Duke’s Daughter Bab 42

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Jalan-Jalan di Royal City II

Sama seperti kafe, kami juga mengantri di toko kosmetik, dan aku mulai mensurvei tempat. Mimosa terus bilang ingin ini dan itu, tapi karena kami akan pergi ke gedung untuk anggota …. aku ingin dia untuk bersikap lebih bijaksana.

Gedung untuk anggota kebanyakan dikunjungi oleh kaum bangsawan, sehingga kami tidak punya pilihan selain mengungkapkan identitas kami. Meskipun pertemuan akan berlangsung di area pribadi, kemungkinan berpapasan dengan para bangsawan lain masih tinggi.

Hanya anggota yang diperbolehkan masuk dengan ditemani maksimal dua orang pengawal. Dengan demikian, Tanya, Ryle dan aku berada dalam satu kelompok, sementra Mimosa, Harry, dan Dan dalam kelompok lain.

…. Jika tidak dibatasi seperti ini, semua orang akan membawa banyak pengawal dan pelayan mereka, dan ruangan akan berada dalam kekacauan. Jadi, kami memutuskan mengambil langkah tersebut.

Karena itu, kami mendirikan area tunggu di sudut bangunan untuk pengawal sisanya … Dida sedang menunggu di sana, dan sementara dia berada di sana, ia akan mengawasi pintu masuk bangunan dan berjaga.

Kami pun memasuki toko. Bangunan ini terlihat seperti gedung villa bangsawan di Royal City. Karena kami membeli rumah kosong besar dengan taman yang luas untuk ini, jalan menuju pintu masuk bangunan cukup panjang.

Pertama-tama, kami memberikan kartu keanggotaan kami di pintu gerbang. Setelah selesai pemeriksaan, kami segera masuk ke dalam toko.

Setelah masuk, kami akan disambut kepala pelayan dan mengembalikan kartu keanggotaan kami. Kemudian, kami dipandu ke ruang pribadi … begitulah cara kerjanya.

“… Iris-sama. Selamat datang, dan silahkan nikmati kunjungan Anda.”

Ketika pelayan melihatku, dia sama sekali tidak bingung. Omong-omong, namanya Barrett. Dia dulu bekerja di rumah seorang pedagang.

“Oh, umm, kamu sama sekali tidak terkejut.”

“Saya tahu bahwa Anda tiba di Royal City. Dan saya bertanya-tanya .. kapan Anda akan meluangkan waktu untuk berkunjung.”

“Jika begitu, sepertinya aku tidak bisa memeriksa tempat ini secara rahasia.”

Saat aku mengatakan itu dengan nada bercanda, Barrett tersenyum. Meskipun ia sudah tua, senyumannya itu memiliki kekuatan aneh.

“Dengan segala hormat, Iris-sama. Banyak bangsawan mengunjungi tempat ini setiap hari. Karena bahkan hal sepele bisa jadi masalah besar … kami tidak bisa bersantai sama sekali.”

“Begitukah. Jika seperti itu, aku menantikan perbincangan ini denganmu. Tapi sebelum itu, aku ingin kamu memandu Mimosa terlebih dahulu.”

“Saya mengerti. Kalau begitu, Mimosa-sama silahkan ikuti saya.”

“Barrett, aku akan menunggu di sana, setelah selesai, temui aku.”

“Saya mengerti.”

Setelah berpisah dengan Barrett dan Mimosa, aku meninggalkan pintu dan masuk ke sebuah ruangan. Ruangan ini dekat dengan pintu masuk dan tidak mempunyai penggunan khusus. Karena bangunan ini cukup besar, ada beberapa ruangan yang tidak terpakai.

Lantai dua pada dasarnya difungsikan sebagai ruang pribadi untuk menerima tamu. Satu orang per ruangan, pelayan akan memandu orang-orang ke sana sementara karyawan akan menjelaskan produk atau memberikan demonstrasi untuk produk baru.

Lantai pertama difungsikan sebagai tempat penyimpan produk dan tempat bagi karyawan untuk istirahat. Meskipun ruanganku saat ini masih kosong, hal itu karena masih belum diputuskan akan digunakan untuk apa.

“Selamat datang, bagaimana saya bisa membantu Anda?”

Oh, Tuhan, sepertinya seseorang baru saja tiba. Dari dalam ruangan, aku mendengar suara yang berasal dari pintu masuk.

“Aku datang hari ini dengan pendamping. Tolong layani kami.”

Ketika aku diam-diam membuka pintu kerena penasaran, Barrett telah kembali untuk menyambut mereka sementara aku memeriksa siapa yang datang.

Oh, bukankah itu Earl Monroe. Meskipun ia agak jauh, dengan badannya yang gemuk, rambut pirang yang memenuhi kepalanya dan poni ikal yang menutupi dahinya, ia terlihat cukup jelas… apa mungkin aku salah? Aku ingin tahu … apakah memang dia yang dibicarakan dalam rumor.

Kemudian, aku mengalihkan pandanganku pada orang disampingnya. Aku pikir dia mungkin istri atau anaknya … tapi aku sama sekali tidak familiar dengannya. Jika dia seorang wanita, aku pikir dia istrinya, tapi aku sama sekali tidak bisa melihat fitur wajahnya secara jelas.

Tetapi, karena pelayan atau pengawal yang mengikuti mereka sangat berbeda … Siapa dia? Semetara aku memikirkan hal itu, kedua orang itu sudah naik.

“Maaf membuat Anda menunggu, Iris-sama.”

Saat aku masih bingung, Barrett mengetuk pintu dan memasuki ruangan.

“Tak apa. Yang lebih penting, Barrett. Apakah Earl Monroe sering datang kemari?”

“Benar. Seperti yang Anda katakan. Dalam seminggu, ia akan datang paling tidak sekali atau dua kali tanpa kecuali.”

“Begitukah.”

Itu cukup banyak … tetapi, untuk toko aku senang.

“Jenis poduk apa yang biasanya dia beli?”

“Adapun Earl, beliau membeli banyak manisan. Dan juga, baru-baru ini beliau membeli Eau de Cologne. Terlebih, ketika beliau bersama istri atau anaknya, mereka akan banyak melakukan pembelian.”

Jika seseorang memikirkan ini baik-baik … apa ini normal? Maksudku, meskipun harga yang dipatok cukup tinggi, mereka tetap membelinya dalam jumlah besar.

“Heehh… apa jenis produk yang dibeli anak dan istrinya?”

“Untuk Nyonya, tidak lain adalah produk kosmetik. Dia juga sering meminta saran tiap kali berkujung. Adapun putranya, sesuai perkiraan, dia mirip dengan Earl yang suka cokelat. Setiap kali mereka datang, mereka selalu belanja dalam jumah besar. Kami akan selalu direpotkan dengan mengangkut belanjaan mereka ke dalam kereta, dan itu memakan waktu yang cukup lama.”

Dalam jumlah besar … dia bilang. Saat aku bertanya-tanya bagaimana mereka menghabiskan semuanya … aku teringat bahwa Earl Monroe sering mengadakan pesta, jadi mungkin mereka menghabiskannya untuk itu.

“Iris-sama?”

“Oh, aku minta maaf. Aku telah membicarakan hal-hal yang terlalu ekstrim. Aku hanya ingin tahu apakah ada sesuatu yang menggagumu atau ada yang ingin ditingkatkan… Jika ada masalah, aku ingin kamu melaporkannya segera. Tentu saja, aku akan menanggapi segala sesuatu yang kamu laporkan.”

Karena dia telah menemukanku, aku ingin mendengar pendapat orang yang bekerja di tempat ini. Selain itu, ini adalah tempat dimana para bangsawan berkunjung secara teratur, aku ingin tahu apakah ada yang mengganggu mereka.

“Saya mengerti, jadi Anda ingin tahu tentang hal itu. Saat ini, tidak ada masalah khusus. Tapi jika memaksa, saya ingin meningkatkan jumlah karyawan sedikit.”

“Karyawan, ya. Dalam bidang apa tepatnya?”

“Untuk saat ini, kita membutuhkan koki. Ada banyak permintaan produk makanan disini.”

“Jadi begitu… Tetapi, untuk koki, pertama mereka harus menjalani pelatihan dulu, jadi meskipun kita menambah karyawan, kita harus menunggu beberapa saat … aku akan mengusahakannya.”

Saat aku pulang, akan kupastikan penjualan di tempat ini meningkat.

“Terima kasih sudah jujur. Kalau begitu, tolong pandu aku melihat-lihat tempat ini sebagai tamu.”

“Saya mengerti. Kalau begitu, izinkan saya memandu Anda.”

Setelah selesai melakukan pemeriksaan sebagai tamu. Aku tidak menemukan masalah tertentu, jadi aku memutuskan untuk pulang.

…Mimosa belum keluar setelah sekian lama .. aku terus menunggunya. Ketika akhirnya dia keluar, wajahnya menunjukan ekspresi puas, mungkin itu karena belanjaanya … meskipun aku tidak tahu apa saja yang dia beli.

Dengan perasaan senang, pemeriksaan hari ini berakhir. Aku agak sedih kunjungan ke Royal City akan segera berakhir, tapi aku juga ingin segera pulang ke wilayah garapan.

“Terima kasih banyak untuk hari ini, Allice.”

“Aku juga berterima kasih untuk hari ini, Misha.”

… Setelah perspisahan, aku segera kembali ke rumah.

* * *
Table of Content
Advertise Now!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *