Duke’s Daughter Bab 18

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Ibu Tampaknya Sangat Marah


“Yah ~ Iris-chan. Kamu sudah mulai bekerja?”

Pagi-pagi ketika aku sedang bekerja dalam penelitian, ibu tiba-tiba datang berkunjung.

“Maafkan aku, ibu. Ini mungkin waktunya untuk sarapan.”

“Tidak apa-apa, jangan khawatir tentang hal itu. Namun, ibu lebih khawatir tentang kondisi fisik Iris-chan. “

“Aku baik-baik saja. Aku belum ambruk untuk setengah tahun terakhir. Selain itu, aku selalu menjaga kesehatan.”

“Apakah begitu? Tidak apa-apa jika itu yang terjadi … “

“Jika ibu ingin, makan saja sarapan di depanku. Sepertinya pekerjaan ini akan mengambil sedikit lebih banyak waktu. Aku akan meminta pelayan untuk mempersiapkan chocolate croissant untuk sarapan hari ini. “

Chocolate croissant? Ibu tidak pernah mendengar itu sebelumnya.”

“Ini adalah produk baru dari Azuta Conglomerate. Ini adalah jenis roti yang telah dimasukan adonan coklat ke dalamnya.”

“Oh, itu terdengar lezat. Namun, karena ibu masih punya waktu, ibu akan menunggu untuk makan bersama-sama dengan Iris-chan.”

“Aku mengerti. Aku akan bekerja keras untuk menyelesaikan ini secepatnya. “

Tanya langsung mengambil kesempatan untuk melayani ibu dengan segelas teh. Seorang sekretaris yang bisa melakukan apa saja, itulah Tanya. Sejak awal pagi ini, aku telah melihat laporan demi laporan dari berbagai departemen yang berbeda.

Ahh … perjalanan masih sangat panjang. Pembangunan jalan berjalan dengan baik, dan pembangunan lembaga pendidikan di ibukota wilayah ini juga terus mengalami kemajuan.

“Sebastian, perhitungan dokumen ini salah, tolong perbaiki. Juga, anggaran yang diperkirakan ini ditolak. Perhitungan biaya terlalu besar. Harap mengurangi tempat di mana biaya dapat dipangkas. Jika departemen Pekerjaan Umum tidak puas dengan anggaran ini, beritahu mereka untuk mengumpulkan bukti yang dibutuhkan dan membawa mereka padaku. Ah, omong-omong soal Departemen Pekerjaan Umum, bagaimana perkembangannya?”

“Baik. Pemeliharaan jalan dan persiapan untuk penbangunan gedung kantor publik berjalan lancar. Karena bahan yang digunakan pada kedua proyek tersebut dapat diangkut pada saat yang sama, saya berpikir untuk memotong biaya dari sana … “

“Aku ingin tahu lebih banyak tentang situasi tersebut, jadi tolong beri aku laporan secara berkala. Juga, laporkan urusan Departemen Publik yang mempersiapkan sensus penduduk, itu adalah prioritas pertama. Setidaknya, aku ingin orang-orang yang tinggal di ibukota wilayah telah selesai didata sebelum akhir pemeliharaan jalan. Di masa depan, ini akan menjadi dokumen penting. Tolong beritahu mereka bahwa sebelum melangkah pada urusan yang lain, selesaikan dahulu sensus penduduk.”

“Saya mengerti.”

Aku telah menatap dokumen-dokumen ini sebelumnya, jadi aku kira ini dapat mudah dikerjakan? Adapun yang satunya lagi, aku akan melihatnya nanti karena akan memerlukan beberapa diskusi … Uwa, masih ada dua gunung pekerjaan yang tersisa. Sementara aku berpikir tentang hal itu dan memilah dokumen, ketukan datang dari pintu.

“Silakan masuk.”

“Permisi.”

Orang yang masuk adalah Sei, dia yang bertanggung jawab atas konglomerat.

“Selamat pagi Nyonya muda, Iris-sama…. Saya berencana untuk memberikan laporan mengenai Azuta Conglomerate pagi ini tapi … “

“Aku akan lihat itu, tolong simpan itu di meja.”

Ketika laporan tersebut ditempatkan di meja, menambahkan gunung dokumen yang lain. Apakah itu terlalu banyak atau terlalu sedikit, aku ragu menentukannya.

Dan, aku ringan membalik-balik dokumen. Aku menggunakan catatan tempel untuk menandai segmen yang tampak penting dan terus membaca.

Setelah aku selesai membaca semuanya, aku kembali ke segmen catatan tempel…. dan terus berulang. Aku benar-benar senang bisa mempercepat cara membaca.

“… Secara keseluruhan, setiap divisi dalam kondisi baik. Mengenai komoditas baru untuk lini produk kecantikan, untuk selanjutnya harap membawa sampel. Bukan hanya apa yang ada di dalamnya, tapi wadahnya juga. Setelah itu, aku ingin beberapa bahan baku untuk melakukan beberapa tes … tolong sampaikan hal itu untuk para pengembang. “

“Ini sesuatu yang Anda ingin uji coba, bukan? Jika Anda dapat memberitahu saya sebelumnya, saya akan melakukan persiapan. “

“Begitu kah? Jika demikian… tolong membawa segala bahan yang tertulis dalam memo sore ini. Selain itu, bawalah buku rekening dari setiap toko, aku ingin memeriksanya. Aku akan periksa nanti. “

“Saya mengerti.”

… Aku kira itu akan baik-baik untuk mengakhiri pertemuan pagi di sini.

“Ibu, aku minta maaf membuatmu menunggu.”

“Tidak apa-apa. Yang lebih penting, minuman yang disebut “teh herbal” benar-benar lezat.”

Ibu memuji teh sambil tersenyum. Meskipun ibu terus menungguku sepanjang waktu, ibu benar-benar ramah.

“Aku sangat senang jika Ibu menyukainya. Saat ini minuman ini adalah salah satu produk Azuta Conglomerate yang sangat populer. “

“Tidak heran. Kalau boleh, Ibu juga ingin minum ini di rumah.”

“Meskipun ada rencana untuk itu juga… kami sedang dalam kondisi dimana kami hampir tidak dapat menyediakan untuk kafe, jadi masih belum bisa dikomersialkan secara luas.”

Teh adalah arus utama di dunia ini, dan ketika diputuskan untuk menyajikannya di kafe eksperimental, itu menjadi begitu populer. Meskipun telah banyak permintaan pasar, tetapi kenyataannya produksi masih belum mencukupi…. Beberapa langkah perlu dilakukan tentang hal ini. Kebetulan, akan ada pertemuan mengenai kafe di sore hari.

“Begitukah? Sayang sekali. Namun Ketika barang sudah tersedia, segera beritahui ibu. Ibu akan menyajikan teh ini di pesta berikutnya. “

“Baik, aku akan beritahu Ibu ketika saatnya tiba.”

Seperti yang diharapkan dari Direktur Periklanan. Bahkan jika aku tidak memintanya, dia lebih dari bersedia untuk bekerja.

Setelah itu, aku sarapan dengan ibu dan minum teh dengannya. Sudah lama sejak aku bisa menghabiskan waktu untuk bersantai.

“… Ini mengingatkanku, bagaimana keadaan rumah sekarang?”

“Hmm? Tidak ada yang berubah seperti biasa, cuma, meskipun sekarang masih libur panjang, anak bodoh itu belum pulang ke rumah. Dia mungkin mengikuti Pangeran Kedua dan wanita itu sepanjang waktu.”

Suara ibu terdengar agak dingin melalui nada bicaranya. Ketika membahas adik ku.

“Mo-ibu …”

“Meskipun ibu belum mengatakan ini, mengenai kejadian itu, ibu, tentu saja, di pihakmu. Mengenai Berne … ibu juga masih marah padanya.”

Nada suaranya telah benar-benar berubah~ !! Hal ini benar-benar keluar dari perkiraanku. Karena nada suaranya disertai dengan senyum yang dingin, keringat dingin mulai menetes dari punggungku.

“…Jujur, jika dia bukan anakku sendiri, aku akan segera menghancurkan dia.”

Meskipun bibirnya tersenyum, senyumnya itu sangat menakutkan.

“… Kalau dipikir-pikir, ibu. Bagaimana keadaan benteng di Royal City?”

Ketika aku mengubah topik pembicaraan, ibu membuang nafas “fuu” suasana menjadi tenang kembali. Karena itu, aku merasa lega dan juga ikut membuang nafas .

Bukan berarti aku takut oleh suasana di sekitar ibu sebelum aku mengubah topik, oke? Ini adalah sesuatu yang membuatku khawatir… Tentu saja, aku memiliki pemahaman mengenai kedua faksi sampai batas tertentu.

Namun, informasi yang ibu ketahui jauh begitu luas. Kembali ke topik, dari apa yang aku mengerti mengenai faksi Pangeran Pertama dan faksi Pangeran Kedua, saat ini mereka menemui jalan buntu.

Aku rasa itu memang wajar. Sekarang Raja masih dalam kesehatan yang baik, sehingga tidak bijaksana untuk membuat langkah besar. Salah satu Fakta … Pangeran Pertama dikatakan belajar di luar negeri, itu sangat diragukan.

Selain itu, ke mana ia pergi tidak diketahui oleh publik. Karena dia tidak muncul sebagai pusat perhatian, tidak ada kabar tentang dirinya sama sekali.

Meskipun Pangeran Kedua tampaknya masih menjalani hidup sebagai seorang siswa di akademi, tapi aku tidak memiliki informasi lebih lanjut karena aku tidak melihat ke dalam kehidupan sekolahnya.

* * *

Table of Content
Advertise Now!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *