Duke’s Daughter Bab 4

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Konfrontasi


“Tok..tok..”

“…Masuk.”

“Permisi.”

Suasana cukup tegang saat aku memasuki ruangan, aku duduk tepat di depan ayah. Dengan wajah yang mencerminkan kecerdasan dan wibawa, sangat cocok untuk seseorang dengan jabatan sebagai Perdana Menteri, selain itu kilatan matanya yang tajam seperti saat biasanya ia bekerja, membuat suasana di sekelilingnya bahkan lebih berat … Akibatnya, ketegangan meningkat dua kali lipat, itu membuatku merasa ingin melarikan diri.

“… Aku minta maaf telah mengambil banyak waktu Ayah hari ini.”

“Hmmm. Jadi Apakah kamu tahu alasan ayah memanggilmu sekarang?”

“Tidak semuanya.”

Meskipun sekilas, aku melihat urat di wajah ayah sedikit mengejang … tampak seperti itu. Sebab itulah aku katakan, itu benar-benar menakutkan.

“Entah itu mengenai posisi ayah sebagai Perdana Menteri atau sebagai seorang Duke, aku tidak berpikir telah membuat masalah bagi ayah. Itu aku pikir. “

“Apakah begitu…? Dan apa alasannya?”

“Pertama, aku hanya menyebabkan rumor yang tidak sedap menyebar. Dengan kata lain hanya isu tidak ada bukti, jadi aku tidak berpikir itu akan mempengaruhi posisi ayah sebagai Perdana Menteri … Lagipula, pihak kita Keluarga Duke, tidak akan jatuh hanya karena sebuah rumor. Saat di akademi aku telah membuat orang-orang merasa simpati sebelum aku pergi. Dengan cara ini, mereka tidak bisa membuat masalah besar. Tidak peduli berapa banyak suara gemuruh yang Edward-sama buat, itu tidak akan berpengaruh banyak. “

“… Tentang apa yang terjadi di akademi, ayah telah mendengar tentang hal itu.”

“Ada hal lain yang aku temukan. Sebelum itu, aku minta maaf untuk mengatakan ini kepada ayah, sebagai Duke… selama ini ayah menentang pertunangan kami, bukan? “

“Memang benar, kenapa kamu tahu?”

“Karena garis keturunanku, jika aku terhubung dengan keluarga kerajaan melalui pernikahaan, hal itu akan merusak keseimbangan kekuatan keluarga kerajaan. Alasan lain, selain ayah adalah seorang Duke dan Perdana Menteri, ibu juga putri seorang Jendral. Masih dapat diterima jika pernikahan dibentuk dengan Pangeran Pertama. Namun, apabila dengan Pangeran Kedua, cepat atau lambat, kerajaan akan dibagi menjadi dua.”

Setelah mendengarkan kata-kata tersebut, dari pertama kalinya aku tiba, ayah tersenyum … Senyumnya itu sangat mengerikan, ditambah dengan efek suara yang membuat orang merasa mual … Meskipun ayah mungkin tidak memiliki niat yang jahat … Tetap saja, aku merasa benar-benar takut.

“Jika begitu kenyataannya, menurutmu mengapa ayah membiarkan pertunanganmu dengan Edward-sama terjadi?”

Tentang pertanyaan ini, aku juga memikirkan alasannya selama perjalanan menuju kesini. Jika memungkinkan, aku akan memilih menghindari pertanyaan tersebut.

“… Karena mungkin tidak peduli aku bertunangan dengan salah satu dari mereka, hal itu akan tetap memberikan manfaat, bukan?”

“Apa tepatnya yang kamu maksud dengan itu?”

“Karena jika aku bertunangan dengan Pangeran Pertama, maka Pangeran Kedua juga akan tunduk padanya karena status kami yang semakin kuat. Jika tunanganku adalah Pangeran Kedua, sebagai bagian dari fraksi Pangeran Pertama. Dalam situasi itu, aku dan Berne akan bertanggung jawab mengawasi Pangeran Kedua untuk mengamati apakah dia membuat setiap gerakan yang tidak biasa. Yah … hal itu mungkin akan memakan waktu dan usaha, dan jujur, singkatnya, hal itu akan lebih baik untuk ayah.”

Sebenarnya, cerita dalam permainan tidak fokus menceritakan Pangeran Pertama. Sebaliknya, digambarkan bahwa Pangeran Kedua akan menjadi Raja berikutnya.

Hal ini sebenarnya cukup umum, saat ini Pangeran Pertama adalah anak dari istri sah (Ratu) yang telah meninggal sementara Pangeran Kedua adalah anak dari selir yang menggantikannya sebagai Ratu saat ini. Normalnya Pangeran Pertama sudah ditentukan menjadi Raja berikutnya bahkan saat dia masih dalam kandungan ibunya, tetapi kenyataannya tidak semudah itu.

Selir adalah putri seorang Marquis, yang saat ini tengah dalam proses membangun kekuatan mereka, sedangkan istri sah adalah putri dari seorang Earl. Jadi, ketika kita melihat status keluarga mereka, keluarga istri sah akan kalah dengan selir.

Raja tiba-tiba jatuh cinta dengan istri sah dan menggunakan wewenangnya untuk menyingkirkan semua penentang dan menjadikan ia sebagai Ratu, sehingga keseimbangan bergoncang saat itu.

Di dalam permainan, situasi yang tidak mengenakan seperti ini tidak digambarkan. Bahkan di akhir permainan, telah ditetapkan sebelumnya bahwa Pangeran Pertama itu belajar di negara lain. Begitulah seharusnya, jadi aku tidak menyangka terjadi sesuatu yang buruk. Tapi sesuai dugaan, kenyataan itu kejam. Adapun ayah, sebagai Duke dapat dikatakan ia melayani negara dan bukan keluarga Kerajaan.

Menjabat sebagai Perdana Menteri, dia harus tetap menjaga posisi netral dalam perselisihan keluarga kerajaan. Misalnya, jika situasi ia memihak ke faksi Pangeran Pertama, berdasarkan hukum Kerajaan, ada kemungkinan bahwa ia akan dinilai tidak kompeten dan akan dimutasi …Jika orang berpikir tentang itu, ini adalah keputusan yang tepat.

“Namun demikian, jika Pangeran Kedua benar-benar memberontak terhadap Pangeran Pertama… jika itu terjadi, ayah akan segera membatalkan pertunanganku dengan Pangeran Kedua. Aku menyayangimu, ayah. “

Dalam kasus ini, ketika hal itu terjadi, jika itu ayah, dia mungkin tidak akan mencabut hak warisku. Dapat dikatakan apa yang terjadi sebelumnya merupakan bagian dari rencana ayah.

“Hahahahaha.”

Ayah tertawa terlihat ia benar-benar senang. Namun, meskipun ia tertawa, aku hanya bisa melihat dia sebagai penjahat. Jika pihak ketiga melihatnya, mereka mungkin akan hancur sepenuhnya.

“Benar. Tentu saja, ayah ingin pertunanganmu dengan Pangeran Kedua dibatalkan. Akan tetapi meskipun ayah telah menyuruh adikmu menjaga jarak dari Pangeran Kedua apabila kemungkinan buruk terjadi … Tapi Anak itu, ia telah benar-benar lupa akan tugasnya dan sekarang benar-benar bagian dari faksi Pangeran Kedua … Namun, apa kamu baik-baik saja dengan ini, Iris? Apakah kamu tidak jatuh cinta dengan Pangeran Kedua? “

“Cinta adalah sesuatu yang menyerupai penyakit. Ketika sembuh, maka berakhir sudah … Bahkan aku sendiri pun berpikir sebaiknya begini saja daripada menyesal nanti. “

“…Hmmm. Namun, Iris. Situasi saat ini adalah bumerang. Oleh karena itu, ayah perlu mengambil beberapa tindakan. “

“…Jadi begitu ya…”

Seperti yang aku pikir, aku tidak bisa lepas dari “pencabutan status sosial, kurungan gereja, dan pengasingan” begitu saja … Selain itu, Tanya tampaknya bersikeras mau ikut denganku, aku harus entah bagaimana caranya meyakinkan dia untuk tinggal.

“Ayah harus mengirimmu ke suatu wilayah dan menempatkanmu dalam kurungan rumah. Tentu saja, karena kamu akan jauh dari Royal City, apa yang ingin kamu lakukan ditempat terpencil bukan urusan ayah. “

“… Eh?”

Bukankah itu berarti bahwa apa pun yang ingin aku lakukan “tidak jadi masalah,” dan tidak akan ada kurungan apapun?

“Juga, akan menjadi sia-sia jika kamu hanya tinggal di sana dan tidak melakukan apa-apa. Karena itu ayah akan memberikan kamu posisi ‘Perwakilan Tuan Feodal’ sehingga setidaknya, kamu bisa mengatur wilayah dengan benar.”

* * *
Table of Content
Advertise Now!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *