Duke’s Daughter Bab 21

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Kesepakatan dengan Kakek


“Tentang itu, ayah tidak mungkin mengusir Berne begitu saja. Louis-dono akan marah.”

“Yah … Bukankah suamiku juga menentangnya?”

“Hmm … Yah, ayah kira itu benar …”

Aku merasa kepalaku terbelah mencoba mengikuti percakapan dua orang tersebut.

Aku diabaikan.

“Anak itu, kalau tidak salah telah membuat kekacauan di sana bukan?”

“Dia bekerja baik sekali demi Edward-sama, bukan… Ini demi perempuan itu…”

… Ahh, itu menakutkan kalau berpikir apa yang akan terjadi setelah ini, aku tidak ingin mendengarnya lebih jauh. Kesimpulannya, saat ini Berne tidak tampak ingin kembali ke kediaman Duke.

“Kita kesampingkan dulu hal itu, Iris. Apakah tidak masalah jika kakek tinggal di sini untuk sementara waktu?”

“Tentu saja, kakek. Ah aku ingat, jika kakek ingin tinggal disini … ada sesuatu yang Iris inginkan dari kakek… “

“Apa itu?”

“Ada dua hal … Yang pertama, wilayah ini baru membentuk unit patroli keamanan. Aku ingin kakek untuk melatih orang-orang yang baru direkrut. Tentu saja, jika kakek tidak keberatan.”

“Tentu saja, itu bukan masalah. Kebetulan kakek berniat untuk main-main dengan Ryle dan Dida.”

“Eh? Lalu apakah dua orang itu tahu kakek datang ke sini? “

“Kakek berniat menemui mereka tadi … Tapi karena sudah jadi kebiasaan, kakek rasa itu tidak diperlukan.”
…. Kakek, kau terlalu santai. Jika itu yang terjadi, aku perlu mengintruksikan mereka berdua. Bagaimanapun jadwal mereka cukup padat

“Jadi, apa yang lainnya?”

“Umm … tentang itu …”

“Sekarang, sekarang, katakan pada kakek.”

“… Bisa tolong temani aku ke kota?”

Kakek terbelalak, tak heran jika permintaanku terlalu tak terduga.

“Meskipun kakek tidak keberatan melakukan hal itu … Tapi untuk apa?”

“Umm … Aku ingin berjalan di sekitar kota. Ini bukan berarti aku ingin melakukan pemeriksaan … Namun, aku ingin tahu keadaan kota ini, cara orang-orang hidup dan keadaan mereka. Aku ingin pergi ke kota untuk melihat dan merasakannya sendiri. Karena itu, aku tidak ingin mengambil banyak orang denganku … Tapi kalau itu kakek, tidak jadi masalah kan kalau hanya sedikit orang? “

Selama pemeriksaan wilayah sebelumnya, aku melihat banyak hal. Aku ingin berjalan di sekitar kota bukan sebagai penguasa, tetapi sebagai orang biasa. Tidak naik kereta, tidak dikelilingi oleh penjaga, tapi secara langsung. Dengan kata lain, sama seperti masa lalu. Ketika aku berpikir tentang itu, kedatangan kakek membuatku sangat nyaman, alsannya:

Pertama, karena aku akan pergi dengan orang sekuat kakek, itu akan benar-benar aman dan Ryle dan Dida tidak akan menentang.

Kedua, ketika aku berjalan dengan kakek, hal itu akan berfungsi sebagai kamuflase. Meskipun agak kasar untuk mengatakan ini, tapi kakek tidak terlihat seperti seorang bangsawan sama sekali.

Ketiga, karena ada banyak hal yang dapat dilakukan di rumah, aku tidak ingin orang-orang kesulitan dengan tindakan egoisku. Selain itu, Ryle dan Dida memiliki banyak pekerjaan yang dialokasikan kepada mereka, dan aku ingin mereka untuk memprioritaskan pekerjaan mereka …

Meskipun ada anggota baru yang bisa bertindak sebagai pengawal, kemampuan mereka masih belum pasti. Ketika berpikir tentang semua alasan ini, kedatangan kakek membuatku benar-benar nyaman.

“Kakek tidak keberatan sama sekali. Lalu, kita akan pergi besok? “

“Benarkah!? Terima kasih kakek.”

Wahh ~ Aku ingin tahu apa yang harus aku lakukan … Tempat-tempat yang ingin kukunjungi, barang-batang yang ingin kubeli. Aku tak sabar untuk itu.

Pada saat yang sama, suara ketukan terdengar dari arah pintu.

“… Permisi. Iris-sama, sudah saatnya untuk pertemuan sore … “

Orang yang masuk malu-malu adalah Sei.

“Oh aku ingat, apa sudah waktunya? tapi…”

“Iris-chan, kamu tidak perlu khawatir tentang kami. Karena kami datang ke sini atas kemauan kami sendiri. “

“Benar. Sudah waktunya bagi kakek untuk bermain-main dengan Ryle dan Dida. “

“Kalau begitu, Ibu, Kakek, maafkan aku, aku harus pergi. Jika sesuatu terjadi, tolong hubungi aku. “

Dalam laporannya, Sei menjelaskan kemajuan yang dibuat sejak pertemuan pagi ini….

Ah, benar juga, kami belum membuat perencanaan untuk penjualan daun teh herbal.

“Kalau begitu, Sei. Mengenai laporan tentang putri Baron, Yuri … “

“Ah, tentang gadis itu. Dia mengajukan permohonan untuk menjadi anggota konglomerat kita, lalu saya menolaknya.”

“Oh begitukah? Apa Ed-sama tidak mengeluh tentang hal itu?”

“Saya bicara dengan Edward-sama, ‘Ini akan berbeda jika Yuri-sama menjadi bagian dari keluarga kerajaan melalui perkawinan, tapi sampai saat ini dia belum resmi menjadi istri Anda. Selain itu, konglomerat kami memiliki banyak bangsawan yang menunggu untuk menjadi anggota dan mereka memiliki status yang lebih tinggi daripada Yuri-sama..‘ Ketika saya memberi alasan itu, ia akhirnya mengerti. Meskipun Pangeran Kedua ingin mengatakan banyak hal, Yuri-sama membujuk Pangeran Kedua pada akhirnya.”

“Begitukah? … Jika sudah ditangani dengan baik, maka itu bagus.”

“… Namun saya heran, Iris-sama. Mereka harusnya sangat tahu bahwa Azuta Conglomerate adalah milik Anda, namun mereka berbuat seperti itu, mereka sangat berani.”

“… Mereka mungkin tidak tahu, atau lebih tepatnya, jawaban yang benar adalah mereka memang tidak pernah memperdulikanku sejak awal.”

Uh, setidaknya, mungkin seperti itu. Bagi mereka, keberadaanku bukanlah apa-apa kecuali batu. Bagi mereka, kecuali jika seseorang yang mereka anggap penting, tidak ada orang lain bisa masuk pandangan mereka… Ah, sekarang aku terpikirkan tentang hal itu, istilah “pandangan sekilas” adalah deskripsi yang pas untuk mereka.

“Bahkan jika mereka berdua tidak peduli tentang orang lain yang tidak ada hubungannya dengan mereka, itu masih menyisakan rasa tidak enak di mulut saya. Pangeran kedua bisa saja memaksa kita menggunakan pengaruhnya untuk memberikan gadis itu perlakuan khusus … Jika itu terjadi orang-orang akan mempertanyakan, ‘Apa-apaan? kamilah yang pertama mengajukan keanggotaan.’

“…”

Aku tidak sengaja mengembuskan napas berat.

“Sei. Jika kamu melakukan ini demi aku, kamu tidak perlu khawatir tentang aku, cukup jalankan aplikasi keanggotaan seperti biasa. Tapi memang benar, itu akan merepotkan jika Ed-sama campur tangan melakukan ini dan itu.”

“Untuk sekarang, alasan saya menolaknya karena antrian pendaftar memang penuh.. Ketika memang sudah tiba saatnya, saya akan melihat lamaran Yuri-sama, saya akan memeriksanya dengan hati-hati.”

“Tidak apa-apa jika seperti itu.”

Setelah itu, aku terus membuat pengaturan dengan Sei, tapi waktu berlalu tanpa terasa, sekarang sudah senja…. Setelah ini adalah pertemuan dengan Sebastian. Sementara aku berpikir tentang hal itu, aku santai berjalan sendirian.

Kediaman Duke sangatlah luas. Saat ini, selain bangunan utama, ada beberapa taman dan gedung tambahan.

Kembali ke topik, Azuta Conglomerate saat ini memakai gedung tambahan sebagai kantor pusatnya. Karena telah ditetapkan bahwa produk prototipe tidak dapat dipublikasikan, kami memutuskan untuk menggunakan gedung itu.

Aku juga kadang pergi ke sana ketika aku ingin melakukan uji coba. Ternyata itu menjadi pilihan yang baik.

Ketika aku hendak memulai pekerjaan, Tanya segera menyajikan teh.

“Ada sesuatu yang aku ingin kamu lakukan, Tanya. Dapatkah kamu mengatur jadwalku untuk besok?”

“Apakah Anda memiliki acara lain?”

“Benar. Kakek akan menemaniku keluar untuk berjalan-jalan di sekitar kota.”

“Gazelle-sama akan menemani Anda? Jika itu yang terjadi, maka itu tidak jadi masalah. Saya akan segera menyesuaikan jadwal Anda.”

“Terima kasih.”

Dengan ini, masalah selesai. Aku tidak sabar untuk besok ~

* * *
Table of Content
Advertise Now!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *