Duke’s Daughter Bab 26

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Komunikasi

Aku telah menyelesaikan sebagian besar pekerjaanku untuk hari ini, yang tersisa hanyalah mengatur dan mengkonfirmasikan dokumen. Karena aku tidak makan malam bersama adikku, aku menyuruh Tanya untuk membawakanku makanan ringan. Ibu dan Tanya tidak mengatakan apapun padaku mereka mungkin mempertimbangkan perasaanku.

Langit di luar telah benar-benar berubah gelap, dan ruangan menjadi redup karena hanya diterangi lampu……..Aku ingin tahu apakah sudah waktunya bagiku untuk memakai kacamata. Karena aku selalu memeriksa laporan secara rinci, maka itu wajar jika penglihatanku mulai memburuk.

Tok, tok, suara ketukan bergema si dalam ruangan. Ketika aku hendak bertanya siapa yang datang, orang yang masuk adalah Berne.

“Apakah kamu perlu sesuatu?”

“Apakah kakak masih mempunyai banyak pekerjaan?”

“Benar, seperti yang kamu lihat”

“Apakah kakak selalu bekerja seperti ini setiap hari?”

“Karena Ibu dan Kakek berada disini, beban kerjaku telah sedikit berkurang, sebelumnya ketika mereka belum datang, aku biasanya akan bekerja seharian.”

Mungkin sudah sangat lama sejak terakhir aku berbicara dengan adikku seperti ini. Sudah hampir dua tahun sejak kami berdua melihat satu sama lain, dan bahkan ketika kami masih di akademi, kami mempunyai kelompok kami sendiri sehingga kami jarang berkomunikasi.

“Jadi begitu…….”

“Bisakah aku mengajukan satu pertanyaan Berne?”

“Tentang apa?”

“Kenapa kamu membantu Pangeran Kedua waktu itu?”

“…Kenapa kakak bertanya…? Itu karena kakak melakukan sesuatu yang buruk pada Yuri … “

“Saat itu kamu membeberkan tentang …… Bagaimana aku mencaci dan menyebarkan rumor palsu. Apakah saat itu kamu siap menanggung hasil dari apa yang kamu lakukan?”

“…”

“Jika kamu ingin menyukseskan ayah sebagai perdana mentri berikutnya, kamu harus berpikir tentang konsekuensi dari tindakanmu akan mempengaruhinya. Aku tidak mengetahui rincian dari prilakumu di Royal City, aku juga tidak ingin tahu. Tetapi, aku tahu bahwa reputasimu buruk sekarang. Sekarang aku tidak akan membiarkanmu merebut posisiku sebagai penguasa wilayah, mustahil bagi ayah untuk menjadi perdana mentri selanjutnya jika kamu tetap seperti itu.”

“…Sudah sepatutnya bagi kita untuk memenuhi keinginan Keluarga Kerajaan.”

“Peran Perdana Mentri adalah untuk mengawasi kerajaan agar sesuai dengan kehendak Raja. Namun, juga merupakan tugasnya untuk menegur Raja ketika dia membuat kesalahan … Selain itu, kamu berkata sudah sepatutnya memenuhi keinginan keluarga kerajaan, apakah kamu tidak mempertimbangkan perasaan orang lain?”

Kakek adalah orang yang memberitahuku tentang tugas Perdana Mentri.”Louis-dono telah sangat baik melakukan perannya … tapi untuk Berne … adalah apa yang ia katakan.

“…… Melakukan sesuatu dengan perasaan dan bertindak sesuai perasaan keduanya berbeda. Aku membuat kesalahan karena aku diliputi perasaan cemburu, dan menyebabkan hasil seperti itu. Tidak ada yang memihakku dan aku diusir dari akademi. Kamu berdiri di sisi mereka dan ikut mencelaku waktu itu, tapi sekarang, bukankah kamu berada pada situasi yang sama?”

Akan sangat disayangkan jika tradisi keluarga kami sebagai Perdana Mentri secara turun-temurun berhenti. Aku masih membutuhkan lebih dan lebih kekuasaan. Saat aku memikirkan itu, aku mungkin bisa mengubah perilaku adikku entah bagaimana caranya.

“…. Itu jawabanku. Apakah ada hal lain yang ingin kamu tanyakan?”

“Tidak.”

“Benarkah? jika begitu, silakan tinggalkan ruangan ini, aku masih memiliki pekerjaan.”

Ketika Berne pergi, aku menghela napas dalam-dalam. Entah mengapa, sekarang aku telah benar-benar lelah …. Selama gadis itu tetap ada, Ed-sama masih akan ditutupi bayangan gadis itu. Jadi sangat penting bagi Berne untuk menjauhkan diri dari mereka.

Tok, tok. Suara ketukan kembali terdengar dari arah pintu, Aku ingin tahu siapa yang datang kali ini.

“…Permisi.”

“Oh, Sebastian. Ada apa?”

“Ketika saya melewati ruangan, saya melihat ruangan masih menyala. Ojou-sama, tolong segera tidur.”

“Hanya sedikit lagi, tolong tunggu. Aku ingin melihat lebih laporan Divisi Lanjutan. Ini adalah hasil dari Departemen pertanian yang kamu bicarakan sebelumnya … Mereka sangat menakjubkan. Mereka belajar dengan sangat baik dan mampu menunjukan hasil …. hanya melihat itu sudah membuatku senang.”

“Saya sependapat, kenyataannya mereka mampu menemukan hal baru, berdiskusi, dan bereksperimen, mereka memainkan peran yang besar. Saya juga berharap perkembangan akan terjadi di masa depan.”

“Kamu benar. Hal yang aku tidak tahu dan tidak terpikirkan …. Ketika aku menyerahkannya pada mereka dan membuahkan hasil, aku tidak bisa merasakan apa-apa selain takjub.”

“Oh …. Ternyata ada juga beberapa hal yang Ojou-sama tidak tahu, ya.”

“Oh, Sebastian. Itu wajar. Selain bidang akuntansi, aku tidak baik dalam bidang pertanian dan medis. Itu sebabnya divisi khusus dibuat, untuk menyerahkannya pada orang-orang yang ahli dalam bidangnya masing-masing.”

Aku mempunyai batasan dengan diriku sendiri. Jadi yang terbaik adalah menyerahkannya pada orang-orang profesional untuk menanganinya.”

“Laporan Departemen Keuangan. Aku sudah melihatnya. Kita harus mengurangi sedikit pengeluaran, atau negosiasi tidak bisa dilanjutkan. “

Untuk keputusan semacam itu, perlu untuk memikirkan efeknya dalam jangka waktu yang panjang. Ketika aku memikirkannya, kepalaku mulai bercampur aduk…. Untuk itu, aku membutuhkan orang yang ahli untuk saling bertukar argumen.

“Anda benar.”

“Kita kesampingkan dulu hal itu, Sebastian, Bagaimana cara Berne bekerja?”

“Dia melakukan pekerjaan yang diberikan kepadanya baik sekali.”

“Jadi begitu…”

“… Tolong jangan bilang siapapun, saat kami berada di Departemen Keuangan, ia bertanya tentang Nyonya muda. ‘Apakah kakak selalu bekerja sebanyak ini? Mengapa pekerjaan kakak sangat banyak?’ Itu yang dia katakan.”

“Itu memang pertanyan yang kurang sopan.”

“Benar, yang lebih mengejutkan. Di akademi, saya mendengar bahwa Berne-sama adalah siswa yang paling cerdas. Namun, kecerdasannya tidak banyak berpengaruh disini. Selain itu, ketika ia melihat dokumen yang Ojou-sama telah kerjakan, ia sangat terkejut.”

“Kamu benar-benar memahami Berne dengan sangat baik.”

“Itu karena saya sudah mengawasinya sejak ia masih kecil, ekspresi Berne-sama sangat jelas tertulis di wajahnya.”

Jika Sebastian bilang begitu, itu pasti benar. Dia telah melayani rumah kami bahkan sebelum kami lahir, dan dia menyaksikan kami tumbuh. Dengan kata lain, ia seperti orang tua kami.

“…. Selain itu, saya pikir Ojou-sama juga telah menyadarinya. Anda mungkin merasa mata Berne-sama selalu menatap anda heran.”

“Yah, itu benar. Berkat dia, aku menjadi lebih lelah dari biasanya.”

“Itu karena dia mengamati Ojou-sama untuk waktu yang lama. Ketika kami berjalan keluar ruangan, karena dampak yang ia terima terlalu banyak, ia tidak bisa berhenti terkejut.”

“Astaga. Aku ingin tahu apakah sekarang ia sudah sedikit dewasa? Jika ia telah mengambil pelajaran, aku berharap ia memutuskan untuk menerima bimbingan ayah dengan sungguh-sungguh.”

“Saya percaya itu.”

…. Aku ingin tahu apakah ibu masih berniat menyingkirkan Berne? Karena anak itu sangat keras kepala, itu dapat dimengerti. Aku khawatir ketika ia kembali ke Royal City, ia akan kembali ke faksi Pangeran kedua…..Tapi karena Berne masih perlu menghadiri akademi, ia tidak mempunyai pilihan lain kecuali kembali ke Royal City.

“….. Sepertinya masih ada beberapa harapan. Untuk sekarang, seperti yang kamu sarankan , aku akan pergi tidur.”

* * *
Table of Content
Advertise Now!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *