinggi Gereja, dia masih tidak dapat menjadi seorang cardinal atau apapun dengan posisi berpengaruh. Aku mendengar itu karena beberapa orang di faksinya membelot ke pihak Paus.

“Ya. Sangat memalukan betapa mengakarnya korupsi di seluruh Gereja. Kami hampir kehilangan semua yang kami perjuangkan. Pendeta tidak seharusnya meniru bangsawan. Demi kesenangan dan keserakahan, mereka telah menggelapkan dana Gereja. Cepat atau lambat, orang-orang akan memberontak ke Gereja dan membuatnya menjadi puing-puing. Gereja telah menerima banyak sumbangan akhir-akhir ini, dan orang-orang yang bertanggung jawab menghisap dana itu, meninggalkan organisasi kami hampir tanpa apa-apa. Namun, sekarang, dengan pembersihan ini, kami bisa menjadi Gereja yang layak yang melayani orang-orang.” (Ralph)

Gereja adalah tempat yang dimaksudkan untuk ibadah dan seharusnya menjadi oasis dimana orang-orang miskin bisa mendapatkan pelayanan kesehatan, diberi makan, dan tempat dimana anak yatim bisa dirawat. Semua layanan ini seharusnya didanai oleh sumbangan.

Jadi, meskipun Putri Baron, Yuri Noire, bisa dikatakan, telah menyumbang dengan banyak kegiatan, semua uang itu, pada kenyataannya, disalurkan kembali ke para petinggi Gereja. Selain itu, donasi dan kegiatan amal lain juga dilakukan untuk mendanai para petinggi Gereja.

Namun, karena lebih banyak anggaran kerajaan yang dialokasikan untuk kepentingan Gereja, hasrat dan keserakahan para pejabat Gereja menjadi tumbuh.

Gereja, dalam situasi saat ini, hanya memberikan angin segar dan penghiburan bagi mereka yang memberikan sumbangan atau mereka yang memiliki kemampuan untuk menyediakan dana.

“Saya mengharapkan hal-hal besar dari anda, Pendeta Ralph. (Iris)

“Saya akan melakukan yang terbaik untuk menjawab harapan anda.” (Ralph)

Pendeta Ralph tersenyum.

“Apakah saya bisa memenuhi harapan anda?” (Iris)

Pendeta Ralph membuat taruhan besar dengan menaruh kepercayaannya padaku dengan memberiku dokumen keuangan Gereja.

Meskipun aku tidak membawanya sekarang dan akan membuangnya nanti, surat yang ia kirimkan padaku dengan materai di atanya menjadi bukti kerjasama kami.

Ini adalah bukti kepercayaan dan harapan yang ia tempatkan untukku dan ini adalah caranya untuk memperkuat aliansi dan peran sebagai kaki tangan. Dia menempatkan dirinya dan karirnya dalam bahaya dengan menaruh kepercayaan padaku.

“Anda telah melampaui harapan saya. Sekarang adalah giliranku untuk melapaui harapan anda.” (Ralph)

“Saya sangat berterima kasih dari lubuk hati saya yang paling dalam. Di masa depan, jika anda dalam masalah, Keluarga Duke Armelia akan menyisihkan waktu untuk mendukung anda. Sebagai gantinya, saya juga berharap anda mengulurkan tangan juga pada kami di masa depan.” (Iris)

Aku mengatakan apa yang ayah ingin aku katakan padanya.

“Apakah anda ingin pergi sekarang?” (Ralph)

“Ya. Perusahaan kami baru meluncurkan produk baru, jadi saya agak sibuk akhir-akhir ini.” (Iris)

Aku menerima permintaan maaf resmi dari Gereja dan mereka menarik pengucilanku.

Ini sepertinya waktu yang tepat untuk meluncurkan produk baru kami ke pasaran: kopi dandelion adalah salah satu diantaranya. Merida telah bereksperimen dengan bermacam-macam hal dan menyajikannya untukku. Kami juga meluncurkan manisan baru dan berbagai produk lainnya.

Semua produk baru itu, laku keras di pasaran, berkat ibuku. Sekarang, penjualan kami telah mencapai ketinggian baru. Kami juga memperkenalkan manisan lezat lainnya yang terbuat dari bahan baku cokelat.

Semua hal yang kusebutkan diproduksi dan dikembangkan di wilayah kami. Oleh karena itu, semua karyawan yang diambil Edward dari perusahaanku tidak bisa meniru produk-produk baru ini.

Singkatnya: Semua pelanggan telah kembali ke sisiku, dan semua pegawai yang bergabung dengan perusahaan Edward juga ingin kembali… Meskipun tentu saja aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi.

Bukan hanya para pegawai yang ingin kembali; mitra-mitra dagang kami sebelumnya dan pembeli utama semuanya ingin kembali. Aku memperkirakan perusahaan Edward tak akan lama lagi bangkrut. Sungguh manajemen yang buruk. Aku penasaran mengapa aku menyukai orang itu dulu?

“Kalau begitu, Pendeta Ralph, saya mohon undur diri. Semoga hari anda menyenangkan.” (Iris)

Table of Content
Advertise Now!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *