Duke’s Daughter Bab 32

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Penemuan

“… Dan mereka pun hidup bahagia selamanya. Sampai disini kita bercerita hari ini.”

Ketika aku menutup buku dongeng, anak-anak, semuanya memiliki ekspresi tidak puas.

“Eh ~, lagi, lagi!”

“Tolong baca buku ini berikutnya.”

Ah, aku dibuat nyaman. Tentunya jika seseorang melihat ekspesiku sekarang, mereka akan berpikir aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Saat ini aku telah selesai mendongeng untuk anak-anak.

“Kakak sangat menyesal. Kakak harus pulang untuk hari ini. Kakak janji akan datang lain waktu, jadi maaf .”

“Eh ~ …”

“Kapan kakak kembali?”

Setelah mendengar nada kesepian dari suara anak-anak, jika mungkin aku ingin tinggal disini selamanya.

“Meskipun kakak tidak tahu kapan, tapi kakak berjanji akan kembali, ok?”

“Kami mengerti.”

“Ketika kakak kembali, bacakan lagi buku dongeng, ya?”

“Ya tentu saja.”

Setelah mengucapkan selamat tinggal kepada anak-anak, aku menuju ke dalam panti asuhan dan Mina-sensei menyambutku….. Haaa ~ Aku tidak ingin pulang. Ketika tiba saatnya aku pensiun suatu saat nanti, aku bertanya-tanya apakah aku harus bekerja di panti asuhan.

Lebih tepatnya, aku sudah serius mempertimbangkan hal itu. Pernikahan … harapan itu telah hancur saat pertunanganku dengan anggota keluarga kerajaan dibatalkan. Karena itulah, aku berpikir untuk menyerah.

Di masa depan, akan tiba saatnya bagiku untuk pensiun dari mengelola wilayah dan konglomerat. Ketika saat itu tiba, aku ingin hidup tenang sambil dikelilingi oleh anak-anak … Saat itulah aku merasa benar-benar dibuat nyaman….

Karena tidak mudah mengurus anak-anak, aku yakin akan ada masalah di sana-sini, namun ….Seperti sekarang, aku yakin dengan ini akan membuatku merasa nyaman.

Keuntungan dan kerugian, juga koneksi dan strategi … Belum lagi masalah konglomerat, selalu ada bayangan tersebut dalam hal politik. Hal yang pokok bagi negara adalah melakukan bursa.

Karena jika aku tidak tegas dengan jabatanku, aku tidak pernah ingin orang lain berpikir aku tidak bisa melihat apa yang penting dan melindunginya.

Terkadang, ada beberapa hal yang harus dibuang dan memainkan peran setan, egois dan memotong mereka ke bawah. Dan hal-hal yang masih bisa digunakan harus digunakan.

Aku harus melindungi orang-orang yang tinggal di wilayah garapan kami, kedua orang tuaku yang berharga, kakek-nenek, orang-orang yang penting bagiku dan mereka yang bersedia bekerja untukku.

Namun, bahkan jika itu aku, ada saatnya di mana aku lelah, Dibandingkan fisikku, aku lelah secara mental. Seperti sebuah dongeng dalam buku ….. Raja selalu kesepian.

Meskipun aku bukan Raja, masa depan orang-orang bergantung pada keputusan yang aku ambil. Tidak peduli apa, itu merupakan tanggung jawabku.

Ketika aku memikirkannya, agak berat untuk memutuskan hal ini, tanggung jawab ini, aku akan melakukannya dengan semua kemampuanku …

Namun, aku juga akan tua pada akhirnya, dan tidak mungkin aku harus mengemban tanggung jawab ini selamanya, sehingga aku harus menemukan pengganti yang cocok.

Ketika saat itu datang, aku pikir aku akan hidup dengan tenang dikelilingi oleh anak-anak… Oh, aku bertanya-tanya apakah aku mulai tidak sabar.

Bagaimanapun, dalam rangka mencapai masa depan yang damai, aku harus lebih bekerja keras dari sekarang. Sudah setengah tahun sejak kakek berangkat dari wilayah Duke Armelia.

Berne dan Pangeran Kedua telah lulus dari akademi. Sekarang, Berne belajar di bawah bimbingan ayah. Sisa kelompok mereka juga belajar di bawah orang tuanya masing-masing.

Ini berarti juga bahwa Ed-sama mempelajari tugas-tugasnya di istana. Dia belum secara resmi menikah dengan Yuri-sama. Kapan itu akan terjadi, mereka masih belum membuat pengumuman, tapi mungkin akan segera.

* * *
Table of Content
Advertise Now!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *