Duke’s Daughter Bab 33

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Sekarang, ke Royal City

“… Mengapa hal semacam ini dikirimkan padaku …”

Sesuatu yang aku pegang saat ini adalah sebuah surat undangan….

Undangan pesta yang diadakan di Royal Castle bertujuan untuk merayakan berdirinya Kerajaan. Karena ini adalah acara resmi, biasanya dihadiri oleh semua kalangan bangsawan, tanpa kecuali.

Namun, aku telah dibuang dari masyarakat, dan sejak aku diusir dari akademi, aku tidak pernah menerima satu pun undangan. Itu wajar. Justru karena aku menerima sekarang satu, hal itu yang aneh

“… Tapi, Ojou-sama. Undangan pesta ini berasal dari keluarga kerajaan. Anda tidak bisa menolaknya begitu saja terang-terangan.”

Walaupun Sebastian berkata begitu, dia juga melihat undangan dengan mata curiga.

“Kamu benar…. Aku harus mempersiapkan diri pada kemungkinan terburuk. “

“Anda tidak perlu khawatir mengenai wilayah ini, kabar baiknya Dean akan berada di sini mengurus segala sesuatu, dan jika sesuatu terjadi, saya akan segera mengirimkan utusan untuk Anda”

“Baik, Sebastian, aku mengandalkanmu. “

* * *

Beberapa hari setelah itu, aku meninggalkan wilayah garapan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, aku menuju rumah di Royal City.

Sudah hampir tiga tahun sejak aku meninggalkan Royal City, dan karena sudah begitu lama, aku tidak punya kesan yang mendalam mengenai tempat ini.

“Selamat datang, Ojou-sama.”

Semua pelayan berkumpul menyapaku serempak. Dan orang yang berada paling depan adalah kepala pelayan, Rime.

“Rime, lama tak jumpa.”

“Memang benar, setelah sekian lama saya tidak melihat Anda lagi, tidak ada suka cita yang lebih besar dari ini.”

“Kamu terlalu berlebihan.”

Lalu, aku berjalan melewati para pelayan yang berbaris dan menuju ke dalam.

“…Sudah lama.”

“Selamat datang, Iris-chan.”

Di dalam, kedua orang tua dan adikku sedang menunggu.

“Sudah lama. Ayah, ibu, Berne.”

“Bagaimanapun, ayah senang melihatmu baik-baik saja. Kamu pasti lelah, ada baiknya kamu istirahat sekarang.”

Ayah yang biasanya ketat sekarang menampilkan ekspresi lembut. Melihat itu aku merasa sedikit senang.

“Baik, perkenankankan aku melakukannya.”

“Omong-omong, Ibu mendengarnya dari Sei akan ada produk baru yang segera dipasarkan, Ibu tidak sabar untuk itu.”

“Persiapan untuk memasarkannya belum selesai. Namun, aku akan melakukan uji coba produk untuk pesta mendatang, jadi tunggu saja nanti. “

“Jika begitu, bisakah kamu perlihatkan pada Ibu produk apa itu, kamu tidak keberatan kan?”

“Ibu bisa melihatnya di pesta besok.”

Ketika akau mengatakannya, Ibu nampak sedikit kecewa, namun ia tidak menyuarakan keberatan.

“Berne …. Apakah kamu akan datang ke pesta besok?”

“Aku tidak bisa menolaknya, bagaimanapun ini adalah undangan dari keluarga kerajaan. Namun, Ed-sama dan Yuri-sama pasti akan hadir juga.”

Aku terkejut mendengar kata-katanya, mataku tidak sengaja melebar heran.

” …. Aku terkejut.”

“Tentang apa?”

“Fakta bahwa kamu khawatir padaku.”

Setelah mengatakan apa yang aku pikirkan, wajah Berne sedikit menggelap.

“Ini … Ini tentu normal bagi kakak jika berpikir aku sedikit terlambat untuk khawatir padamu namun ….”

“Tidak semuanya. Terima kasih.”

Setelah itu, aku pergi ke kamar untuk istirahat. Terakhir kali aku di sini, aku benar-benar gugup memikirkan bagaimana negosiasiku dengan ayah akan berbuah, dan setelah pertemuan denganku, aku sangat sibuk dengan berbagai persiapan yang aku tidak memiliki banyak waktu di ruangan ini.

Itu sebabnya aku merasakan sedikit nostalgia. Saat aku beristirahat seperti ini, Rime datang ke kamar.

“… Ojou-sama, Tuan besar memanggil Anda.”

“Hmmm, ayah … Aku akan segera pergi.”

Ketika aku memasuki ruangan, ayah sedang duduk di kursinya dikelilingi oleh banyak dokumen…. Entah bagaimana, aku melihat penampilan diriku sendiri dalam dirinya.

“… Jadi kamu datang.”

“Benar. Permisi.”

“… Sepertinya wilayah garapan telah semakin baik akhir-akhir ini.”

“Ya, memang cukup baik.”

“Jangan terlalu sederhana…. Yah, ayah rasa itu baik-baik saja. Yang lebih penting, ayah benar-benar menyesal mengenai situasi sekarang.”

“Ketika ayah bicara “situasi sekarang” apakah yang ayah bicarakan adalah pesta?”

“Ya. Meskipun ibumu dan ayah mencoba untuk menyelidikinya … Orang dalam bersikeras bahwa undangan berasal dari anggota keluarga kerajaan.”

“Ayah ngin tahu apa yang mereka rencanakan dengan kehadiranmu. Ini bukan seolah-olah ayah berharap sesuatu yang buruk atau apa. Bagaimanapun, situasi ini tidak normal. Masyarakat bangsawan biasanya selalu ketat pada seseorang yang diusir dari masyarakat.”

“Jika mengenai masalah tersebut, aku sudah mempersiapkan diri untuk itu. Ini adalah situasi yang tidak bisa dihindari cepat atau lambat.”

“Pada hari diselenggarakannya acara tersebut, kemungkinan besar Raja tidak akan menampakan diri.”

“Meskipun pesta ini untuk merayakan berdirinya Kerajaan, Raja kemungkinan besar tidak akan hadir? Apa terjadi sesuatu?”

Maksudku, itu pesta untuk merayakan berdirinya Kerajaan, kan? Jadi, kecuali jika ada sesuatu yang buruk terjadi, Raja pasti akan hadir.

“… Sekitar setengah tahun lalu, Raja ambruk.”

“Tidak mungkin…”

Badanku serasa ditimpa beban berat, setelah itu aku secara naluriah menghela napas. Jika kemungkinan besar Raja tidak hadir, tidak peduli siapa itu, setiap orang akan berpikir kerajaan ini akan berada dalam kekacauan.

“Meskipun Yang mulia ambruk, ayah tidak bisa mengatakan bahwa penyakitnya serius. Namun, bila keadaannya seperti ini, orang lain dapat menyimpulkan kesehatannya secara bertahap memburuk. Besok jika pihak lain mengetahuinya, kemungkinan besar mereka akan menggunakan ini untuk mengontrol Kerajaan.”

Well, kemungkinan besar itulah yang akan terjadi. Jika Raja tidak hadir, tidak peduli siapa itu mereka akan curiga. Dan dalam waktu singkat rumor akan menyebar.

“Bila seperti itu, jika seorang Putri Duke yang telah diusir dari masyarakat hadir, itu akan menjadi salah satu topik utama. Selama pesta besok keberadaanku mungkin akan menjadi pusat perhatian. Aku juga berpikir, Aku benar-benar ingin segera kembali ke wilayah garapan dan melanjutkan kehidupan normal di sana.”

“Ah, itu benar …”

“Ayah, meskipun ayah mungkin memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan sebelum pesta besok, tapi tolong jaga kesehatan ayah.”

“Kamu juga. Ayah telah mendengarnya. Bukankah kamu pernah ambruk sekali. “

“Hanya satu hari. Tapi setelah itu, aku selalu ingat untuk istirahat.”

“Begitukah? Ketika memulai pekerjaan, menjaga kesehatan adalah dasar…. Kamu juga, pastikan kamu tidak terlalu banyak bekerja sendiri. “

“Baik, Terima kasih banyak.”

* * *

Keesokan harinya, karena cuaca yang cerah, aku memutuskan untuk melakukan yoga di taman. Walaupun tampaknya Tanya telah menyerah pada gagasan memintaku untuk berhenti memakai T-shirt dan celana ketat di pagi hari, dia mungkin tidak berpikir bahwa aku akan memakainya luar.

Dan ketika dia melihatku, dia panik…. Maafkan aku, Tanya. Namun, karena suhu hangat di Royal City, dan cuaca yang baik, jadi aku secara naluriah melakukan yoga. Ibu menemukanku pada waktu yang sama seperti Tanya.

Ketika Ibu melihatku dia sepertinya sudah tertarik pada yoga dan memintaku berjanji untuk mengajarinya besok pagi. Karena pesta akan berlangsung malam ini, aku mungkin harus mulai membuat persiapan.

Aku segera mandi. Setelah aku berpakaian dengan bantuan Tanya, dia juga mengambil tanggung jawab untuk mengatur make-up dan rambutku. Kembali ke topik … Produk percobaan kali ini, adalah gaun.

Gaun ini telah disesuaikan dengan sutra yang baru ditemukan. Seperti yang diharapkan, sutra … memiliki kilauan yang indah. Sebelumnya, Tanya juga melihat gaun tersebut dengan linglung…. Nah, persiapan sempurna. Mental juga telah siap. Dengan demikian, akankah kita berangkat ke medan perang?

* * *
Table of Content
Advertise Now!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *