Duke’s Daughter Bab 22

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Nyonya muda pergi ke kota


Sudah tiba saatnya, hari yang disepakati dengan kakek. Hari ini, aku membuat persiapan dengan cepat, sarapan dan segera berganti pakaian. Karena aku akan berjalan di sekitar kota hari ini, seperti yang aku pikir, tidak akan tepat untuk memakai apa yang biasanya aku pakai, jadi aku memutuskan untuk memakai sesuatu yang sedikit lebih sederhana.

.. Meskipun sederhana, pakaian yang kupakai saat ini lebih menekankan pada kenyamanan, dan karena itu aku tidak merasa seperti aku mengubah apapun. Ketika aku berjalan menuju pintu masuk untuk menunggu kakek, kebetulan, Tanya juga ada di sana mengenakan pakaian menyamar.

“Tanya … Aku pikir aku sudah memintamu tidak perlu ikut, ada apa dengan penampilanmu?”

“Saya juga akan pergi dengan Anda.”

“Tapi, Tanya. Aku benar-benar tidak ingin membawa banyak orang denganku selama perjalanan.”

“Orang tidak akan curiga apakah itu dua atau tiga orang.”

“Tidak, meskipun kamu benar, tapi …”

“Nyonya muda. Tolong lebih peduli pada diri Anda sendiri. Kekuatan Gazelle-sama memang dapat diandalkan. Namun, bila dalam kasus darurat terjadi … akan sulit baginya untuk melawan sambil melindungi Anda. Oleh karena itu, setidaknya, bawa saya bersama Anda. “

“Tapi…”

“Apa ada masalah, Iris?”

“Kakek…”

“Tanya juga khawatir padamu. Itu juga merupakan tugas dari majikan untuk mengerti perasaan bawahannya dan membuat pertimbangan.”

… Tentu saja, jika sesuatu terjadi padaku dalam keadaan darurat, itu akan benar-benar merepotkan. Terutama ketika seseorang yang merupakan penguasa wilayah dan pemilik konglomerat sepertiku mendapatkan masalah. Aku tidak bisa terlalu egois.

“Aku mengerti. Lalu, kakek. Tanya. Mari kita berangkat. Dan juga, kalian berdua, tolong panggil aku Alice ketika kita berada di kota.”

Setelah kami meninggalkan rumah melalui pintu belakang, kami perlahan-lahan menyusuri sepanjang jalan. Un, cuaca sangat cerah dan rasanya nyaman. Cuaca musim semi di wilayah kami tidak terlalu panas atau terlalu dingin, bisa dibilang pas.

Kami berjalan semakin dekat ke pusat kota, semakin banyak pula orang yang kami lihat. Ada bangunan coklat muda membentuk garis, memberikan perasaan yang berbeda dari Jepang.

Ketika aku berjalan dengan penuh semangat menyusuri jalan utama, aku melihat toko di mana-mana. Sekarang aku langsung kepikiran, ini adalah waktunya belanja..

“Waa, itu sangat lucu. Bibi, apa jenis bunga ini?”

Sesuatu tiba-tiba menangkap perhatianku, dan aku berhenti di depan toko. Itu adalah bunga yang indah dengan kelopak berwarna ungu.

“Ini bunga yang disebut Ajuga (bugleweed). Ini adalah bunga yang mekar musim ini. Ini adalah jenis bunga yang relatif mudah untuk ditanam “

“Heh ~ … Berapa yang satu ini?”

“Jika Anda ingin satu yang sudah mekar, harganya 1.000 Bells. Jika Anda ingin benih, harganya 500 Bells tiap kantong.”

“Kalau begitu, saya beli satu kantong benih.”

“Baik. Terima kasih.”

Setelah membayar uang, penjual menyerahkan kantong. Seperti yang aku pikir, sangat menyenangkan berbelanja untuk diriku sendiri.

“Tentang itu, apa yang akan kamu lakukan dengan bibit tersebut?”

“Aku berencana menanamnya di sudut jendela. Bukankah kakek pikir ruangan di rumah terasa sedikit suram? “

“Hahaha … Menakjubkan, seorang wanita memang sangat baik dalam memperhatikan hal-hal kecil.”

Setelah berjalan untuk sementara waktu, kami merasa sedikit lapar, jadi kami berjalan sedikit menjauh dari jalan utama dan memasuki sebuah restoran. Ketika kami masuk. Aku punya firasat bahwa tempat ini cukup populer mengingat semua kursi hampir penuh.

“Selamat datang di restoran kami. Silakan duduk masih ada kursi yang kosong.”

Kami duduk di kursi yang terbuat dari kayu dan melihat menu di dinding. Ada berbagai variasi makanan.

“Kalau begitu, aku akan memesan satu porsi daging panggang.”

“Umm, aku akan memesan sup dan roti.”

“Saya juga ingin hal yang sama.”

Ketika pelayan meninggalkan meja kami, aku melihat di sekitar toko lagi. Orang-orang akan masuk dan keluar tanpa henti, dan suasana sangat hidup dan menyenangkan.

“Ya, terima kasih telah menunggu ~ini adalah sup yang Anda pesan sebelumnya. Nona muda, saya belum pernah melihat Anda sebelumnya. “

Seseorang yang berbeda dari pelayan sebelumnya mangantarkan makanan kami.

“Kami datang dari Royal City.”

Kami telah benar-benar sibuk karena bekerja, jadi kami tidak punya waktu untuk datang ke kota sampai sekarang. “

“Jadi begitu ~ Kalian datang dari Royal City toh.”

“Bagaimana keadaan kota ini?”

“Hmm? Well, ini adalah kota yang baik dan tidak akan kalah dengan Royal City ~ Apalagi baru-baru ini, dengan banyak perubahan yang terjadi, hidup kami menjadi lebih baik sedikit demi sedikit.”

“Saya turut senang.”

Aku menjadi benar-benar bahagia ketika aku mendengar kesan pelayan ini. Karena ia memberitahuku bahwa hal-hal yang telah aku lakukan tidaklah sia-sia. Karena kadang-kadang, aku takut memikirkan tentang hal itu, jika apa yang telah aku lakukan adalah benar atau tidak.

Tentu saja, itu bukan berarti ada jawaban yang benar atau salah … Tidak, itu karena tidak ada jawaban yang benar atau salah yang aku ingin tahu. Untuk diberitahu dengan jelas bahwa “itu adalah benar.” Sambil berpikir akan hal itu, aku makan dengan perasaan ceria.

Seperti yang aku pikir, sangat bagus untuk menjadi seperti ini sesekali ~ … Sangat sulit berpergian seperti ini setiap hari. Aku bersyukur kakek datang. Setelah makan makanan yang lezat, kami meninggalkan toko dan terus berkeliling..

Aku ingin tahu apakah sudah waktunya kami pulang ke rumah? Sementara aku memikirkan itu, aku melihat seorang anak kecil berjongkok, sementara anak lain di sampingnya sedang berlalu-lalang dengan gelisah.

“Apa yang salah? Apakah kamu merasa tidak enak badan?”

Meskipun pakaian yang mereka kenakan bersih, tapi itu tampak usang. Dan tubuh mereka secara keseluruhan kurus.

“… Kami tersesat.”

Gadis yang sedang berlalu-lalng di sekitar tampak gelisah sambil menangis.

“Oh maaf, apa aku membuatmu takut? Apakah kalian terpisah dari ibu dan ayah kalian? “

“Tidak. Kami tinggal dengan guru dan yang lainnya.”

Karena aku tidak tahu di mana anak-anak ini tinggal, itu akan sulit untuk menolong mereka … sekarang, aku bingung.

“Ojo- … Alice-sama. Anak-anak ini, mungkin mereka tinggal di ‘lembaga’?”

Sebelumnya … Tanya, kamu hampir memanggil ku ‘ojou-sama bukan?… Namun untuk sekarang, aku akan kesampingkan dulu hal itu, anak-anak ini lebih penting.

“Apa yang kamu maksud dengan ‘lembaga’?'”

“Itu adalah sebuah tempat di pusat kota yang berfungsi menangani anak-anak yang kehilangan orang tua mereka.”

“Oh mengerti, jadi seperti itu. Untuk saat ini, mari kita antar anak-anak ini kesana.”

Kakek mengangkat gadis kecil yang duduk di tanah, ketika aku bicara dengannya, Tanya memegang tangan anak yang satunya lagi. Pada awalnya, kesanku dari tempat kami berjalan cukup menyenangkan ketika kami melewati beberapa deret bangunan, tapi seiring berjalannya waktu, tempat disekeliling kami secara bertahap menjadi sedikit kotor.

Meskipun aku bertanya-tanya apakah ini adalah tempat yang benar, mata anak-anak mulai berkilau. Ketika sebuah bangunan yang terlihat seperti gereja mulai terlihat, anak-anak mulai berjalan ke arah bangunan itu.

Di depan bangunan, ada seorang wanita yang sedang berlalu-lalang mencari anak-anak. Ketika ia melihat kami, matanya sejenak berubah lebar karena terkejut … tampak seperti dia hendak menangis.

“Kalian…! Aku sangat khawatir tentang kalian berdua ….Kemana saja kalian berdua pergi? …!”

“Kami sangat menyesal, Mina-sensei. Ketika kami pergi berkeliliing, tanpa sadar kami sudah tersesat.”

“Syukurlah … jika seperti itu, aku senang kalian bisa pulang dengan selamat …”

Perempuan yang dipanggil anak-anak ‘Mina-sensei’ memeluk mereka erat…. Itu bagus aku menemukan mereka pada waktu itu.

“… Oh, siapa orang-orang ini …?”

Ketika wanita tersebut akhirnya melihat kami, dia memandang kami dengan heran. Ketika aku bertanya-tanya apa yang harus aku katakan … anak-anak menjawab.

“Mereka adalah orang yang membawa kami kesini ~”

“Astaga…! Saya benar-benar sangat menyesal membuat kalian repot “

“Tidak, tidak apa-apa.”

“Rasanya hanya dengan ucapan terima kasih tidaklah cukup , bagaimana dengan beberapa teh?…”

Meskipun kami menolak tawaran minum teh, kami memutuskan untuk sedikit merepotkan ketika anak-anak meminta kami untuk bermain bersama dengan mereka.

Meskipun interior bagian dalam sedikit tua, dan tampaknya memerlukan perbaikan di sana-sini, tapi pembersihan dilakukan dengan dengan baik.

“Sebenarnya, saya sangat berterima kasih untuk hari ini.”

“Tidak masalah ….Ah, meskipun agak terlambat, tolong panggil saya Alice. “

“Saya tolong panggil saya Mina…. Alice-san, di mana Anda menemukan anak-anak ini? “

“Di sisi jalan utama. Adapun lokasi mereka yang sebenarnya, itu adalah di lingkungan Azuta Conglomerate. “

“Ahh, seperti yang saya pikir …”

“Apa yang Anda maksud dengan ‘seperti yang saya pikir’ …?”

“Sebenarnya…, meskipun saya benar-benar malu untuk mengatakan ini, saya tidak tahu dari mana anak-anak ini mendengarnya, tetapi mereka mendengar tentang ‘cokelat’ yang Azuta Conglomerate buat. Mereka terus mengatakan mereka ingin mencobanya setidaknya sekali. “

“Oh Astaga … Dan karena itu mereka pergi kesana …”

“Mereka terlalu bersemangat. Jadi ketika perhatian saya teralihkan, mereka langsung melarikan diri ke entah kemana.”

“Omong-omong, mengapa Mina-san mengurus semua anak-anak ini?”

“… Jujur, saya juga adalah salah satu orang yang dibesarkan di sini. Orang tua angkat saya adalah Suster agama Darryl dan beliau yang mengelola tempat ini. Beliau mengambil saya, seorang yatim piatu, dan membesarkan saya. Setelah Suster meninggal, saya memutuskan untuk tinggal di sini untuk menggantikannya. “

“…Jadi seperti itu. Maafkan saya menanyakan hal ini tapi, apa yang Anda lakukan untuk mendapatkan uang? Umm … dengan banyak orang yang berada disini, hal itu membutuhkan sejumlah uang yang cukup untuk merawat mereka …”

“Sebelumnya, kami menggunakan sumbangan yang dibuat untuk gereja. Namun, ketika Suster meninggal, sumbangan telah sangat menurun … “

Un … bagaimanapun, situasi tersebut saat ini secara tidak langsung terhubung dengan wilayah Darryl. Pada saat ini, daripada dikatakan orang-orang tidak ingin menyumbang untuk gereja, itu lebih mungkin bahwa orang tidak ingin menyumbang untuk anak-anak. Ditambah, Mina-san tidak terlihat mampu untuk mencari pekerjaan …

Bisa dikatakan, bahwa masalah ini adalah sesuatu yang harus aku tangani sendiri. Ketika aku pulang ke rumah, aku berencana untuk segera membicarakan hal ini dengan Sebastian.

“…Saya paham…”

“Saya sangat menyesal untuk berbicara tentang hal-hal yang suram. Luangkan waktu Anda dan bersantai di sini. Saya akan membuat persiapan untuk makan malam. “

“Tidak tidak Tidak! Kami tidak bisa merepotkan Anda lebih jauh!”

Aku berpikir untuk menolak tawarannya, tapi Mina-san meninggalkan tempat ini begitu cepat…. Mungkin aku sudah benar-benar ceroboh karena sibuk bermain dengan anak-anak. Ketika aku melihat sekeliling, kakek sedang bermain dengan anak-anak, dan sepertinya anak-anak benar-benar menyukainya….

“Kakek, kakek tidak akan memberi mereka pelatihan, kan?”

Dan kemudian, aku melihat Tanya mengajari seorang gadis cara mengepang rambut. Unn, Tanya sangat pandai dalam menangani anak-anak….

Kembali ke topik sementara aku sedang dalam masalah, anak-anak mulai berkumpul di sekitarku satu per satu. Ada anak laki-laki dan perempuan di sekelilingku …

Aku ingin tahu apa yang harus aku lakukan. Meskipun aku sangat suka anak-anak karena mereka benar-benar lucu, tapi karena aku tidak banyak bermain dengan mereka, aku tidak benar-benar memahami mereka.

Oleh karena itu, aku memutuskan untuk menceritakan sebuah dongeng untuk anak-anak. Ini adalah dongeng yang setiap orang di Jepang tahu. Karena mata anak-anak secara bertahap semakin terang dan cerah, seiring berjalannya waktu, aku semakin tengelam.

Meskipun aku tidak pernah melakukan ini sebelumnya, aku mencoba melakukan yang terbaik…

Astaga? Sebelum aku menyadarinya, hampir semua anak-anak berkumpul di sekelilingku. Ketika aku pertama kali mulai mendongeng, hanya ada tiga anak, tapi sekarang, itu telah meningkat menjadi delapan anak.

Dua anak yang lain masih dengan kakek dan Tanya. Aku terkejut, kakek, darimana pedang kayu itu berasal…? Aku mengabaikan hal itu untuk sementara dan terus menceritakan kisah kepada anak-anak…. Salah satu anak bersama dua temannya, saat anak itu memegang pedang kayu ia tampak sangat senang.

Sekarang aku baru kepikiran, apakah dunia ini tidak memiliki buku bergambar? Jika tidak. Azuta Conglomerate bisa menyediakannya. Hal ini akan baik untuk pendidikan anak-anak, dan juga akan memberikan konstribusi dan beberapa keuntungan pada konglomerat.

Saat aku memikirkan itu, aku tiba-tiba mendengar suara teriakan marah datang dari luar.

“Aku tahu kau berada di dalam! Cepat keluar!! “

… A-apa itu? Dengan suara berat dan kasar, pria itu mengulangi kata-katanya berkali-kali.Tentu saja, anak-anak takut dan meringkuk ke bawah. Pada akhirnya, dengan suara keras, batu dilemparkan.

“….Semuanya!! Apakah kalian baik-baik saja?”

Mina-san, yang mendengar suara, segera bergegas ke tempat kami dengan panik.

“Sebenarnya, apa yang terjadi di sini?”

Tanya bertanya.

Meskipun dia tanpa ekspresi seperti biasanya, aku merasa bahwa dia sangat marah.

“… Sebenarnya, walaupun saya malu untuk mengatakan ini, tapi kami sudah lama harus meninggalkan tempat ini …”

“Mengapa bisa begitu?”

“Saat Suster meninggal, agama Darryl mulai mengabaikan tempat ini, dan mereka tidak menunjuk penggantinya. Oleh karena itu, pria yang di luar tampaknya telah membeli tanah ini. Namun, jika kami meninggalkan tempat ini, kami tidak punya tempat lain untuk pergi … “

Jadi karena itu, tanah ini menjadi sengketa. Unn … Meskipun pria di luar tampaknya pemilik yang sebenarnya, tindakannya tidak dapat dibenarkan. Dan karena tempatnya relatif dekat dengan jalan utama, lokasinya cukup baik …Untuk sekarang, karena orang di luar tampaknya berteriak semakin keras, aku harus pergi ke luar.

Saat aku berjalan keluar, Tanya menghentikanku.

“Allice-sama tolong jangan pergi,”

Tapi aku tidak bisa melakukan itu. Jika Tanya yang pergi ke sana, itu akan menjadi sia-sia karena dia mungkin akan kewalahan, dan jika itu kakek, orang tersebut akan terintimidasi.

“Ha? Siapa kau…”

Dua orang mengerutkan kening mereka tampak curiga karena kedatanganku.

“Saya orang yang datang ke tempat ini untuk beribadah…. Ternyata, masih ada orang yang tidak tahu tatakrama. Bagaimanapun, tempat ini masih merupakan gereja agama Darryl. Untuk berani melempar batu ke tempat ini, saya sangat kagum. “

“Ha? Ini adalah tempat yang telah dibeli oleh majikan kami.”

“Jika seperti itu, maka tempat ini bukan lagi milik agama Darryl.”

“Benar, akan tetapi, masih ada pengganggu tinggal di tempat ini, jadi kami di sini untuk mengusir mereka.”

“Begitukah?… Akan tetapi, melemparkan batu ke dalam gereja, sebagai orang terhormat, itu adalah tindakan biadab yang tidak bisa dimaafkan. Ada cara lain, untuk membuktikan bahwa klaim kalian sah, tolong perlihatkan surat tanah yang diberikan oleh kantor pemerintah. Dan kemudian jalani prosedur yang tepat. Untuk menggunakan kekerasan terhadap orang lemah, itu adalah tindakan keterlaluan. “

“Diam!”

“Jika kau terus mengoceh, aku akan memanggil para pengawal.”

“… Lagipula, anak-anak itulah yang bersalah karena mereka tidak mau pindah.”

Pria lain muncul dari belakang dua orang tersebut. Pria yang baru saja muncul tampaknya majikan yang mereka bicarakan, karena mereka berdua tampaknya mematuhi orang ini. Dan orang ini mengenakan pakaian terlalu mewah untuk tempat ini … Dia adalah majikan mereka, itulah yang kupikir.

“Seperti yang saya katakan sebelumnya, bagaimanapun, masih belum tepat untuk melakukan kekerasan. Jika Anda memang memiliki klaim yang sah, tolong datang ke kantor pemerintah. “

“Hmph. Sebenarnya aku tidak keberatan mereka tinggal disini jika mereka membayar biaya sewa. Selain itu, mengapa aku harus repot-repot berurusan dengan pemerintah kalau toh pada akhirnya mereka juga akan diusir?”

Ketika dia mengatakannya, aku memang setuju…. Namun, jika seseorang tiba-tiba memberitahu mereka untuk meninggalkan tempat ini. Hal itu malah membuat keadaan menjadi lebih buruk, apanya yang biaya sewa.

“… Atau apa kamu bermaksud menjadi pengganti biaya sewa?”

“…Hah?”

Tidak, tidak, apa yang dia katakan? Dia tidak menanyakan apakah “Kamu akan membayar biaya sewa” melainkan, “Kamu menjadi pengganti biaya sewa?” Dengan kata lain, apakah dia berniat untuk menjualku?

“Perkenankan saya untuk menolak…. Lebih tepatnya, apa yang Anda maksud dengan kata-kata Anda tadi.”

“Aku mungkin akan mendapatkan harga yang bagus untukmu. Tidak lupakan, itu akan menjadi sia-sia bila aku hanya menjualmu … “

“Itu sebabnya, saya mengatakan saya menolak.”

“Hmm, kamu akan melindungi anak-anak ini, bukankah itu hal yang baik? Sewa tempat ini akan dibersihkan, dan kamu akan dapat memakai pakaian yang indah dan makan makanan lezat. Dan kamu juga akan menerima pendapatan. Baiklah, kalian. Aku akan mengambil gadis ini.”

* * *
Table of Content
Advertise Now!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *