Duke’s Daughter Bab 27

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Pengakuan Cinta Palsu

Waktu berlalu, Berne telah tinggal disini selama beberapa hari sebelum dia kembali ke Royal City. Dia tampaknya menyerah untuk membujuk Ibu …..

Yah, meskipun Ibu dan Janda Ratu tidak hadir, tampaknya pesta telah berlangsung tanpa insiden apapun…… Karena dua orang tersebut tidak hadir, sulit untuk dikatakan pesta itu berjalan sukses atau tidak.

Dengan ini, Putri Baron Yuri, telah resmi bertunangan dengan Ed-sama. Seperti biasa, Pangeran Pertama tidak menunjukan dirinya di Royal City. Ditambah Pangeran Kedua akan lulus tahun ini.

Dibandingkan dengan Pangeran Pertama yang tidak menunjukan dirinya, informasi tentangnya simpang siur. Pangeran Kedua selalu muncul di depan publik secara teratur.

Selain itu, faksi Pangeran Kedua terdiri dari Bangsawan kalangan atas … Dengan kata lain, selain memiliki garis keturunan yang baik, mereka semua memiliki pengaruh. Mereka semua menghadiri pesta yang diselenggarakan.

Namun, sebagian besar Bangsawan yang berada di fraksi Pangeran Kedua menghadapi krisis keuangan. Mereka menghamburkan uang terlalu banyak tanpa berpikir, ditambah mereka tidak berpartisipasi mengembangkan wilayah mereka sendiri. Informasi tersebut diperoleh dari Azuta Conglomerate.

Dengan kata lain, jika boleh jujur, selain garis keturunan mereka sebagai satu-satunya keunggulan, saat ini mereka dalam situasi yang sulit.

Sebagai perbandingan, faksi Pangeran Pertama terdiri dari banyak bangsawan yang berkonsentrasi dalam mengembangkan wilayah mereka, dan aristokrat baru yang mendapatkan gelar setelah membuat prestasi mengesankan.

Dapat dikatakan, fraksi Pangeran Pertama dan Pangeran Kedua, memiliki perbedaan yang sangat kontras. Ibuku khawatir hal itu akan mengakibatkan sebuah insiden.

Berbicara tentang Ibu, setelah pesta pertunangan, ia tinggal untuk sementara waktu sebelum ia kembali ke Royal City.

Di sisi lain, kakek masih sama seperti sebelumnya, tinggal di sini. Untukku, tidak ada perubahan tertentu yang terjadi, aku masih sibuk bekerja seperti biasanya.

“Seperti yang aku katakan sebelumnya, Dean bersediakah kau menjadi milikku?”

Itulah kata-kata yang aku ucapkan pada pemuda di depanku, tapi Dean tanpa berkedip, tersenyum dan menjawab.

“Meskipun saya sangat tersanjung dengan kata-kata Anda, namun …..”

Demikian juga, jawaban yang sama telah ia berikan sebelumnya, sebuah penolakan. Ahh, itu sangat membuatku frustasi. Ketika seseorang mendengar ini, itu akan terdengar seperti pengakuan cinta…..

Tidak, itu lebih terdengar seperti percakapan berbahaya dari tante-tante yang mencoba mengelabui pria muda.

Selain itu, Dean memiliki mata yang indah berwarna hijau zamrud, rambut pirang dan wajah yang tampan. Dan juga, ia memiliki tubuh yang proporsional, yang meningkatkan pesonanya. Dengan semua itu, jika orang lain sekilas melihat, akan tampak aku seperti merayunya.

“Haaaa … Aku paham. Namun aku tidak akan menyerah. Untuk saat ini harap waspada, dalam minggu ini, aku pasti akan mendapatkanmu.”

“Tentu saja.”

Menurutmu apa yang kumaksud dengan ‘mendapatkanmu’? Yang kumaksud adalah menjadikan Dean sebagai asisten untuk membantuku menangani urusan politik wilayah ini ….

Semuanya dimulai dari sebelum Ibu kembali ke Royal City. Memanfaatkan jasa penempatan sementara Serikat Dagang, di mana mereka mengirimkan orang-orang berbakat untuk membantu kami dengan kontrak jangka pendek. Dean adalah salah satunya.

Pada awalnya, meskipun agak kasar untuk mengatakan ini, tapi karena aku tidak bisa mengawasi setiap anggota, aku tidak tahu keberadaan orang ini.

Namun, rincian dan reputasinya di tempat kerja telah mencapai telingaku … Aku memberinya tugas yang harus dia kerjakan sendiri dan hasilnya sangat mengagumkan.

Lalu, aku memberinya tugas yang lebih berat untuk dia kerjakan … Situasi tersebut terus terjadi berulang-ulang, dan pada akhirnya aku mejadikannya sebagai asistenku.

Meskipun Ibu tidak pernah sekalipun bertemu dangannya, ia berkata,’ Jika dengan dia, aku merasa bisa meninggalkan Iris-chan tanpa khawatir.’ Karena aku punya keyakinan penuh pada orang yang Ibu pilih, aku menjadikannya sebagai asistenku.

Tentu saja, kemampuannya dijamin…. Dalam hal apapun, aku merasa nyaman. Pekerjaan yang biasanya aku lakukan, ia mampu menyelesaikannya sendirian. Aku bisa menghemat banyak waktu untuk menjelaskan rincian kepadanya, dan aku bisa santai meninggalkannya sehingga aku bisa menyelesaikan pekerjaan lain.

Ketika aku mempertimbangkan kemampuannya, ia sendirian dapat melakukan pekerjaan yang setara dengan sepuluh orang.

Sekarang, mari kita kembali ke topik. Apa yang telah aku katakan sebelumnya terdengar seperti pengakuan cinta sebenarnya aku mencoba untuk merekrut dia.

Aku ingin dia bekerja secara formal untuk melayani wilayah kami … Tapi dia hanya menerima kontrak jangka pendek. Sepertinya dia harus kembali pulang untuk membantu urusan rumah orang tuanya. Itu sebabnya ia biasanya bekerja di sini selama satu minggu sebelum ia pulang, kemudian ia akan kembali lagi setelah dua sampai tiga minggu.

Karena dia seperti itu, sangat disayangkan aku akan berpisah dengannya dan kemampuannya jadi aku akan mencoba merekrutnya setiap kali dia datang.

Terkadang aku merasa tidak pasti dan berpikir dia mencurigakan, tapi karena pemerintahan wilayah ini tidak mempunyai banyak rahasia, seharusnya itu bukan masalah …. Kata-kata Ibu memainkan peran besar.

“Baik, ini adalah laporan pendapatan dan pengeluaran dari sekolah dan penerapan anggaran untuk tahun depan.”

“… Oh, tampak formatnya sedikit berbeda.”

“Saya membuat beberapa modifikasi.”

“Terima kasih. Berbagai sekolah dasar telah didirikan di seluruh wilayah … dan aku berpikir untuk membuka sebuah sekolah menengah kejuruan.”

“Akan sulit untuk melakukannya dengan anggaran yang ada.”

“Yah, itu benar. Seperti yang aku pikir, kita perlu membuat perubahan untuk menstabilkan penerimaan pajak … “

“Bisa dikatakan, pajak penghasilan saat ini sedikit prematur. Dasar perpajakan adalah keadilan, kesederhanaan, dan kesetaraan. Kita saat ini pada tahap di mana sekolah dasar masih baru didirikan, tetapi tingkat melek huruf perlahan akan meningkat. Orang-orang akan mulai mengerti. Toko-toko besar tidak terlalu masalah. Namun, itu masih akan sulit bagi toko-toko kecil. “

“Itu, hal itu adalah …”

“Meskipun saya berkata begitu, saya pikir itu masihlah sebuah konsep. Setelah tingkat melek huruf meningkat, maka kemudian, setelah beberapa waktu, kita akan memperkenalkan aritmatika dan menyebarkannya. “

“Un ~ … Aku ingin tahu apakah aku harus mulai untuk persiapan ke arah itu?”

Setelah membolak-balikan kertas, aku menemukan rancangan pajak penghasilan.

“Untuk menghapuskan pajak perseorangan, dan beralih ke pajak penghasilan … Saya cukup yakin tentang itu. Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, dasar perpajakan adalah keadilan, kesederhanaan, dan kesetaraan. Dan juga, semua orang telah berpartisipasi dalam membayar pajak perorangan, dan semuanya tidak keberatan.”

“Tidak semuanya berpikiran demikian, untuk menerapkan pajak pada seseorang yang tidak mampu untuk membayar, ini hanya dapat dianggap membelenggu mereka sebagai pencari nafkah.”

Itu benar, aku berpikir bahwa pajak perorangan merupakan gagasan yang baik. Sangat mudah dan hampir sama dengan pajak penghasilan. Tapi karena terlalu sama, sulit untuk menganggapnya adil. Selain itu, pajak tersebut juga harus dikenakan pada mereka yang tidak mampu membayar, hal tersebut merupakan beban berat bagi mereka.

“… Tentu saja, Anda juga dapat melihatnya.”

“Saat ini, semua konsep memaksakan pajak berdasarkan penghasilan perorangan … Tapi karena akan sulit menghitung pendapatan para petani, sehingga rencananya adalah menggunakan kantor publik untuk menghitungnya berdasarkan “Hasil Panen” para petani dan menghitungnya dari sana.”

“Apakah itu alasannya Anda meminta Departemen Urusan Publik mengklarifikasi pemilik dan batas-batas tanah?”

“Benar … Tentu saja bukan hanya itu alasannya.”

“Saya mulai paham. Jika demikian, maka akan mudah untuk menganalisis hasil panen setiap orang berdasarkan luas tanah masing-masing petani.”

“Uun ~ Itu benar.”

“Tentang itu, apakah kantor urusan publik memiliki cukup staff untuk melakukan perhitungan?”

“Aku mengatakan pada Departemen keuangan untuk memberikan kesempatan pada siswa yang tedaftar dalam kursus keuangan untuk berpartisipasi secara bergantian. Selain itu, aku berniat untuk memperkerjakan mereka setelah lulus. Pengetahuan masyarakat akan meningkat cepat atau lambat, sehingga akan ideal bagi mereka untuk belajar tentang pajak.”

” ….. Hal itu mungkin akan memakan waktu lama.”

“Yah, aku juga tidak mengharapkan hasilnya segera, itu sebabnya aku mengatakan cepat atau lambat. Selain itu, kita seharusnya tidak hanya mempertimbangkan pajak untuk setiap individu, tetapi juga mengenai berbagai perusahaan dan konglomerat. Sekarang, Perhitungan pajak Konglomerat telah campur aduk dengan pajak Presiden mereka. Hali ini ternyata disebabkan Presiden konglomerat tersebut menerima gaji dari perusahaan.”

“Pertama kita harus mengajukan perhitungan pajak perusahaan harus terpisah dari pajak pribadi presiden mereka. Setelah itu, meminta mereka mengirimkan aplikasi untuk menerima tarif pajak khusus.”

“… Apa yang akan Anda lakukan jika konglomerat dan perusahaan memberontak?”

“Apakah kamu tidak berpikir ini akan meringankan mereka dari membayar pajak lebih? Saat ini, mereka harus membayar pajak impor dan ekspor setiap kali mereka keluar masuk kota. Dengan ini, ketika mereka melakukan impor dan ekspor ke tempat-tempat lain selain wilayah kita atau ke negara lain , mereka akan membayar pajak lebih sedikit di masa depan…. Dalam situasi itu, distribusi juga akan meningkat. “

“Tentu saja, agak aneh kalau mereka memberontak. Karena masing-masing perusahaan dan konglomerat saat ini telah mendaftarkan seseorang dalam kursus akuntansi untuk belajar pembukuan double-entry, itu akan membantu ketika mereka menghitung rekening mereka…. Dengan cara ini, tidak akan menambah beban mereka sampai batas tertentu. “

“Jadi begitulah. Mengenai percakapan kita sebelumnya, mari kita membicarakannya lagi dengan orang-orang dari departemen Keuangan. “

* * *
Table of Content
Advertise Now!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *