Duke’s Daughter Bab 52

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!
Memulai Kembali dan Reuni

Dengan itu, kami akhirnya sampai di willayah garapan. Tentu kami merasa nostalgia setelah pergi untuk waktu yang lama. Aku bersyukur tidak ada insiden lanjutan sampai kami tiba, aku merasa lega.

“Selamat datang kembali, Nyonya muda.”

Dipimpin oleh Sebastian dan Sei, setiap pegawai di belakang mereka juga muncul untuk menyambut kami.

“Kami menyadari apa yang terjadi selama perjalanan. Dengan segala hormat, silahkan mengambil waktu Anda untuk tidur malam yang nyenyak.”

“Terima kasih, Sebastian. Semuanya juga, terima kasih untuk sambutan kalian.”

Aku menuruti saran Sebastian tanpa penundaan. Mungkin karena tekanan yang terus menerus selama perjalanan, aku benar-benar kelelahan. Sekarang aku bisa merasa nyaman, seolah semua beban dalam diriku terangkat sekaligus.

Aku menuju kamarku dengan diantar Sebastian. Setelah masuk, aku segera mandi, kemudian mengganti pakianku dengan yang lebih nyaman. Setelah itu aku beristirahat dengan duduk di kursi sambil menikmati teh herbal yang Tanya siapkan.

“Ini pasti hari yang panjang untukmu, Tanya. Silakan beristirahat. Aku juga akan segera tidur.”

“Sesuai keinginan Anda.”

Tanya juga lelah seperti yang kuduga, ia menerima saranku dan kembali ke kamarnya untuk istirahat.

Fiuuh… Aku menghela napas, tubuhku bergetar saat aku memeluk diriku .. jujur itu menakutkan. Meskipun aku tidak menghadapi penyerang secara langsung berkat semuanya … mengingat aku sebagai targetnya, bahkan sekarang, aku merasakan aliran darahku dipercepat.

Meskipun begitu, hanya karena hal itu menakutkan bukan berarti aku takut untuk bertindak, akan konyol jika aku melarikan diri. Aku perlu mencari tahu tentang asal-usul para bandit itu secepatnya, banyak hal yang bisa dipelajari dari itu.

Tapi untuk saat ini, aku perlu beristirahat secara total … dan begitulah, aku menghabiskan malamku dengan nyenyak di tempat tidur.

Keesokan paginya, aku bangun tidur seperti waktu biasanya. Semalam aku tidur lebih awal, berkat itu, sekarang aku merasa lebih segar.

Rutinitas yang sempurna kumulai dengan berlatih yoga, kemudian mandi dan mengenakan pakaian favoritku. Selanjutnya aku pergi ke ruang makan, dan menyantap hidangan yang aku rindukan setelah aku pergi dari wilayah garapan ini untuk beberapa waktu.

“… Iris-sama.”

Rehme datang saat aku sedang menikmati teh. Meskipun ia muncul untuk menyambutku kemarin, kami tidak melakukan pecakapan yang sebenarnya jadi aku agak sentimental melihatnya sekarang.

“Ah, Rehme. Ada apa?”

“Ada apa, Anda bilang!? Saya khawatir sampai mati! Syukurlah Anda pulang dengan aman.”

“Terima kasih karena sudah mengkhawatirkanku Rehme. Seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja sekarang, jadi tolong jangan menangis.”

“Tapi…”

Sambil terus terisak, air matanya juga tidak kunjung berhenti mengalir di pipinya. Entah kenapa ia membangkitkan lagi kenanganku .. Rehme juga menangis histeris seperti ini terakhir kali setelah pertunanganku dengan Ed-sama kandas.

“Aku sangat menyesal telah membuatmu khawatir, Rehme. Kamu bisa berhenti menangis sekarang … jika kamu sudah tenang, kita akan berbincang nanti, oke?

“B-baik.”

… Sebenarnya, tenang … kata itu bukan hanya ditujukan untuk Rehme, tapi untuk diriku juga.

“… Nyonya-muda.”

“Uhm, Sebastian. Aku akan mulai bekerja setelah ini. Meskipun aku sudah menerima laporanmu melalui surat, akan lebih efektif jika aku bisa melihat laporan individu masing-masing departemen. Aku juga ingin bertemu dengan orang yang bertanggung jawab, jika bisa.”

Prioritas saat ini adalah memahami situasi dan menyelesaikan dokumen yang menumpuk saat aku pergi. Sekarang, setelah aku kembali ke wilayah ini, itulah yang harus aku lakukan. Setelah memasuki ruang kerja, apa yang ada di depanku adalah tumpukan dokumen yang diletakan diatas meja secara berurutan.

“Yah, pertama aku akan membaca dokumen-dokumen ini, tolong datang saat aku panggil.”

“Sesuai keinginan Anda.”

“Oh, satu lagi, tolong panggilkan Ryle dan Dida kemari.”

Para bandit kemarin perlu diselidiki, dan karena prosesnya akan memakan waktu, aku harus mencari petunjuk terebih dahulu.

Aku mulai bekerja setelah Sebastian meninggalkan ruangan … Aku ingin tahu berapa lama waktu yang aku butuhkan untuk menyelesaikan semuanya … hanya sesaat ketika aku melamun, seseorang mengetuk pintu.

“Silahkan masuk.”

Aku kira yang akan muncul adalah Ryle dan Dida, tapi yang tiba adalah Dean.

“Dean!”

Aku agak terkejut dengan kedatangan tamu tak terduga.

“Sudah lama, Ojou-sama”

“Ya tentu .. Selama aku berada di Royal City, kamu kadang-kadang berada di sini, kan? Terima kasih banyak Dean.”

“Dengan senang hati. Kita kesampingkan dulu hal itu, saya mendengar beritanya. Apa benar Anda diserang saat perjalanan pulang?”

” … Benar. Tapi dari mana kamu…?”

Jangan bilang rumor itu telah menyebar ke seluruh wiayah Armelia .. Aku bertanya pada Dean karena penasaran.

“Ini sudah menjadi pembicaraan di kota akhir-akhir ini. Dengan Ojou-sama bisa kembali dengan aman, ini merupakan kabar yang sangat baik.”

“Ini berkat para pengawal, entah kenapa … Omong-omong, aku punya beberapa pertanyaan untukmu Dean.”

“Kebetulan, saya juga ingin melaporkan beberapa hal juga, kita langsung saja ke poin utama.”

Salam pendek kami berakhir. Aku bertanya pada Dean tentang beberapa poin yang tidak jelas dari apa yang aku baca sejauh ini. Ternyata, selama aku tidak berada di sini, Dean dan Sebastian keduanyalah yang mengelola pekerjaan, aku benar-benar bersyukur karena dia bersedia membantu.

“…Jadi, proyek lahan di ibukota wilayah ini sudah selesai. Mengenai sensus penduduk, kami telah selesai mendata setiap orang di perbatasan wilayah, karena itu, yang tersisa hanyalah kepemilikan lahan di luar ibukota wilayah ini.”

Ini adalah laporan kemajuan tugas yang dilaksanakan sebelum aku berangkat menuju Royal City. Kepemilikan tanah adalah konsep sederhana di wilayah ini, karena di wilayah ini terdapat banyak perumahan yang berdiri. Bertukar kontrak standar saat melakukan transaksi real estate sudah menjadi praktek umum. Namun, jika seseorang mengelola lahan di luar ibukota wilayah, ini akan sedikit berbeda. Ini tidak biasa bagi wilayah pedesaan untuk memiliki rincian catatan kepemiikan lahan.

“Saat ini. Pendataan di wilayah timur hampir selesai. Adapun wilayah selatan … khususnya desa-desa penghasil kakao. Karena kepemilikan tanah mereka telah disortir sejak mereka menandatangani kontrak dengan Azuta Conglomerate, ini tidak akan memakan waktu lama … Masalahnya adalah wilayah barat dan utara.”

“Hmm … dengan kecepatan ini, tidak ada pilihan lain selain pergi berbicara dengan masyarakat di daerah itu sesegera mungkin.”

“Baik. Saat ini, Departemen Urusan Publik sedang memprioritaskan pekerjaan mereka. Saat yang sama, mereka juga mensertifikasi tempat tinggal di ibukota wilayah ini.”

“Aku mengerti. Lanjutkan sesuai rencana.”

Saat aku kembali ke tumpukan dokumen, terdengar suara ketukan pintu.

“Permisi.”

Yang masuk kali ini adalah Ryle dan Dida.

“Kami minta maaf karena terlambat.”

“Tak apa-, kalian berdua .. Yah, kalau begitu Dean, aku minta maaf, tapi bisakah kamu kembali dulu untuk sementara waktu?”

Hal yang akan kami bahas bukanlah percakapan yang bahkan Dean diizinkan mengambil bagian.

“Tidak masalah. Sambil menunggu, saya akan melanjutkan dengan tugas-tugas seperti yang Ojou-sama bahas sebelumnya.”

Dean pun segera keluar ruangan.

* * *
Table of Content
Advertise Now!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *