Duke’s Daughter Bab 2

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Cinta yang Memudar


…. Aku tidak mau terlibat dengan lelucon ini. Bagaimanapun, ini adalah bagian di mana Ed dan sahabat protagonis akan melampiaskan frustrasi mereka. Bagian di mana mereka membenarkan dirinya sebagai korban.

Jika aku tidak menghindari skenario itu, aku tidak akan bisa melarikan diri dari tahanan rumah …

Sudah tidak ada lagi yang bisa aku lakukan di tempat ini. Yang lebih penting adalah, apakah aku dapat menghindari situasi dipenjarakan oleh gereja … Bagaimanapun, agar terhindar, hal itu harus dinegosiasikan dengan Ayah.

“… Karena aku tidak akan bisa bertemu semua orang dari sekarang dan seterusnya, aku akan mengambil kesempatan ini untuk mengatakan kalimat perpisahan. Semuanya, terima kasih banyak untuk segalanya selama ini. Untuk dapat menghadiri akademi ini dengan kalian, dan untuk mereka yang telah memperlakukanku dengan baik, aku ucapkan terima kasih. Semuanya, aku pergi.”

Karena aku mungkin tidak akan memiliki kesempatan untuk bergabung kembali ke kalangan bangasawan di masa depan. Aku mungkin tidak akan perlu untuk kembali ke akademi ini.

“Iris, tunggu …!”

Setelah selesai dengan perasaan yang menyenangkan, aku ingin segera meninggalkan tempat ini tapi Ed menahanku. Dia tidak bisa membaca suasana, bisakah dia … Aku bertanya-tanya, kenapa dulu “aku” menyukai orang semacam ini.

“Sebelum pergi, minta maaflah pada Yuri.”

Serius ~ Aku benar-benar ingin tahu kenapa aku dulu pernah menyukai pria ini? Ah, kesampingkan dulu itu… kupikir aku sudah salah dengar, Sepertinya aku baru saja mendengar sesuatu yang aneh. Aku, putri seorang Duke, meminta maaf kepada putri seorang Baron di depan semua orang? Aku benar-benar ingin menyuarakan pertanyaan ini keras-keras….

Aku tidak mengatakan ini hanya berdasar karena benci, marah atau sombong.

Bagaimanapun, aku tetaplah seorang putri keluarga terpandang. Bagaimana aku bisa melakukan hal itu? Apa yang diperbuat olehku akan sangat mencerminkan Keluarga Duke, yang memiliki pengaruh besar di kalangan bangsawan. Dengan kata lain, ketika aku meminta maaf, itu akan sebanding dengan Keluarga Armelia membungkuk ke Keluarga Noir. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya untuk seseorang dari keluarga Duke tunduk kepada seseorang dari keluarga Baron.

Tidak hanya mempengaruhi keluarga kami, itu juga akan mempengaruhi keluarga Marquis dan Earls. Ketika seorang bangsawan baru tumbuh kurang ajar, sangat mungkin situasi di mana keseimbangan kekuatan bangsawan akan runtuh …Haahhh, otaknya serius telah dibutakan oleh cinta.

(Tln: Status bangsawan dari teratas sampai terendah Duke-Marquis-Earl-Count-Viscount-Baron)

Pertama, apakah itu sesuatu yang pantas dikatakan pada mantan tunanganmu? Tempatkan tanganmu di atas dadamu dan pikirkanlah baik-baik!…

Coba pertimbangkan situasi ini dengan baik, di tempat ini, bukan hanya ada diriku, tetapi ada juga banyak pengunjung yang penasaran berkumpul …

Meskipun sepertinya disini ada siswa yang tidak ada hubungan sama sekali, ada beberapa yang iba saat mereka melihat ke arah ku. Atau lebih tepatnya, aku merasakan mereka simpati padaku….

Aku mungkin bisa pergi dari tempat ini sekarang.

“.. Aku tidak akan minta maaf. Adapun hal-hal yang telah aku lakukan, aku akan tetap mempertahankan martabat dan harga diri. Bahkan jika itu mengarah pada kehancuran total dari tubuh ini di masa depan, aku tetap tidak akan meminta maaf.”

Aku tegas ketika aku mengatakan hal ini, bagaimanapun aku tidak mau kehormatan keluargaku terlibat.

“… Yuri-sama. Saya ingin tahu apakah Anda masih akan terus merebut hal yang berharga dari saya lebih jauh? Pertama tunangan saya, sekarang martabat saya … “

Saat ini, aku membiarkan air mataku mengalir. Oh, dengan keadaan yang berbalik, sekarang setiap orang melihat dengan simpati terhadapku. Meskipun aku diperlakukan sebagai penjahat beberapa saat yang lalu, aku sekarang seorang korban.

“Saya katakan sekali lagi, tidak akan saya biarkan Anda merebut hal yang berharga dari saya lagi. Harga diriku adalah salah satunya. Jika saya meminta maaf, itu akan persis dengan menyetujui untuk menginjak-injak diriku sendiri. Oleh karena itu, saya tidak akan minta maaf. Saya tidak akan membiarkan Anda mengambil apa pun dari saya lebih jauh.”

Setelah mengeluarkan semua yang ada di kepalaku…. ah, aku merasa segar. Setelah itu, aku meninggalkan tempat ini. Ekspresi wajah Ed tetap agak tidak puas. Di sisi lain, protagonis memiliki tampilan kosong di wajahnya dan ada tanda tanya besar di atas kepalanya, seolah-olah tidak ada apapun kecuali ladang bunga di dalam otaknya.

Setelah melangkah jauh dari tempat itu, aku telah mencapai pinggiran tanah akademi….

Meskipun mungkin sedikit aneh, aku percaya saudaraku telah membuat persiapan. Seperti yang aku harapkan, adikku sudah menghubungi rumah untuk seseorang menjemputku. Aku langsung masuk kereta… Adapun barang-barang, pihak rumah mungkin akan mengaturnya untuk membawanya kembali atau dibuang.

Dengan ini, aku kira ini adalah hari terakhirku di akademi. Selain itu, aku tidak punya alasan lain untuk datang ke sini lagi. Menurut jalan cerita, selain dari kehilangan status sosial, ada juga hasil lainnya. Karena ayah ingin aku pergi dari akademi. Fuu … aku menghela napas. Sandiwara telah berakhir … cerita hanya mencapai sampai ke titik ini. Setelah itu, tidak ada lagi.

Bagian selanjutnya adalah melakukan pertemuan dengan “Boss terakhir,” ayahku. Terus terang, aku merasa cukup tegang sejak aku kembali. Sementara kereta terus berjalan menuju kediaman Armelia di Royal City, suasana di dalam kereta menjadi lebih berat dan lebih berat.

* * *
Table of Content
Advertise Now!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *