Duke’s Daughter Bab 40

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Waktu Teh dengan Nyonya

Dan sekarang, hari ini adalah kunjungan ke Kediaman Earl Dranbalt. Berbeda dengan saat Aku mengunjungi kediaman Marquis Langley, bermacam-macam orang juga turut diundang disini … dan karena hal itu, aku sangat gugup.

“Iris-chan, semuanya akan baik-baik saja, jadi kamu tidak perlu terlalu khawatir.”

Akan tetapi, karena aku bersama ibu, Aku bisa sedikit merasa tenang. Kunjungan selanjutnya adalah ke kediaman Baron Messi, jadi aku ingin mengambil kesempatan ini untuk mendapatkan kembali akal sehatku.

Ketika kami tiba, seorang pelayan datang menyambut kami di pintu. Dan selanjutnya, seorang pria yang mengenakan jas berekor wallet menuntun kami. Tempat kami tiba adalah halaman cantik yang dipenuhi nuansa hijau.

“Selamat datang, dan terima kasih atas kehadiran Anda sekalian, Nyonya Mellice, Iris-sama.”

Seorang wanita yang duduk di meja tengah berdiri dan datang menyambut kami dengan senyuman. Dia memiliki rambut emas halus yang terlihat bersinar di bawah sinar matahari. Meskipun perawakannya kecil, dia terlihat lemah lembut dan ceria …. Dia adalah Istri Earl Dranbalt, Countess Dranbalt.

“Terima kasih telah mengirim undangan untuk acara hari ini. Bersama dengan putriku, kami berdua telah menantikan ini.”

Ibu menjawab dengan nada formal. Tidak peduli betapa dekatnya Ibu dengan Countess Dranbalt, beliau tidak akan bertindak tidak sopan karena ada banyak orang lainnya di sekitar.

“Oh Tuhan, Untuk Nyonya Mellice mengatakan sesuatu seperti itu, Saya sangat merasa terhomat. Agar lebih nyaman, mari kita duduk disana.”

Ketika Countess Dranbalt mengatakan itu, dia menunjuk ke kursi kosong. Pria yang mengenakan jas berekor di dekat kami segera bergerak.

“Kalau begitu, saya akan menerima tawaran Anda.”

Dan kemudian, masing-masing dari kami segera menuju kursi kosong.

Taman terpelihara dengan baik yang dipenuhi tanaman hijau. Dengan meja-meja tersusun saling berlawanan, memberikan pemandangan yang menakjubkan di sekitarnya. Yang menarik, adalah gaun yang orang-orang kenakan. Pink, kuning muda, biru muda …. Setiap orang memakai gaun berwarna pastel. Masing-masing dari mereka seakan mewakili setiap warna bunga yang berurutan.

“Saya akan membuat perkenalan. Ini adalah Nyonya Remedy, Istri dari Earl Caldina.”

“Salam kenal, mohon bimbingannya.”

Seorang wanita di sebelah kiri Countess Dranbalt segera berdiri dan menatapku, dia mengangguk ringan padaku. Ketika aku menatapnya, Aku juga sedikit merendahkan kepalaku.

“Yang ini adalah Nyonya Dora Danas, Istri dari Earl Danas.”

“Saya sudah menantikan untuk bertemu dengan Nyonya Mellice dan Iris-sama.”

Wanita disamping Nyonya Remedy juga bicara sambil sedikit menundukan kepalanya. Dan Aku, seperti boneka kepala bandul, menundukan kepalaku sekali lagi.

“Dan selanjutnya, Nyonya disebelah sini adalah Salina Mines, Istri dari Baron Mines.”

“Saya merasa terhormat bisa bertemu dengan Anda.”

…. Dengan ini, semua perkenalan selesai. Kalau boleh jujur, cukup berat bagiku untuk mengingat setiap wajah dan nama mereka … Jadi aku bersyukur ini sudah berakhir.

Dan kemudian, pesta teh pun dimulai. Aku makan beberapa manisan di atas meja dan meminum teh yang disajikan. Unn, ini lezat ….. Karena aku akan malu jika aku tidak mengikuti percakapan, aku membuka telingaku lebar-lebar.

“Gaun yang Iris-sama kenakan di hari sebelumnya sangat indah. Dari mana Anda membelinya?”

Nyonya Dora tiba-tiba menanyakan pertanyaan tersebut.

“Gaun yang saya kenakan saat itu diperoleh dari timur untuk bahan bakunya. Akan tetapi, saat ini kami masih belum mengumpulkan bahan yang cukup, tapi jika sudah mencukupi, kami pasti akan segera memasarkannya.”

“Oh, jadi itu alasanya. Akan tetapi, selain jenis kainnya yang indah, desain gaunnya juga cantik dan unik, siapa yang merancangnya?”

“Saya meminta pada toko jahit di wilayah Duke Aremelia untuk membuatkannya.”

“Kalau beigitu, gaun itu dirancang oleh Iris-sama?”

“Tidak, jika mengatakan saya merancangnya, itu agak …. Saya hanya memintanya menambahkan hal yang saya suka, dan menjelaskan hal tersebut.”

Aku tidak bisa mengatakan kalau Aku memesan pakaian yang membuatku mudah bergerak … Lagi pula, karena Aku biasa memakai pakaian yang nyaman saat bekerja, aku akan kesulitan jika tiba-tiba mulai memakai korset ketat dan rok yang terlalu menggembung.

Berkat desainer-san, gaun ringan yang aku suka bisa dibuat …. Itulah bagaimana gaun ini tecipta.

“Jadi begitu. Tetapi, saya sangat yakin bahwa gaun tersebut akan populer di masa depan. Bukankah Anda juga sependapat, Nyonya Remedy?”

“Ya. Lagi pula, gaun itu telah mengambil banyak perhatian selama pesta. Bahkan sekarang, saya yakin banyak orang pergi ke toko penjahit untuk memesannya.”

….. Aku ingin tahu apakah ini benar-benar terjadi? Maksudku, jika memang demikian, bukankah ini kesempatan bagus untuk mengiklankan produk pakaian dari wilayah Duke Armelia?

Saat aku memikirkan hal itu, tanpa sadar, topik pembicaraan telah berubah. Jika tadi mengenai fashion, saat ini membahas tentang keadaan rumah masing-masing.

Percakapan terpusat pada Countess Dranbalt dan Ibu. Countess Dranbalt tidak langsung membawa topik ini, tetapi dimulai dengan menenangkan semua orang terlebih dahulu. Ibu juga tidak berusaha menghalanginya.

“… Omong-omong, tentang Earl Monroe Familiy. Muncul rumor bahwa ia telah menggunakan pengaruhnya akhir-akhir ini, apakah kalian juga mendengar tentang itu?”

Nonya Remedy yang memulai topik ini.

“Tidak, tapi saya tahu bahwa Earl Monroe sering mengadakan pesta akhir-akhir ini. Saya pernah melihat Istrinya mengenakan kalung berlian besar merek terbaru, dan dua hari kemudian di salah satu acara, Saya juga melihatnya memakai anting-anting zamrud besar merek terbaru. Ketika dia berkunjung ke kediaman kami, dia menunjukan bahwa suaminya telah membelikannya berbagai potongan perhiasan dan pakaian merek terbaru. Apa kalian tahu itu? Dan juga, sepertinya dia sering mengunjungi Azuta Conglomerate tanpa henti.”

“Saya hanya mengatur pengelolaan Azuta Conglomerate, dan yang melayani pelanggan kami, orang lain lah yang bertanggung jawab untuk itu… Tapi setelah mendengar cerita Anda, itu tentu mengesankan.”

Karena tatapan diarahkan padaku, untuk saat ini, aku memberikan mereka jawaban. Selain manajemen pengelolaan, aku belum melihat hal-hal lain.

Adapun mengenai pemasaran dan hal-hal lain, aku telah menyerahkannya pada Sei dan yang lainnya. Dengan demikian, sampai saat ini, aku tidak tahu berapa banyak Keluarga bangsawan yang menjadi pelanggan kami. Akan tetapi, meskipun aku tahu, aku tidak akan memberitahukannya pada orang lain.

Lebih tepatnya, jika cerita Nyonya Remedy itu benar, Aku jadi bertanya-tanya kenapa Earl Monroe begitu makmur? Apakah dia seperti itu sejak awal? Tidak, jika aku tidak salah, tentang wilayahnya. Meskipun aku belum mendengarnya memulai bisnis atau apa, tetapi ….

“Apa itu memang benar? Saya juga menerima kabar seperti itu selama pesta.”

“Sungguh iri. Omong-omong soal perhiasan, Nyonya Dora. Dari mana anda membeli perhiasan yang anda kenakan selama pesta sebelumnya? Itu sangat cantik dan Saya terpesona hanya dengan melihatnya.”

Saat ini, Ibu mengubah topik pembicaraan. Meskipun Aku ingin mendengar sedikit lebih tentang topik sebelumnya. Akan tetapi, jika topik ini terus dilanjutkan, Aku kira ini akan terus menyeretku kedalamnya. Seperti yang diharapkan dari Ibu, beliau mampu mengamati setiap orang yang menghadiri pesta.

“Tentang itu, ini adalah sebuah permata yang disebut Topaz. Karena Saya terpesona oleh seburat merah permata itu, Saya memohon pada suami saya untuk mendapatkannya satu.”

“Ketika seorang wanita memohon, ini adalah cara yang baik bagi laki-laki untuk menunjukan kesungguhan mereka. Dan bagimana reaksi Earl Danas saat itu, apa dia terlihat senang?”

Mendengar kata-kata Nyonya Remedy, Aku bertanya-tanya apakah itu memang benar? Tapi untuk saat ini, Aku memutuskan menutup mulutku dan tetap mendengarkan. Aku tidak punya suami di kehidupan sebelumnya, dan meskipun aku pernah punya tunangan sebelumnya … Ketika aku memintanya mengantarku berbelanja, Edward-sama benar-benar menjengkelkan saat itu.

“Tidak sama sekali, suami aaya benar-benar bodoh soal permata …”

“Walupun dia tidak tahu soal perhiasan, Saya yakin, ketika dia melihat Nyonya Dora memakainya, dia akan jatuh cinta lagi. Bukankah Anda berpikir seperti itu juga Nyonya Melllice?”

“Nyonya Dora masih muda dan cantik. Bukankah karena hal itu, Earl Danas selalu gelisah selama pesta?”

Ketika mereka mendengar kata-kata Ibu, semuanya berteriak ‘kyaa’ dengan suara bernada tinggi. Sejak saat itu, topik pembicaraan terus beralih secara acak, ini benar-benar menakjubkan.

Adapun para nyonya, mereka mulai berkhayal tentang apa yang bisa mereka dapatkan dari suami mereka. Akan tetapi, Ibu tidak bergabung dengan percakapan mereka.

… Ibu juga, Aku ingin tahu apakah dia memikirkan dengan siapa aku harus menikah? Tapi setelah apa yang terjadi dengan Ed-sama, ini normal jika keluarga tidak ingin aku menikah untuk sementara.

Aku ingin tahu apakah beliau menahannya karena aku ….. Beliau tidak mengatakan apapun tentang siapa yang dia ingin menjadi calon suami putrinya … Akan tetapi, aku sangat bersyukur untuk itu.

” … Iris-sama, apa pendapat Anda tentang hal ini?”

Mendengar pertanyaan Nyonya Remedy, Aku segera tersadar dari lamunanku.

“Saya sangat menyesal, saya tidak mendengarkan …. Apa yang Anda maksud?”

“Tentang calon suami Anda, Pria seperti apa yang anda pikir terbaik menurut Anda?”

“Saya rasa semua orang sudah tahu, pertunangan saya telah dibatalkan. Jadi, untuk saat ini saya hanya ingin hidup di wilayah garapan dengan tenang.”

“Oh Tuhan ….. Iris-sama pasti bercanda. Anda bukan hanya Putri Duke Armelia, tapi juga telah sukses mengelola wilayah sebagai Perwakilan Penguasa Feodal, selain itu, Anda juga merupakan Presiden dari Konglomerat terkenal. Lagi pula, bukankah Janda Ratu sedang memfokuskan perhatiannya pada Anda?”

” …. Apakah begitu?”

“Tentu. Jika kami adalah Ducal Family, dengan segala cara, akan menjadi kehormatan bagi kami jika kami memiliki Anda.”

Ekspresi menyesal, Nyonya Remedy mendesah. Seakan menyetujui pernyataanya, Nyonya Salina juga mengangguk.

Aku tidak mengira mereka menilaiku seperti itu. Jadi aku sedikit terkejut ….. Namun demikian, meskipun mereka bertanya padaku pria seperti apa yang ingin aku nikahi, aku benar-benar tidak memiliki satupun dalam pikiranku.

…. Meskipun Aku agak depresi, pembicaraan tetap berlanjut. Meskipun aku merasa gelisah, ketika acara berakhir, aku merasa pesta ini cukup menyenangkan. Dan karena semua orang bisa menikmati pesta sejauh ini, hal ini tidak terlepas dari kemampuan Countess Dranbalt.

Aku tidak punya pengalaman sebagai tuan rumah pesta, aku pun bertanya-tanya, apakah aku akan punya kesempatan seperti itu di kemudian hari ….. Bagaimanapun, jika aku punya kesempatan untuk mengadakan acara seperti ini, Aku ingin memiliki suasana yang baik sama seperti Pesta Countess Dranbalt …. Lebih tepatnya, Aku ingin pesta seperti yang Ibu adakan biasanya, dan karena hal itu, aku pikir baik untuk melakukan beberapa latihan.

* * *

Table of Content
Advertise Now!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *