Duke’s Daughter Bab 25

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Pengalaman Baru Sang Adik

“…Permisi. Ojou-sama, sudah hampir waktunya untuk pertemuan Anda dengan Sei. “

Saat suasana terasa canggung, Tanya memanggilku….Sepertinya sudah waktunya untuk kembali bekerja. Karena kedatangan Berne aku tidak bisa istirahat sama sekali.

“Ibu, aku harus segera pergi, silakan lanjutkan bersantai”

“Ya, semoga lancar. Ah Iris-chan bisakah kamu membawa anak bodoh ini denganmu?

“… Eh?”

‘Anak bodoh ini’ yang dia maksud Berne bukan? Tapi kenapa…?

“Tolong tunjukan anak bodoh ini bagaimana kamu bekerja dan mengajarinya untuk ibu. Dan jika ia mengeluh, tidak masalah jika kamu ingin memukulnya. Tanya, terima kasih, aku tidak jadi mengusirnya.”

“… Saya hormat taat.”

Jika itu Tanya, aku cukup yakin dia memang akan melakukannya. Nah, jika Berne nanti mulai tidak bisa diatur, itu baik-baik saja jika mengusirnya… bukan?

“Kalau begitu … Mari kita pergi, Berne.”

“… Eh? Kamu … kakak …? “

Berne terus melihatku, nampaknya ia terkejut. Seperti yang kupikir. Dia memang benar-benar lupa wajah kakaknya sendiri.

“Benar, dari tadi memangnya kamu pikir aku siapa? Karena kita kehabisan waktu mari kita pergi”

Aku segera menuju ke ruang kerjaku. Dan Sei telah berdiri di sana menunggu. Ketika dia melihat Berne di belakangku, dia mengerutkan alisnya, tapi ia segera mengambil laporannya dan menyerahkannya padaku.

“….Keuntungan dari penjualan gula sedikit menurun.”

“Itu karena konglomerat lain telah muncul menjual produk yang sama. Selain itu mereka menjualnya dengan harga yang lebih rendah dari kita.”

“….Untuk sekarang, tidak perlu menurukan harga komoditas. Konsumen akan menilai sendiri mana produk yang lebih berkualitas.”

“Ada juga alternatif lain, yaitu menurunkan harga jual bahan baku …”

“Ditolak, jika kamu melihat nilai saham, harga tersebut masih wajar. Jika kita menurunkan harga jual bahan baku dari para petani, hubungan kita dengan mereka akan memburuk. Untuk mencegahnya, kita harus mengamankan rute pengiriman dengan lebih baik.”

Dalam menjalankan suatu perusahaan, agar sukses maka harus mengejar keuntungan. Namun, aku tidak ingin menekan para petani di wilayah ini. Akan sangat berlebihan jika membeli bahan baku dengan harga murah sedangkan konglomerat menjualnya dengan harga yang tinggi, dan aku pikir harga sekarang memanglah cukup.

“Selain harga yang lebih rendah, cari tahu apakah ada hal yang lain. Periksa line-up dari perusahan tersebut dan kemudian membandingkannya dengan review produk.”

“Selain itu, bagaimana kemajuan produk kue kita yang akan mulai dijual minggu depan?”

“Semuanya sesuai jadwal, semua persiapan telah dibuat dan kita dapat mulai menjual produk tersebut minggu depan. Informasi tentang produk yang disebut ‘kue ulang tahun’ sedang dibocorkan oleh orang biasa … “

Aku berterima kasih pada kafe yang memang sebelumnya menyediakan kue pada menu mereka, itu menguntungkan kami karena produk baru kami bisa diterima oleh masyarakat. Sekarang, slogan yang kami buat adalah “Kue khusus untuk hari istimewa.” Seperti ulang tahun, atau ulang tahun pernikahan. Ketika mereka membuat reservasi, mereka bisa memutuskan dekorasi pada kue, bentuk, dan krim ketika mereka memesan.

“Jika itu yang terjadi, aku senang. Aku ingin semua rinciannya.”

“Ini dia.”

Dengan cepat aku membaca dokumen yang diberikan Sei padaku.

“… Sebagian besar adalah pertanyaan menyangkut metode pemesanan dan kapan akan dijual…. Ketika sudah berjalan, keuntungan dari komoditas gula akan meningkat. Setelah itu, bagaimana kamu akan mengelola persediaan? “

“Sama seperti apa yang Ojou-sama instruksikan, kami akan menjual desain sisa dari bahan sebelumnya sedikit demi sedikit dengan harga diskon.”

“Jadi begitu… Ini akan menjadi ideal untuk mencegah kehabisan modal. Tetapi dengan angka saat ini dan keadaan pasar, jika penurunan terus berlanjut, kita akan kehabisan. Terutama bahan baku musiman, yang terbaik adalah untuk membatasi penggunaannya karena nilai kelangkaan mereka. “

“Saya mengerti.”

“Produk kosmetik berjalan baik seperti biasa. Namun, kita saat ini berada pada situasi di mana produksi tidak bisa mengejar permintaan pasar.”

“Benar, apa yang harus kita lakukan mengenai itu … “

“Buatlah prioritas untuk menyesuaikan produksi produk tersebut. Juga, bagaimana kelanjutan produk itu? “

“Hal itu juga berjalan dengan baik. Sekarang, produk dengan bahan madu dan bunga mawar sedang dijual. Untuk kedepannya produk dari bunga Lily dan Lavender juga akan menyusul. “

Madu digunakan sebagai bahan campuran untuk produk kecantikan seperti lotion, shampo, dan bilas. Kalau bunga mawar, sangat serbaguna bisa untuk campuran produk kecantikan apapun.

“Begitukah? Tolong cantumkan dalam iklan, beberapa bahan bisa tidak cocok untuk jenis kulit tertentu. Sehingga jika setelah menggunakannya menimbulkan reaksi, segera berhenti menggunakannya.”

“Saya mengerti.”

“Setelah itu, bawalah laporan dari semua toko padaku termasuk laporan keuangan secara berkala, aku akan memeriksanya nanti.”

Setelah memberikan instruksi, Sei berkata dia paham dan membungkuk sebelum meninggalkan ruangan. Sekarang aku ingat Berne ada di belakangku tapi dari tadi dia begitu tenang, itulah yang aku pikir. Tapi ketika aku berbalik, aku melihat Tanya mengikat mulutnya dengan kain.

Namun, aku pikir tindakan tersebut tidak perlu dilakukan. Matanya terbuka lebar sekarang. Ketika aku memberikan Tanya tatapan, dia segera mengerti maksudku, diapun melepas ikatannya.

“Apa yang salah sampai kamu menunjukan ekspresi bodoh?”

“… Kakak, kamu yang bertanggung jawab atas pengelolaan konglomerat?”

“Tentu saja, bagaimanapun aku sendiri yang mendirikannya.”

Tepat setelah percakapan itu, seseorang mengetuk pintu.

“…Silakan masuk.”

Orang yang masuk adalah Moneda. Dia juga, saat melihat Berne, ia mengerutkan alisnya dan langsung mengabaikannya seolah-olah dia tidak ada.

“Ada beberapa hal yang saya ingin konsultasikan dengan Anda. Ketika saya mengkonfirmasi Tanya tentang hal itu, dia menegaskan bahwa kali ini akan baik-baik … “

“Baik, dan apa yang ingin kamu konsultasikan denganku? “

“Ini mengenai harga komoditas di wilayah ini. Seperti yang Anda lihat kita saat ini berada pada situasi di mana harga terus naik sedikit demi sedikit.”

“Memang benar. Hal ini mungkin disebabkan mungkin karena nilai mata uang secara bertahap menurun, sehingga harga meningkat. “

“Benar. Karena itu, saya berpikir untuk meningkatkan suku bunga, tapi … “

“Aku pikir itu belum saatnya, Meskipun harga meningkat, tapi hanya sedikit. Jadi untuk sekarang, prioritas utama kita adalah menstabilkan dulu harga pasar. Konsumsi wilayah perkotaan akan meningkat, banyak konglomerat akan melakukan pinjaman pada bank, itu akan menjadi tren di kalangan mereka. Jika kita meningkatkan suku bunga, kita akan menyia-nyiakan banyak peluang.”

“Saya paham……….Saya mendengar saran yang bagus.”

“Untuk sekarang, kumpulkan semua anggota dewan untuk membahasnya. Jika kamu masih ingin meningkatkan suku bunga, beri aku alasan yang kuat.”

“Saya mengerti, terima kasih banyak.”

“… Umm, kakak …”

“Apa?”

“Jika aku tidak salah, bank adalah lembaga keuangan yang baru-baru ini didirikan di wilayah kita. Mengapa kakak yang bertanggung jawab mengurusnya?”

“Kenapa kau bertanya tentang hal itu? bukankah jawabannya sudah jelas? untuk sesuatu seperti ini, bahkan jika kau mencaritahunya sendiri terutama dia adalah kakakmu sendiri………. Dengan posisimu, sangat keterlaluan jika kau tidak tahu. Serius, apakah kau memiliki niat menjadi Duke dan kepala keluarga?”

Orang yang menjawab adalah Modeda, cara dia berbicara benar-benar kasar, tapi argumen yang ia buat memanglah benar, bahkan Berne tidak bisa membantah.

“Jika kau memang sangat penasaran, aku akan memberi tahumu. Orang yang mengusulkan pembentukan Bank adalah kakamu…..Iris. Oleh karena itu wajar bagiku untuk berkonsultasi dengannya………Jika begitu, Iris-sama, saya akan segera melaporkan isi pertemuan saya dengan Anda pada semua anggota dewan, apa Anda tidak keberatan?”

“Tentu saja. Aku mengharapkan hasil yang baik. “

Setelah Moneda pergi, Sebastian muncul dan menggantikannya.

“Ojou-sama. Dalam pertemuan ini, saya ingin membuat laporan kolektif mengenai pengelolaan wilayah kita. “

“Ya, aku sudah menunggu untuk itu. Pertama-tama, bagaimana perkembangan departemen keuangan? “

“Hal itu masih berlangsung untuk membahas reformasi mengenai pembuatan undang-undang untuk mengurangi pajak. Pertama mengenai hasil bumi. Saat ini komoditas utama kita adalah biji-bijian, ternak, kakao, dan berbagai buah-buahan lainnya. Buah kakao secara luas diproduksi di wilayah kita, dan wilayah lain tidak bisa menghasilkan itu. Adapun biji-bijian, berkat metode yang dikembangkan divisi khusus, stok kita sekarang berlimpah. Jadi bahkan jika kita meningkatkan pajak, mereka akan baik-baik saja.”

“Jadi begitu. Sebaliknya, bagaimana dengan dari luar? “

“Karena beberapa bahan baku hanya wilayah kitalah yang dapat mengolahnya, kita dapat mengimpor mereka dari luar dengan harga murah, dan itu merupakan keuntungan besar. Selain itu, atas petunjuk Ojou-sama agar melakukan perdagangan melalui laut yang sampai sekarang masih beroperasi, kita telah banyak mengumpulkan bahan dan produk yang tidak ada di Kerajaan kita. Karena itu, wilayah kita juga akan mendapatkan keuntungan dari Konglomerat dengan menjualnya di dalam negri.”

“Aku mengerti. Dan juga, tolong beri aku laporan dari rapat dewan dan laporan pajak penghasilan. Adapun alasannya aku akan memberikan petunjuk nanti.”

“Saya mengerti.”

“Setelah itu, mengenai Departemen urusan publik. Setelah mereka selesai sensus penduduk, pinta mereka memeriksa tanah. Aku ingin mereka mendapat klarifikasi tentang siapa pemilik tanah. Di masa depan, karena data keluarga akan menjadi dokumen yang sah di wilayah kita, pastikan mereka melakukannya tanpa kesalahan.”

“Mengerti, Saya akan memberitahu mereka.”

“Ini merupakan kebijakan resmi dan dapat menguntungkan wilayah kita, lakukan yang terbaik.”

“Saat ini mereka hampir selesai dalam pendataan keluarga, dan dapat melakukan pemeriksaan tanah segera.”

“Bagus, lalu bagaimana dengan pembangunan sekolah dasar di berbagai tempat?”

“Hal itu juga telah meningkat pesat. Anak-anak dapat bersekolah secara gratis. Akan tetapi, masih ada beberapa distrik yang belum memiliki sekolah, hal itu perlu kita tangani nanti.”

“Kita mempunyai Departemen pekerjaan umum untuk tugas itu. Bagaimana dengan kelas?”

“Anak-anak telah dipisahkan kedalam berbagai tingkatan. Saat ini, anak dari usia tujuh sampai dua belas tahun berada dalam kelas yang sama, namun diskusi telah dilakukan untuk memisahkan mereka berdasarkan umur sebaya mereka masing-masing.”

“Usia anak mulai masuk sekolah adalah tujuh tahun. Dan mereka akan naik kelas tiap tahun ajaran baru. Namun, ujian akan diadakan sebelumnya. Untuk sekarang, seseorang diperbolehkan melompati kelas tergantung dari hasil ujian mereka, bagaimana menurutmu.?

“Saya akan segera membuat proposal.”

“Kemudian, tolong bawa laporan yang kita bicarakan sebelumnya………..Ah, benar juga. Ibu mengatakan padaku untuk menunjukan pada Berne bagaimana kita bekerja……..Jadi ketika kamu pergi ke Departemen keuangan untuk mengumpulkan dokumen dan rancangan pajak penghasilan, tolong bawa Berne dan memintanya untuk menghitung penerimaan pajak dari berbagai tempat.”

Karena aku terus bicara tanpa henti sampai sekarang, aku sudah benar-benar lelah. Aku akan menyerahkan Berne pada Sebastian sekarang. Dan karena dia selalu pada peringkat pertama di akademi, dia harus setidaknya mampu melakukan beberapa perhitungan.

“Jika begitu, Berne, tolong ikuti saya……..Tolong tunjukan kemampuan seseorang yang selalu berada pada peringkat pertama di akademi.”

“…Tentu saja.”

Dengan mata tak bernyawa, Berne berdiri dan mengikuti Sebastian…. Haahh ~ aku akhirnya bisa tenang.

“… Apakah itu akan baik-baik saja?”

Tanya bertanya padaku sementara dia menuangkan teh.

“Apa maksudmu?”

“Untuk melibatkan orang itu dalam urusan pemerintahan wilayah ini..”

“Bukan masalah. Aku tidak ada maksud memberikan informasi tentang pemerintahan wilayah ini. Dan juga Sebastian bersamanya, jadi mungkin dia tidak akan melakukan sesuatu yang aneh. Namun, jika menyangkut Azuta Conglomerate aku tidak akan memberitahunya apapun. Dan pertemuan dengan Sei sebelumnya hanya menyentuh isi yang telah dirilis untuk umum.”

Meskipun dia adikku, aku tidak benar-benar mempercayainya. Dengan alasan tersebut, saat menyangkut urusan bisnis, aku tidak akan membiarkannya menyentuh Azuta Conglomerate.

Adapun pemerintahan wilayah ini, selain informasi rahasia dan militer, moto kami adalah “Politik Transparan” sehingga tidak banyak informasi rahasia.

“….. Selain itu, Ryle akan datang ke sini segera. Meskipun mereka disebut Unit Patroli Keamanan, mereka masih dianggap personil militer, sehingga informasinya cukup sensitif. Ini akan merepotkan jika itu adikku, masih berada disini, dia akan membocorkan informasi ini untuk Pangeran Kedua. Aku berpikir bahwa itu adalah alasan yang baik untuk dia pergi. “

“Benar.”

Tok, tok… Dengan waktu yang tepat, aku mendengar ketukan dari arah pintu.

“Silakan masuk.”

* * *
Table of Content
Advertise Now!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *