Duke’s Daughter Bab 43

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!
Pesta Malam



Hanya dalam beberapa hari lagi, kehidupanku di Royal City akan
berakhir. Hari ini aku dijadwalkan mengunjungi kediaman Baron Messi.
Menurut informasi yang diberikan ibu, Baron Messi biasanya kembali ke
wilayah garapannya pada awal musim. Dengan kata lain, pesta. Hal itu
dimaksudkan sebagai perpisahan dengan rekan-rekannya.

Para anggota fraksi Pangeran Pertama, yang memiliki wilayah kekuasaan
mereka sendiri, mengkhususkan pengelolaan lahan dan sering
tinggal di wilayah garapan mereka. Dengan kata lain, mereka tidak
memiliki banyak kesempatan untuk berkumpul.

Karena pesta ini semacam itu, apakah aku benar-benar diterima untuk
menghadirinya …? Aku mulai berpikir macam-macam.

Pagi hari, aku mulai berlatih yoga untuk menguatkan mental. Di sampingku adalah ibu yang juga sudah memulai pelatihan yoga dan mengenakan pakaian yang sama denganku.

“Yah, Iris-chan. Ekspresimu terlihat kaku. Jika kamu masih memikirkan itu, kamu akan kelelahan.”

“Begitukah …?”

“Ya, karena kamu akan kesulitan melemaskan tubuhmu, kamu juga harus mengatur ekspresimu juga … ya benar, seperti itu.”

Setelah aku selesai berlatih yoga, aku segera mandi dan berganti pakaian. Karena pesta akan berlangsung malam hari, aku tetap mengenakan pakaian sehari-hariku.

Karena masih ada banyak waktu, aku memutuskan memeriksa laporan yang diberikan Sei dan Sebastian sehingga aku bisa segera memberikan instruksi yang diperlukan.

Hmmm … Seperti yang kupikir, jarak sangat penting. Karena butuh waktu sampai surat ini tiba, ketika aku sudah benar-benar memahaminya, mungkin situasi di sana sudah berubah.

Ketika aku memikirkan masalah ini, aku tidak boleh terus terlibat dengan hal-hal yang tidak penting dan segera kembali ke wilayah garapan.

Sementara aku bergumul dengan tumpukan dokumen, aku mendengar suara ketukan pintu dan Tanya memasuki ruangan.

“Nyonya muda. Sudah waktunya bagi Anda melakukan persiapan.”

Oh, apakah sudah waktunya? Seperti yang kupikir, ketika aku fokus dalam mengerjakan sesuatu, aku sampai lupa waktu.

Karena aku tidak boleh terlambat, aku bergegas melakukan persiapan. Karena pesta berlangsung malam hari, aku tidak mengenakan gaun seperti kunjungan ke Dranbalt Family ; aku mengenakan gaun untuk acara resmi. Tetapi, sesuai perkiraan, aku tidak nyaman mengenakan gaun berat, aku pun memutuskan mengenakan sesuatu yang lebih segar.

Setelah Tanya selesai mengatur rambutku, aku memakai beberapa aksesoris. Gaun hari ini berwarna biru gelap, warna yang sama dengan mataku. Adapun aksesoris, karena rambutku berwarna perak, putih tidak akan cocok, jadi aku menggunakan safir biru sebagai gantinya. Kemudian, gaunku disulam dengan benang berwarna perak sehingga
terlihat mencolok dan bagus sekali.

Aku selesai persiapan setelah menghabiskan beberapa waktu. Meskipun orang-orang mengatakan bahwa perempuan terlalu lama untuk berdandan, tapi kenyataannya lebih lama untuk memakai gaun. Terutama, jika tidak ada
yang membantu, orang tidak bisa memakaikannya sendirian.

Setelah itu, aku naik kereta dan menuju ke kediaman Baron. Fuuu, aku benar-benar merasa gugup … di Royal City …
karena rumah-rumah bangsawan berada dalam satu sektor, jarak antara rumah kami dan Baron Messi tidak terlalu jauh. Tapi, karena aku sangat gugup, jaraknya serasa lebih pendek.

* * *

Sementara aku membeku karena terlalu tegang, kami telah tiba dengan disambut oleh Baron Messi.

“Terima kasih atas undangan Anda untuk acara malam ini.”

“Saya juga sangat berterima kasih atas kehadiran Anda.”

Baron Messi, seperti yang diharapkan dari orang yang pernah bergabung dengan militer, fisiknya terbangun… Selain itu, setiap gerakan tubuhnya tidak kasar, tapi elegan. Dia memberikan kesan pria tua yang menarik dengan rambut perak abu-abu.

“Kakek juga merasa menyesal. Tidak bisa menghadiri pertemuan ini.”

Meskipun kakek ingin hadir, beliau tidak bisa melakukannya. Beliau mengatakan sesuatu seperti urusan resmi di tempat lain. Meskipun kakek tidak mengatakan rinciannya, ia bilang itu cukup disesalkan… Yah, dibandingkan denganku, hubungan kakek dan Baron Messi jauh lebih dekat.

“Tolong izinkan saya bicara bahwa saya juga sangat menyayangkan ketika mendengarnya. Tolong katakan padanya bahwa jika ada kesempatan lain, silahkan datang kapan saja.”

“Baik, pasti.”

Setelah pemilik rumah selesai menyambutku, aku memasuki aula dan
melihat sekeliling. Wow, ini luar biasa … Itulah kesan pertamaku. Ada banyak tokoh terkenal di sana-sini.”

Omong-omong soal bangsawan, ada banyak yang menerima gelar setelah
melakukan sesuatu yang berjasa. Mereka memulainya sebagai rakyat biasa, tapi setelah melakukan pencapaian, mereka diberikan gelar kebangsawanan.

Aku telah mendengar nama-nama yang bekerja sebagai birokrat dari ayah. Melihat orang-orang yang terkenal berkumpul di tempat ini, aku tidak bisa menahan takjub.

” … Nyonya Iris, sudah lama sejak terakhir kita bertemu.”

“Oh … Earl Sagittaria, sudah lama.”

Earl Sagittaria menjabat sebagai Mentri Keuangan di kerajaan ini. Sederhananya, dia adalah salah satu bawahan ayah, dan aku telah kenal dia sebelumnya.

Jika tidak salah, ketika Janda Ratu masih seorang Ratu, berkat kemampuannya, Earl menerima promosi dan diangkat ke posisi mentri.

Meskipun ia tampak seperti pria tua yang baik hati, sebenarnya dia sangat tegas dalam berurusan dengan orang-orang di kastil … aku hampir tidak percaya dengan penampilanya.

“Saya sama sekali tidak menyangka Earl Sagittaria akan hadir.”

Sebagai orang yang mempunyai posisi penting dalam Kerajaan, aku tidak mengira dia akan memihak salah satu Pangeran … ini perasaanku yang sebenarnya.

“Seorang pejabat rendah seperti saya tidak akan memberikan banyak perbedaan dalam perebutan tahta.”

Yah, tidak secara langsung, tapi seolah-olah dia mengtakan itu. Aku yakin dia memilliki pengaruh besar … karena ia memengang kas kerajaan. Dia mempunyai pengaruh dengan caranya sendiri.

“Tetapi, apapun yang diputuskan Kerajaan … hal itu harus memberikan
manfaat pada masyarakat. Dan saya percaya, itu adalah tugas bagi orang-orang pemerintahan untuk memikirkan itu.”

“Tentu. Jika Anda berpikir seperti itu, pasti itu akan baik.”

Ketika Earl Sagittaria mendengar kata-kataku, dia memperdalam senyumannya.

“Omong-omong, Nyonya Iris. Gaun yang Anda kenakan malam ini terlihat sangat indah.”

“Terima kasih banyak.”

“Apakah Anda mendapatkannya dari perdagangan dengan Timur …?”

“Tidak sama sekali. Saya memesan gaun ini dari wilayah garapan kami.”

“Begitukah. Wilayah Armelia penuh dengan orang-orang dengan bakat yang
luar biasa. Dan juga langsung menghadap laut, saya cukup iri. Produksi garam, memperoleh mata uang asing dari negara-negara lain … karena menghadap laut, ada banyak cara memajukan wilayah tersebut. Perdagangan juga sangat menguntungkan mengingat kuantitasnya.”

“Y-ya … Yah. Ini berkat semuanya.”

Seperti yang diharapkan dari Sagittaria-sama. Dia sangat memahami setiap wilayah garapan.

“Sungguh rendah hati. Saya mendengar semua itu tidak terlepas dari petunjuk yang Anda berikan, bukankah itu benar?”

Untuk sementara, aku hanya menanggapi pertanyaan itu dengan senyum. Apa yang harus kulakukan, aku kehilangan kata-kata.

“Dan juga, saya mendengar bahwa Anda jauh terlibat dalam politik wilayah feodal. Mereformasi sistem perpajakan, serta membangun kekuatan militer … Apa yang Tuhan rencanakan untuk Anda.”

Singkatnya, dari pernyataannya tersebut, memperoleh mata uang asing melalui perdagangan, melakukan bisnis dengan wilayah lain untuk medapatkan uang, membangun tentara yang kuat, apa yang kau rencanakan? Aku rasa itulah maksud pertanyaannya. Sekarang aku memikirkan itu, aku cukup terkejut. Baik Earl Sagittaria maupun orang lain, mereka ingin mengambil tindak pencegahan.

“Tujuan saya hanya memberikan kedamaian dan kehidupan yang lebih baik. Sederhananya, saya ingin memberikan penghidupan yang stabil dan tempat
tinggal yang aman untuk mereka. Tujuan semacam itu … tidak, lebih tepat menyebutnya ideal. Dan saya berusaha agar mencapai ‘ideal’ tersebut. Tetapi, itu adalah sesuatu yang seharusnya kita kejar. Dengan demikian, saya tidak punya ‘tujuan’ tertentu.”

“Jadi begitu … Saya sangat terkesan. Pemerintahan untuk rakyat … Meskipun Anda masih muda, tapi Anda sangat peduli dengan rakyat. Tapi, tolong hati-hati. Karena pernyataan Nyonya hari ini, ‘Pemerintahan untuk rakyat,’ bisa dianggap memamerkan taring Anda.”

“Saya berterima kasih untuk saran Anda.”

Aku tidak punya niat melakukan pemberontakan pada kerajaan ini. Sebagai bagian dari keluarga Duke, aku memiliki sumpah kesetiaan untuk keluarga kerajaan.

Tetapi, aku percaya bahwa aku harus melindungi rakyat. Oleh karena itu, tergantung pada situasi, kemungkinan melawan kerajaan masih ada. Jika bisa, aku tidak mau mengambil pilihan terakhir … Meski begitu, aku tidak bisa mengatakannya keras-keras.

* * *
Table of Content
Advertise Now!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *